Uncategorized

.jumpalitan Hura-hura.

Udah sejak beberapa bulan yang lalu, WhatsApp group gue nambah satu. Serupa dengan grupgrup pendahulunya, WA grup yang ini pun beranggotakan orangorang eror yang mencerahkan harihari gue sekaligus support group tingkat wahid. Siapa mereka? Ternyata cewekcewek berisik temen kuliah. Hahaha.

Pasti ada yang mikir deh, buset amat hari gini baru punya WA grup temen kuliah. Hehehe. Sebenernya sih grup ini udah pernah ada jaman BB grup. Cuma, seiring waktu dan ditinggalkannya BB, akhirnya bubar dan semua cenderung punya grup sama geng kecilnya masingmasing doang. Seperti gue sama Ren Mel Dan Jup dan Vic aja.
Continue reading “.jumpalitan Hura-hura.”

lopelope · orangorang tersayang · Uncategorized

.lustrum 1.

Sampe hari ini, gue masih inget, bagaimana semalam sebelum nikah sempet ngingetin si Dals untuk jangan lupa ngafalin janji nikah biar besoknya pas di depan Pastur, gak usah baca buku.

Sampe hari ini juga, gue masih inget, gimana gue shock dan off guard seadaadanya, waktu dia memodif janji nikah dengan katakatanya sendiri. Intinya masih sama banget sama yang ada di buku, tapi ketika dia personalized dengan menyebut gue “Dir” di depan gereja, itu menurut gue mengejutkan, in a good way. Dan berhasil membuyarkan konsentrasi gue ketika harus nyebutin janji nikah di depan segenap umat. Hihihihi. I managed, though. 😛

Beberapa hari sebelum hari ini (sebenernya tulisan ini udah lama nongkrong di draft, tapi gak kelarkelar..), pernikahan gue dan si Dals akhirnya genap lima tahun. Berhubung lima adalah angka kesukaan gue dan si Dals, dan LIMA TAHUN gitu loh, kami sepakat untuk menganggap ini sebagai milestone.

Makanya dari kapan tau gue udah recet sama si Dals agar menjadikan ini hari yang istimewa. Hahaha. Duniawi, ye? Iye. 😆

Continue reading “.lustrum 1.”

Uncategorized

.saya peduli, maka saya memilih.

Tadinya mau berjudul I Care, Therefore I Vote, tapi berhubung bosen udah sering banget judul posting keminggris, ya udah.. #penjelasankurpen. Hehehe.

Berkaitan dengan masalah pilpres, kali ini gue mau ngomongin itu dikit. Ciyee.. jarangjarang nih. Jadi sebenernya ini dilatarbelakangi sama kegelisahan gue sendiri dengan melihat caprescapres yang ada dan semakin terpicu sama pertanyaan Lei di Path kemaren: apakah kamu cukup peduli dan sampai mana kamu peduli?

Continue reading “.saya peduli, maka saya memilih.”

Uncategorized

.#rempongramping2014

Beberapa bulan setelah Sofia lahir, gue sempet kesel sendiri karena badan masih bagaikan hamil 4 bulan. Makin kesel karena gue sering dipertemukan dengan orangorang yang mulutnya loncer ngatain orang gendut and get away with it. Manners, peeps! Tsk.

Awalawal gue masih bisa ikut ketawa sih. Tapi lamalama ya empet juga. Awalawal empet ya tinggal empet doang. Makin kesel makin banyak makannya – dengan alasan masih menyusui. Sambil berdoa supaya segala coklat, junk food, dan kue yang gue makan bisa secara ajaib jadi otot. Ketika menyadari itu hal yang mustahil, makin kesel lagi. Terutama karena kayanya minum air putih aja jadi daging.

Lalu, di suatu sesi pompa asi, gue ditampar oleh realita. Emang sih selama cuti melahirkan gue sempet agak jumawa karena stok ASI Sofia jauh lebih banyak daripada waktu Sabia dulu. Tapi ternyata ketika gue ngantor, tetep kejarkejaran. Nah, pagi itu, gue udah hampir setengah jam, tapi hasil pompaan merana banget. Continue reading “.#rempongramping2014”