bukubuku · ingetinget · isengiseng

.We Should Hang Out Sometime.

Menurut gue ya, kita hidup di jaman ogah rugi. Sekarang, mau apa-apa kudu Google dulu review orang. Kalo bagus, ya mari. Kalo jelek, ya udah, tinggalin.

Kebiasaan ini terutama gue lakukan saat cari buku bacaan baru. Kalo di Goodreads udah banyak yang bilang bagus, biasanya gue baru deh beli. Nyahahaha. Males kan, rugi. Udah mahal-mahal.

Salah satu buku yang gue perlakukan demikian adalah buku ini:

image

Back cover review-nya begini:

When I was twenty-five years old, it came to my attention that I had never had a girlfriend. At the time, I was actually under the impression that I was in a relationship, so this bit of news came as something of a shock.

Why was Josh still single? To find out, he tracked down each of the girls he had tried to date since middle school and asked them straight up: What went wrong?

The results of Josh’s semiscientific investigation are in your hands. From a disastrous Putt-Putt date involving a backward prosthetic foot, to his introduction to CFD (Close Fast Dancing), and a misguided “grand gesture” at a Miss America pageant, this story is about looking for love–or at least a girlfriend–in all the wrong places.

Poignant, relatable, and totally hilarious, this memoir is for anyone who has ever wondered, “Is there something wrong with me?”

(Spoiler Alert: the answer is no.)

Dengan nilai 3.8 di Goodreads, saat gue cari waktu itu, gue pun akhirnya beli buku ini.

Josh Sundquist sendiri adalah seorang atlet Paralympic, sekaligus motivational speaker. Tadinya gue pikir dia umurnya di atas gue, tapi ternyata lebih muda dikit. Buku ini bercerita tentang perjalanan dan kegagalan (atau keberhasilannya?) menjalin hubungan sama cewek-cewek sejak jaman remaja sampe terkini.

Buku ini jadi menarik buat gue, karena seumur-umur, gue tuh selalu penasaran apakah, waktu ngedeketin orang, cowok tuh ngerasain hal-hal konyol seperti yang cewek rasain atau enggak. Kaya takut salah ngomong enggak, deg-degan, repot milih baju, segala overthinking dan overanalyzing ina-inu yang gak penting.

Gara-gara buku ini, jadi kejawab kalo…… TERNYATA IYA.

Ternyata cowok juga ribet dengan skenario-skenario what ifs dan dibalik segala ke-cool-an yang keliatan, ternyata doi parno-parno dan self conscious juga.. Buktinya, kenapa buku ini judulnya gitu, karena menurut dia, kalimat itu terasa paling casual buat ngajak cewek jalan. Enggak ada indikasi ngedate. Jadi ditolak pun nggak malu-malu amat. See, everything is fabricated. 😛

Terus, di sini diceritain juga pengalamannya dia waktu abis nyatain suka sama cewek terus bingung mau ngapain dan hasilnya apa. Plus macem-macem lainnya yang mana makin tua ya makin naik yaaa level ke-awkward-annya.. 😆

Jadi buat cewek-cewek yang lagi naksir orang, jangan khawatirrrr.. kalo dia suka sama lo juga, semua perasaanmu itu berbalas. Termasuk kebingungan dan kepanikan untuk tidak berbuat tolol dan konyol dan berusaha keras memberi impresi baik.

Sertaaaa… kadangkala hubungan yang gak berhasil itu enggak selalu karena salah satunya ilfil. Melainkan karena salah paham.

Jadi, selama enggak nikung atau ngambil pasangan orang lain, mulai sekarang boleh diingat, kalau suka, kangen, pengen ketemu, pengen dianterin….. bilang! 😛 Siapa tau kaya temen gue, kan, dari Mampang mau ke PIM, Pamulang pun dibilang searah.. 😆

Good luck!

Advertisements

2 thoughts on “.We Should Hang Out Sometime.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s