.ketika ayah nonton bola.

Standard

Si Dals adalah seorang penggemar olahraga sepak bola. Dan, tentunya, dia punya klub bola favorit.

Kalau kebetulan klub bola kesayangannya itu tanding dan tayang di TV, hampir bisa dipastikan kalo dia punya rencana nonton. Pokoknya jam tayangnya menjadi sakral. Bahkan, pernah kita lagi di rumah ortu gue, pulang sore-sore demi mau nonton bola. Dan, karena mamah papahku udah paham (dan karena bokap pleus kakak gue juga suka klub yang sama), jadi ya udah direlakan biar bisa jejeritan di rumah. Hahaha.

Eniwey. Pada suatu akhir minggu, sore-sore kita udah duduk manis lagi di rumah karena klub kesayangan si Dals mau main lawan klub yang dia tak suka. Anak-anak gue, karena tau bapaknya doyan bola, dan mereka lumayan berjiwa tim hore, maka mereka pun ikutan ngariung di depan TV.

Sayang seribu sayang, pas itu si klub kesayangan kurang beruntung. Jadilah si Ayah menonton dengan muke kesel dan menimbulkan bunyi-bunyian aneh, seperti,

“AAAAAARGHHH!!!!”

“SIKAAAT!! AAAAAAH GIMANA SIH!!”

“HADEEEEEEHHHH!!!!”

(Istri udah sibuk WA sama temen sesama istri penggemar klub tersebut,

“Memasuki waktu bagian di mana XX sudah kebobolan dua kali.”

dibalas dengan sigap,

“EMBYERRR! UDAH NGINYEM AJE GUE DARI TADI!”)

😆😆😆

Sementara itu, Sa n So yang manis pun berusaha melibatkan diri demi mendukung kegiatan kesukaan ayah.

“Ayah, itu yang biru kenapa loncat-loncat gendong-gendongan, Ayah?”

“Ya karena gol.”

“Lho, kok Ayah gak seneng?”

“Karenaaaaaaaayahdukungnyayangmeraaaaah..”

“Oh, ini yang biru gendong-gendongan seneng karena mereka menang ya, Ayah?”

“………..”

Ya daripada bapake mledug, ya akhirnya mamake mulai ngangon anak-anak ke tempat yang benar. Tapi ya namanya bocah-bocah ya, walo udah dibawa masuk kamar ya tetep aja kedengeran bapaknya mengeluarkan suara-suara gaduh pas nonton bola.

Jadi, giliran yang kecil keluar kamar. Pas ketika muka si Dals udah berlipat ratusan.. lebih, dia nanya,

“Gimana, Ayah? Udah berhasil?”

😆😆😆

Dan si Dals pun tanpa kata-kata, langsung melempar sorot penuh makna ke gue yang berarti, “PLIS BANGET ANAKNYA JANGAN PADA TANYA-TANYA DULU!”

😆😆😆

Demikianlah kisah dan pelajaran pendampingan menonton bola sejak dini bagi anak-anak. Mari kita berharap untuk musim yang baik.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s