isengiseng · mainmain · sabiasayang · sofiasayang

.tamagotchi.

Udah sejak lumayan lama, Sa dan So pengen punya binatang peliharaan. Keinginan terbesar adalah punya anjing.

Tapi, untuk mewujudkannya rada pelik. Karena selain komplek ai juga ada aturan gak boleh piara anjing, rumah juga gak punya pekarangan belakang buat miara anjing, jadi kasianlah. Selain itu, punya anjing berarti tambah satu syarat baru buat nyari mbak yang gak keberatan ngurusin anjing. Nah, gue mah daripada enggak punya mbak, sih, mendingan gak punya anjing. 😛

Beberapa kali, keinginan pelihara anjing ini dialihkan ke binatang lain. Ikan, misalnya. Yang pertama rada sukses. Kita piara ikan cupang bernama Dory. Kemudian Dory meninggal. Punya lagi dua biji bernama Dory 2.0 dan Dora. Dalam waktu tak begitu lama, keduanya modieh bunuh diri. Ditemukan udah terkapar di lantai, diduga loncat. Ya ampun, ikan aja dramak.

Pengalaman Dora Dory ini bikin gue males sih punya binatang piaraan lagi. Bukan apa-apa. Selain takut overattached, kepikir aja kalau binatang piaraan mati tuh, nantinya kita ditanya gak sih di surga? #seriusnanya

Ya, eniwey, gue jadi mikir dua kali aja.

Terus, si Dals merasa anak-anak tuh belum punya rasa tanggung jawab yang cukup untuk piara binatang. Cuma seneng karena ada aja, ngurusnya gak mau. Akhirnya, dengan brilian, si Dals bongkar-bongkar mainan lama dan menemukan……. the good ol’ tamagotchi.

image
Dals en Tamagotchi

Masih inget gak? Tamagotchi itu lhooo, si mainan konsol kecil yang seolah-olah di dalemnya adalah binatang virtual yang kita piara dari telor sampe gede. Nah, seperti halnya binatang peliharaan, kita perlu meluangkan waktu buat ngurusin; ngasih makan minum, ajak main, ngajarin ini itu, bawa ke dokter, sayang-sayang, dan sebagainya. Tapi, karena ini cuma mainan, ya gak usah ribet. Kita cukup merespon kebutuhannya saat dia bunyi tulat-tulit. Meskipun gitu (doang), tapi, jaman dulu, pas Tamagotchi gue mati, gue sedih banget juga sih… 😛

Eniwwwweey.. berbekal mainan ini, minggu lalu seekor dinosaurus mini udah sempet lahir. Tapi karena belom sempet ngajarinnya, usianya yang minggu lalu itu gak panjang. BAAWM, Belom Apa-Apa Wis Mokat. Kalo Tamagotchi mati, mudah-mudahan gak ditanya pertanggungjawabannya di surga yaaa.. 😆

Karena itu, Sabtu kemarin, kita tetaskan lagi dinosaurus Tamagotchi baru, yang bernama Dino.

(Gak bisa lebih std lagi, nih, pemilihan namanya? 😛 )

Si Dino ini lahir TEPAT di saat kita hari itu mo ke Ragunan. Di pagi hari sih ya, dia lumayan menambah keceriaan dan semangat anak-anak ya.. Selama kita di Ragunan juga ditinggal di mobil aja biar fokus ama binatang di kebun binatang.

Nah, ketika udah kelar acara di bonbin itu, waktu gue lagi gantiin baju anak besar dan anak kecil, terdengarlah bunyi tulat-tulit. Yang ternyata si Dino ngambek karena kelaperan, sama belon mandi. Buseeeeeet.. berasa punya anak tiga! :/

Serta merta langsung menyerahkan si Tamagotchi ke si Dals.

“Ide lo deh yeee.. Gue ogah ikut ngurusin nih, udah ada dua biji.”

kata gue sambil nunjuk dua anak cewek dengan rambut lepek.

Sambil ketawa-tawa, si Dals pun terpaksa nginyem sambil ngajak Tamagotchi main suit. ZzzzzZzzzzZzzz.

Jadilah sepanjang wiken kemaren, kehebohan keluarga nambah dengan ngurus Dino. Lagi makan siang, ada yang tulat-tulit minta makan juga. Anak-anak lagi bobok di mobil, ada yang tulat-tulit minta dipasangin AC.

Tapi, lucu ngeliat mereka berdua saling mengingatkan dan mencari tahu kenapa si Dino ngambekan. Semangaaaat, yaaaa.. Siapa tau lama-lama bisa punya binatang peliharaan beneran.. :*

image

Advertisements

7 thoughts on “.tamagotchi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s