.Tantangan Hari Pertama: Tersenyum.

Standard

Hari Pertama: Tersenyum
Mengapa kami mesti sering tersenyum setiap kali bertatap mata dengan anak? Kebutuhan paling dasar dari semua anak adalah untuk dicintai. Tersenyum adalah perilaku yang paling mudah diterjemahkan oleh anak sebagai bentuk cinta kasih dari orangtuanya.
Dan dengan sering tersenyum, bahkan tersenyum sebelum menasehati,  Anda sekaligus menegaskan bahwa Anda selalu menyintainya — dalam keadaan apa pun, bahkan ketika anak melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak Anda setujui. Anak merasa diterima, merasa tidak ditolak. Anak merasa dekat dengan orangtuanya.
Dekat. Ya, itulah kebutuhan dasar lain yang Anda berhasil penuhi hanya dengan tersenyum: kedekatan atau kelekatan emosional atau bonding. Jika Anda sudah pernah membaca buku saya, “10 Warisan Orangtua,” saya menyarankan bahwa bonding ini mesti diperkuat kembali setiap kali anak kita anggap bermasalah. Dan salah satu caranya adalah dengan tersenyum, juga berpelukan. Itulah warisan pertama Anda kepada anak-anak Anda: kedekatan emosional.
Warisan kedua adalah keteraturan; pola hidup yang teratur. Keteraturan membuat anak merasa bahwa hidupnya ‘predictable,’ dapat diduga. Dan sifat predictable ini jelas sangat membentuk rasa aman pada diri anak. Anak yang merasa aman, akan lebih mampu mengoptimalkan segala potensi dirinya, lebih mampu tumbuh dan berkembang, lebih mampu menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya.
Dan…salah satu cara membentuk hidup yang teratur adalah dengan…selalu tersenyum tiap kali bertatap muka dengan anak.

Inget kan, gue mau memberikan update harian mengenai tantangan ini. Hehehe. Eniwey, hari pertama gue mulai melakukan tantangan ini adalah hari Senin tanggal 26 September 2016. Dengan alasan karena lagi liburan, jadi banyak waktu untuk berinteraksi sama si bocah dan ada si Dals yang akan mengingatkan gue kalau gue mulai melenceng. Oiya, walaupun akan diterapkan ke Sabia dan Sofia, tapi fokus tantangan gue selama 5 hari ini lebih ke Sa. Karena….. ya karena kayanya merasa gue lagi lebih galak ke si anak pertama ini belakangan ini. Makanya gue perlu memperbaiki perilaku gue ke dia.

Jadi gimana hari pertama?

Ternyata lumayan berjalan mulus. Walau gue kayanya enggak setiap saat mau ngomong dimulai dengan senyum, sih.. Tapi setiap inget dan kebetulan tatapan mata, ya senyum.

Hari Senin kemarin itu juga sepertinya hari sedang berjalan baik. Mood Sabia hampir sepanjang hari juga baik, lumayan hepi, nggak rewel. Jadi itu membantu banget karena gue juga gak ada alasan buat ngomel. Menjelang malem baru dia agak rewel karena kecapekan. Tapi gue masih tetap bisa mengontrol emosi dan nada suara, juga bahkan ada waktu buat “menempatkan diri dalam sepatunya”, sehingga lebih maklum dan paham kalo dia capek dan sempet rewel.

Jadi, intinya hari pertama berjalan lumayan sukses. Cuma kayanya porsi senyum harus ditambah (jangan cuma pas selfie doang😛 ). Tapi harus senyum tulus ya, bukan senyum menyeringai karena mendadak inget harus senyum. I think I did that once . Hahahahah..

Lanjuuut!

6 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s