.perihal bahasa.

Standard

Kalo gak salah hari Sabtu minggu lalu apa kapan gitu, baca di koran tentang kecenderungan orang untuk ngomong dengan kosa kata yang asal dan membuat bahasa yang sudah ada jadi porakporanda. Demikian juga dengan penyelipan katakata Bahasa Inggris yang salah kaprah, tapi terlanjur merakyat dan digunakan semua orang.

Contoh yang ada di koran:
Taun depan gw mau married

Taun depan adalah belum terjadi. Sedangkan married adalah bentuk lampau dari kata marry, yang artinya hal itu sudah terjadi. Jadi kan bingung gitu loh. Nah ini merusak struktur bahasa kan jadinya?

Membaca itu, sedikit banyak gw merasa bersalah dan gak enak hati. Soalnya selama ini, gw itu juga pengguna bahasa yang sembarangan.😛

Kaya misalnya, gw udah gak tau deh ada berapa kata yang udah gw modifikasi sesuai kesukaan gw sendiri dan gw gunakan di antara orangorang terdekat dan membuat mereka terkontaminasi dan menggunakannya juga – entah hanya ketika sama gw atau membuat orang lain terkontaminasi juga. Kadangkadang, gw juga gak hanya ngaco di bahasa lisan, tapi juga di bahasa tulisan. Seperti ketika gw nulis kadangkadang atau orangorang di atas, gw gak menggunakan tanda “-” seperti lazimnya.

Tau bahwa itu gak lazim atau bahkan salah, tapi gw melakukannya dengan dalih bahwa gw begitu mencintai katakata. Dan karena itu memperlakukan hal itu dengan caracara personal, sebagai wujud cinta supaya merasa semakin dekat dengan katakata dan/atau bahasa itu sendiri. Terus gw mengklaim diri sebagai pecinta katakata. Padahal, barangkali, gw udah melakukan perusakan atas katakata dan bahasa, yang akhirnya membuat gw jadi penjahat bahasa.

(Ketika menulis itu, gw merasa setara sama oknum CL dengan bahasa keinggrisinggrisannya yang basi itu.. :P)

AW! *pembahasan yang sungguh serius*. Di satu sisi, gw suka dengan bagaimana gw bisa membuat berbagai macam kosa kata baru. Tapi di sisi lain, yang lebih luas dan lebih serius, jadi mikir juga bahwa itu bukan juga hal yang sepenuhnya benar. Tapi kalo mau merubah gaya bahasa di sini, misalnya, terus gw khawatir kalo blog ini enggak akan jadi gw banget lagi gitu.Padahal kan ini katarsis.

Akhirnya gw mau mencoba caranya Sarah Sechan deh, yang mana katanya, sebisa mungkin kalo mau menggunakan suatu bahasa tertentu, gunakanlah dalam bentuk satu kalimat lengkap. Dan karena perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah, gw mulainya pelanpelaaaaan banget.

Bisa gak yah? Mulai dari bicara lisan aja dulu deh.. Dengan pemikiran bahwa kalo bahasa lisan udah membaik, mudahmudahan akan membawa perubahan baik juga ke bahasa tulisan. Hihihi. Kita lihat saja nanti deh.. Meskipun jangan sampe mengharapkan gw ngomong pake SPOK yah, secara sini paling begoooook soal itu.😛

Hehehee.. Yah, bagaimana pun hidup kan perlu challenge tantangan. Yang penting ada effort USAHA.

Hehehehe.. Doakan saya yah!😀

7 responses »

  1. uhm, setahu gue ‘married’ itu bentuk kata benda atau sifat dari ‘to marry’. misalin bisa dipake sebagai ‘married couple’ atau ‘i’m gonna get married in August’. kalo strukturnya gitu sih sebenernya nggak salah salah amat, tapi jadi kedengeran rancu karena bahasanya campur aduk. misalin dia bilangnya ‘tahun depan gue mau get married’ malah overlap nggak sih?

    my biggest pet peeves is kalo nonton infotainment dan artisnya mulai bilang ‘aduh pacar aku bukan orang entertain’ atau ‘concertnya entertain banget!’. oh tuhan, let me entertain you deh…

    ps: misalin itu kata apa ya? ada juga migelas… *tepok jidat*

  2. Beberapa saran Saya kepada Saudari adalah sebagai berikut.

    Pertama, mengganti nama Saudari dari “Petitepoppies” menjadi suatu nama yang lebih bernuansa Indonesia.

    Kedua, mulai mengetik setiap kata dan kalimat dengan menggunakan Bahasa Indonesia serta tanda baca yang baik dan benar.

    Ketiga, mulai mengucapkan setiap kata dan kalimat dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Misalnya, ketika hendak mengumpat “bullshit”, sebaiknya diganti dengan “kotoran dari saluran pembuangan kerbau”.

    Keempat, mohon maaf kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala kesalahan yang pernah Saudari buat, khususnya selama Saudari menjadi “Penjahat Bahasa”.

    Sekian dan terima kasih.

  3. @ Ibeth: gw belom liat.. *maap*😛

    @ rie: iya gw juga baru ngeh. hihihi..

    @ stalker sejati: oh, embyeeeeeeeerr.. entertain itu megang banget deh. itu biasanya artisartis berkepala kosong. hehehe. uhm, MISALIN!? Salin baju apa? Jadi bihun? heiheiehiehie…

    @ F.X.M.E.Putra: Terima kasih, Pak Putra. Biar saya jelaskan satu persatu.

    Satu. Yang bener itu “petitepoppies”, bukan “Petitepoppies”. Apabila memberi komen disingkat menjadi “PoppieS”. Dan saya tidak bisa mengganti nama ini menjadi lebih Indonesia karena sudah merupakan identitas merek dagang. Memangnya saya “Indomart” ketika di-Indonesiakan menjadi “Indo Maret”? Memangnya saya restoran “Thai Garden” yang ketika di-Indonesia-kan menjadi restoran “Taman Thai”? Jadi demi mengurangi konotasi negatif, kita biarkan apa adanya. Akur?

    Dua. Aduuuuhh.. diusahakan yah mengenai hal ini, tapi kan tadi udah dibilang kalo usaha ini akan dimulai di pembicaraan lisan dulu, dan mudahmudahan berpengaruh ke tulisan. NYIMAK DONG!😛

    Tiga. Apabila hendak mengumpat, saya enggak mau deketdeket sama “bullshit”, bau tauk.

    Empat. Nampaknya untuk kasus “Penjahat Bahasa” lebih baik saya minta maaf sama Pak Badudu dulu..

    Lima (tambahan) seperti kata pepatah, di mana konon nilai 10 cuma buat Tuhan, nampaknya hal yang bersama berlaku juga untuk kata “Saya” dengan S kapital.

    Sekian dan terima kasih kembali.

    Huheiehieieheiheiehiehiehieei..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s