.setelah menonton Cinderella.

Standard

Kalo orang lain kan ya, setelah nonton senengnya ngasih review filmnya, ya.. Nah, kalo gue, berhubung malas dan takut spoiler, makanya lebih suka cerita tentang komenkomen yang meluncur seabis nonton film tersebut.

Kali ini, kita tampilnyaaaaaaaaa…..

Cinderella_2015_official_poster

Hyuuuk, mariii…

Seperti kita semua tau, cerita film ini adalah tentang anak perempuan yang ditinggal bapak-ibunya, menjadi sebatang kara. Dan, akhirnya terpaksa hidup tertindas gara-gara kelakuan ibu dan saudara-saudara tirinya. Tapi, untungnya, ada peri yang membukakan jalannya dan membuat dia akhirnya bisa mencapai kebahagiaan dengan jadi permaisuri dari pangeran yang kesengsem sama dia.

Film ini gue tonton berdua sama Sabia. Dan, selama nonton ini, gue seneng amat karena Cinderella-nya cantiiiiiik sekali.

Tapi, alihalih mempermasalahkan kenapa sepatu kacanya gak jadi hilang setelah sihirnya habis atau kenapa kalo sepatu kacanya pas di kaki Cinderella, terus kenapa bisa copot, my eldest daughter has other things in mind.

Adegan Cinderella dan Pangeran Main Ayunan, dan sepatu Cinderella copot.

Pas ini, di gelapnya bioskop, Sabia colekcolek gue dan bisikbisik:

“Tapi, emang kalo lagi main ayunan pake sepatu, emang sepatunya pasti copot sih, Bem. Aku juga di sekolah gitu.”

Hmmmm..

“Lagian kan Cinderella udah gede, udah bisa ayun sendiri, kenapa masih didorongin ya, Bem? Kan sebenernya bisa pake kaki sendiri.”

MEMANG LOGIS ANAKKU!!

Emang tuh, Cinderella sok kemanjamanjaan, main ayunan aja bikin ribet caper bener yah!!! Besokbesok, kalo kita emang bisa lakuin sendiri, gak usah manja minta dibantuin yang kurang signifikan gitu! Okeh! Hih. #emakfeminis

Ketika udah sampe rumah dan ketemu ayahnya, dan ditanya gimana filmnya, Sabia pun berkomentar pendek,

“Anastasianya cantikan yang di kartun.”

*pukpuk artisnya*

Hahahahahahaha..

Akhir kata: have courage and be kind AND be genuine, my babies.. ๐Ÿ™‚

3 responses »

  1. Yg hilang (kembali ke bentuk semula) setelah midnight itu kan cuma yg emang disini dari satu barang ke barang lain kayak pumpkin ke kereta. Karena sepatu kaca nya itu bukan dilihat dari barang lain (bukan dari sepatu yg lama) jd ya gak hilang setelah midnight. *dibahas* hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s