.Tantangan Hari Kelima: Anda Bukan Nobita.

Standard

Hari Kelima: Anda Bukan Nobita

Ya, anak Anda bukan Doraemon, tempat Anda meminta segala keinginan. Mereka lahir bukan untuk menjadi tempat pelarian dari segala keinginan Anda pribadi yang selama ini tidak dapat Anda capai.
Anak-anak adalah pribadi yang mesti lepas mandiri dari orangtuanya; karena hanya dengan cara seperti itu mereka akan matang dan dewasa.
Anda hanya diberi tugas mengasuh dan merawat serta mendidik pribadi yang unik dan istimewa. Sudah ada setumpuk keistimewaan dan kehebatan serta keunggulan di dalam diri tiap anak. Anda mesti memetakannya, menggalinya, dan menyiraminya agar tumbuh optimal. Lupakan keinginan pribadi Anda. Biarlah Tuhan yang menentukan, karena rancangan Tuhan pastilah rancangan damai sejahtera.

  

Gue sampe meluangkan waktu membaca berkali-kali Tantangan Hari Kelima ini, dan tiap kali bertambah sedih karenanya.

Gimana enggak ya? Berapa kali sih gue menaruh beban yang begituuuuu besar buat anak-anak gue? Baik So, apalagi Sa.

Berapa kali gue marahin mereka dengan kosa kata yang mereka belum tentu ngerti? Berapa kali gue berharap mereka untuk ngertiin gue, setiap kali gue capek? Berapa kali gue berharap mereka memenuhi standar sosial yang “normal”, seperti harus selalu ramah sama orang, tanpa gue mikirin mereka lagi capek atau enggak? Lagi mood atau enggak? Berapa kali gue berusaha mereka berperilaku baik supaya gue pun terlihat seperti orangtua yang baik?

Sumpah. Makin dipikirin makin sedih. Mereka cuma anak kecil. Jelas aja mereka nggak tau gimana rasanya capek seharian kerja dan pengen leyeh-leyeh. Yang mereka tau, akhirnya nyokap gue dateng dan gue mau cerita dan tanya banyak hal yang gue lihat atau tonton hari ini.

Mereka anak kecil. Gak harus selalu ramah dan negur semua orang setiap saat kalo emang lagi gak mood. Kenapa? Karena mereka belom saatnya jadi orang dewasa yang sering boong sama diri sendiri dan lingkungan. Yang bisa basa-basi senyum manis padahal dalam hati kesel. Kenapa gue harus membiarkan atau mengajarkan mereka berbohong saat gue seharusnya menjaga kemurnian mereka selama mungkin? Kenapa gue harus lebih khawatir sama tuntutan sekitar daripada memahami karakter anak gue sendiri?

Mereka anak kecil. Tapi sebenernya mereka punya hati yang jauuuuuh lebih besar daripada gue, si orang yang seharusnya lebih dewasa ini. Dan semakin gue memaksakan keinginan gue ini itu, semakin besar kemungkinan gue mengecilkan hati mereka. Do I want that?

Tantangan Lima Hari Parenting ini bener-bener membukakan mata gue. Gue tau semuanya sama sekali jauh dari selesai setelah lima hari ini. Tapi, lima hari ini setidaknya menjadi bekal untuk lebih memahami anak-anak gue lebih baik lagi. Dan gue sama sekali gak keberatan mengulanginya lagi dan lagi.

Semoga dengan begitu, hubungan dengan anak-anak menjadi lebih baik dan mereka pun punya ingatan yang lebih baik mengenai gue kelak. Amiiin.

Buat yang ikutan tantangan ini juga, kabar-kabari ya gimana progress-nya. Mudah-mudahan berbuah manis buat semua pihak.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s