isengiseng · mikirmikir · orangorang tersayang · sabiasayang · sofiasayang

.Tantangan Hari Kedua: Bicara Lembut (remedial).

Setelah merasa gagal di percobaan pertama, kemarin pun gue mengulang lagi tantangan hari kedua, yaitu bicara lembut dengan anak. Seperti yang udah-udah, ini diterapkan ke Sa n So, tapi dengan fokus ke Sa. Karena gue ngerasa belakangan ini lebih galak ke Sa. Huhuhu.. Inilah usahaku menjadi mamak yang lebih sabar. Moga kamu ngerti ya, naaaak..

Di percobaan kedua ini, boleh dibilang agak lebih berhasil dibandingkan sebelumnya. Supaya lebih afdhol, si “senyum” dan “bicara lembut” nanti harus terus dibawa seiringan dengan tantangan hari-hari berikutnya. Biar makin berasa buat anaknya. Hihi. Continue reading “.Tantangan Hari Kedua: Bicara Lembut (remedial).”

isengiseng · orangorang tersayang · sabiasayang · sofiasayang

.Tantangan Hari Kedua: Bicara Lembut (part 1).

Hari Kedua: Berbicara lembut
Mengapa mesti berbicara lembut? Ini adalah latihan mengontrol diri sendiri. Bagaimana tidak. Setiap kali orang lain, entah pasangan atau anak-anak menaikkan suara mereka, Anda malah tidak boleh ikut meninggikan nada dan menaikkan suara, tetapi malah diminta melembutkan suara.
Jelas itu butuh kemampuan mengontrol diri, menenangkan diri, menurunkan kembali irama denyut jantung, menarik nafas dalam. Mengembalikan seluruh keutuhan diri Anda  yang nyaris terpecah-pecah pada saat marah.
Buat apa saya mesti mengontrol diri? Karena Anda, saya yakin, ingin memberi warisan ketiga kepada anak-anak: karakter disiplin.
Disiplin bukan berarti mampu mengikuti atau mematuhi semua aturan Anda. Itu disiplin yang keliru. Itu disiplin berdasarkan rasa takut. Disiplin adalah kemampuan mengendalikan diri sendiri, kemampuan mengatur diri sendiri, kemampuan menguasai diri.
Nah, jika disiplin bermakna pengendalian diri, maka anak-anak baru dapat disiplin jika orangtuanya juga mampu mendisiplinkan diri. Dan contoh atau teladan termudah adalah: dengan melembutkan suara.
Bayangkan, ketika anak atau pasangan sudah menduga Anda akan marah — seperti sebelum-sebelum ini, mereka malah melihat Anda tenang dan bersuara lembut. Pada saat anak Anda menduga sebentar lagi akan mampu menguasai Anda — karena kalau Anda marah, maka segala aturan yang selama ini And atetapkan bisa saja akhirnya Anda langgar sendiri sehingga keinginannya terpenuhi, ternyata ia kini mesti berhadapan dengan Ibu/Ayah yang lembut, yang masih dapat berpikir secara utuh, dan akhirnya tetap teguh pada pendirian semula.
Ya, berbicara lembut baru dapat tercapai jika Anda mampu tetap berpikir urut dan utuh karena Anda mampu menenangkan diri. Itu adalah modal untuk menegakkan konsekuensi secara konsisten.
Konsistensi menegakkan konsekuensi; itulah warisan berikutnya yang dapat Anda serahkan kepada anak Anda. Konsistensi ini juga memperkuat keteraturan hidup yang telah Anda bangun di atas. Disiplin memperkuat keteraturan. Disiplin diri memperkuat rasa aman.

Continue reading “.Tantangan Hari Kedua: Bicara Lembut (part 1).”

isengiseng · orangorang tersayang · sabiasayang · sofiasayang

.Tantangan Hari Pertama: Tersenyum.

Hari Pertama: Tersenyum
Mengapa kami mesti sering tersenyum setiap kali bertatap mata dengan anak? Kebutuhan paling dasar dari semua anak adalah untuk dicintai. Tersenyum adalah perilaku yang paling mudah diterjemahkan oleh anak sebagai bentuk cinta kasih dari orangtuanya.
Dan dengan sering tersenyum, bahkan tersenyum sebelum menasehati,  Anda sekaligus menegaskan bahwa Anda selalu menyintainya — dalam keadaan apa pun, bahkan ketika anak melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak Anda setujui. Anak merasa diterima, merasa tidak ditolak. Anak merasa dekat dengan orangtuanya.
Dekat. Ya, itulah kebutuhan dasar lain yang Anda berhasil penuhi hanya dengan tersenyum: kedekatan atau kelekatan emosional atau bonding. Jika Anda sudah pernah membaca buku saya, “10 Warisan Orangtua,” saya menyarankan bahwa bonding ini mesti diperkuat kembali setiap kali anak kita anggap bermasalah. Dan salah satu caranya adalah dengan tersenyum, juga berpelukan. Itulah warisan pertama Anda kepada anak-anak Anda: kedekatan emosional.
Warisan kedua adalah keteraturan; pola hidup yang teratur. Keteraturan membuat anak merasa bahwa hidupnya ‘predictable,’ dapat diduga. Dan sifat predictable ini jelas sangat membentuk rasa aman pada diri anak. Anak yang merasa aman, akan lebih mampu mengoptimalkan segala potensi dirinya, lebih mampu tumbuh dan berkembang, lebih mampu menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya.
Dan…salah satu cara membentuk hidup yang teratur adalah dengan…selalu tersenyum tiap kali bertatap muka dengan anak.

Continue reading “.Tantangan Hari Pertama: Tersenyum.”

isengiseng · mikirmikir · sukasukaku

.mengapa kita perlu curhat?.

Semua orang pasti perlu curhat. Karenanya, ada orang-orang yang curhat magnet seperti aku, yang seringkali ujug-ujug dicurhatin. Dan, biasanya, kami baik-baik saja dengan keadaan seperti itu dan seneng-seneng aja ngedengerin atau memberi masukan.

Masalahnya, kadang-kadang si curhat magnet ini pun butuh curhat. Tapi, ketika banyak orang lupa kalau si tempat curhat ini hanya orang biasa yang gak selalu senang dan kadang tetap butuh curhat, gimana dong? Easy peasy, we try to laugh things away, we try to find friends to laugh with, thus… we post memes. 😆

image

Kan?! 😀 😀

Continue reading “.mengapa kita perlu curhat?.”

isengiseng · orangorang tersayang · sukasukaku

.akhir minggu.

Kita nggak tau apa yang kita miliki sampe kita kehilangan, tapi kadang kita tau apa yang kita miliki hanya saja kita kurang mengapresiasinya.

Itu adalah sebuah tulisan yang dipost sama temen gue minggu lalu dan asli langsung jleb-jleb-jleb, tanpa ampun buat gue.

Bener banget gak sih? Gue merasakan ini bener banget apalagi belakangan ini. Libur Lebaran — perasaan panjang, alhasil cuek-cuek aja, eh tau-tau udah kelar aja dan mellow karena merasa waktu main sama anak-anak maupun ketemuan sama keluarga dan temen-temen, kurang digunakan secara maksimal. Continue reading “.akhir minggu.”

begobegoan · filmfilm · isengiseng · ngakakngakak · senangsenang · seruseruan

.sesudah menonton AADC 2.

Udah lewat sekian minggu dari penayangan perdananya di bioskop. Udah boleh dong yaaaa, kita bikin posting mengenai sesudah menonton AADC 2? Ada yang belom nonton?

image

Buat yang belom nonton, mungkin ada baiknya lewatin dulu postingan ini. Kalo tentang ngasih spoiler sih biasanya diusahakan banget enggak. Tapi, takutnya komen-komen setelah nonton malah bikin pengalaman nontonmu gak seru lagi.. Hehehehe..

Continue reading “.sesudah menonton AADC 2.”

isengiseng · lopelope · mainmain · mellowmellow · mikirmikir · sukasukaku

.jatuh dari langit.

Pernah nggak, ada suatu masa dimana kamu begitu menginginkan seseorang atau sesuatu, usaha jungkir balik, nggak dapet-dapet, lalu akhirnya pundung dan bersembunyi di balik kalimat andalan, “kalo jodoh nggak ke mana…“?

Terus, pernah nggak, lagi adem ayem aja, gak ngarep apa-apa, tau-tau seperti diturunkan dari langit, Semesta membiarkan kamu dan harapanmu itu bersilang jalan lagi? Memberi kamu kesempatan lagi untuk menjadikan mimpi-mimpi kamu jadi nyata lagi?

I mean, bukankah itu harapan semua orang? Sesuatu yang kita harapkan tiba-tiba muncul di depan kita tanpa kita harus usaha. Tinggal meyakinkan diri aja bahwa “okay, he’s mine!”

Continue reading “.jatuh dari langit.”

isengiseng · kerjakerja · mikirmikir · sukasukaku

.tentang profesi dan kegemaran.

Waktu gue lulus SD, kita dibekali buku kenangan kelulusan SD dimana di dalamnya ada data diri setiap anak lengkap dengan cita-cita mereka. Beberapa tahun kemudian, waktu kita kuliah, kayanya sempet ada reuni kecil-kecilan. Di situ, kita buka lagi buku itu dan menyadari bahwa dari sekian puluh orang, yang akhirnya kuliahnya sesuai sama cita-cita jaman SDnya cuma SATU. Dia kuliah di arsitektur, dan cita-cita jaman SDnya emang tertulis mau jadi arsitek.

Hari ini, kayanya temen gue yang itu memang udah jadi arsitek. Gak tau, karena nggak pernah ketemu lagi. Tapi, yang jelas, gue sih udah bhay banget dari cita-cita gue jaman SD yang adalah “ahli bahasa”. Ahli bahasa apeeee.. Bahasa nyela, kali, ya..

Continue reading “.tentang profesi dan kegemaran.”

begobegoan · bingungbingung · isengiseng · mainmain · panikpanik gak jelas · seruseruan · sukasukaku

.daily dose of dolly drama.

Seperti biasanya, kalo lagi ketagihan sesuatu, gue jadi niat dan serius banget memperdalamnya sampe akhirnya kebablasan dikit. Itu juga yang terjadi sama dolly drama dan segala boneka-bonekaan di Instagram.

Sekarang, following list aku tidak lagi berkisar online shop, cewek-cewek cantik atau gosip artis kelas C-D dan selebgram tingkat halu, melainkan banyaaaaaaak banget kolektor Barbie. Dan, baru tau kalo ternyata di Indonesia pun banyaaaaak yang jago.

Jago reroot alias bikin rambut baru buat si boneka, bisa rebody alias ngasih badan baru buat si boneka, bisa repaint alias ngedandanin ulang muka atau badan si boneka sehingga jadi lebih cantik, lebih ganteng dan lebih realistis. Pokoknya keren-kerenlah, terutama yang orang Indonesia, yah..

Continue reading “.daily dose of dolly drama.”