.Tantangan Hari Keempat: Meminta Bantuan.

Standard

Hari Keempat: Meminta Bantuan

Saya manusia biasa. Anda manusia biasa; pasangan Anda manusia biasa, begitu pula anak-anak. Manusia yang tidak sempurna. Tidak ada orangtua sempurna. Dan tidak perlu berusaha keras menjadi sempurna, bahkan jika Anda single mom atau single dad. 
Meminta bantuan adalah cara menunjukkan bahwa kita tidak sempurna; kita masih butuh bantuan siapa pun. Meminta bantuan adalah cara untuk membuka diri; menunjukkan bahwa kita punya kerentanan, kita punya kelemahan tetapi kita juga sekaligus berusaha memperbaiki diri, mengutuhkan diri.
Bersikap terbuka seperti itu akan membuat pasangan dan anak-anak tidak takut kepada Anda. Ya, superwoman atau superman itu menakutkan bagi manusia biasa. Anak-anak sangat menyadari bahwa mereka “cuma” anak-anak, manusia biasa. Ya, di satu sisi memang mebanggakan. Bangga punya ayah atau ibu yang superhebat, tetapi di sisi lain, khususnya di bawah sadar, itu hal yang menyeramkan: itu adalah standar terendah yang harus mereka capai. Apalagi jika Anda kerap berkata, “Mama/Papa percaya kamu bisa lebih dari Mama/Papa.” Hla kalau mama atau papanya berperan sebagai superdad atau supermom, bayangkan bagaimana anak Anda membayangkan seberapa tinggi tangga atau gunung yang mesti didakinya. Jadi, tunjukkan ketaksempurnaan Anda dengan meminta bantuan anak.
Itu akan memperkuat rasa percaya dirinya. Rasa percaya diri akan membuat dirinya mampu melakukan apa saja, dan bersuka cita tiap kali menemui lingkungan baru.
Lagi pula, meminta bantuan juga memperkuat ikatan emosional di antara semua anggota keluarga. Menjalin kerjasama, mendinamisasi keluarga.

Setelah berminggu-minggu kembali malasss menulis, akhirnya laporan lagi hari keempat. Hehehe. Soriii yaaa.. Tapi, tantangannya tetap dijalankan sesuai urutan waktu kok. Cuma memang nulisnya aja yang telat.😀

Tantangan keempat ini dilakukan di suatu hari Sabtu. Pada awalnya, pemahaman gue sempet mikir minta bantuan kaya buang sampah, beresin mainan, dan hal-hal sejenisnya.

Seiring hari berjalan, mikir bahwa anak kecil itu sebenernya punya kapasitas jauh lebih besar daripada kelihatannya. Mereka punya hati dan kemampuan untuk memahami yang lebih besar daripada yang kita pikir.

Jadiiiii.. gue menggunakan kesempatan itu untuk minta maaf kalo suka seriiiing banget marah-marah. Dan… karena aku masih lumayan sering main HP kalo di rumah, gue minta tolong mereka untuk ingetin supaya gak sering main HP dan lebih sering main sama mereka supaya bisa seneng-seneng sama-sama.

Sampai hari ini, baik Sa maupun So, terus mengingatkan gue untuk jadi orangtua yang lebih baik daripada hari sebelumnya. Walopun masih kadang kelepasan main HP, tapi kalo di rumah main HP pun, sekarang udah mulai lebih fokus ke kemauan anak-anak. Seperti nyariin lagu atau liat IG yang menarik buat anak-anak.

Gue sadar bahwa gue nggak mungkin banget berubah dalam satu malam. Tapi dengan bantuan orang-orang yang tepat, terasa lebih mungkin.

Dan dalam hal ini, enggak ada orang-orang yang lebih tepat untuk membantu selain anak-anak gue sendiri.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s