.Eleanor and Park.

Standard

Buat tementemen yang doyan baca dan menemukan buku ini di toko buku,

image

seriously, buy it.

Pertama kali gue denger buku ini dari Ste. Ste adalah salah satu orang kepercayaan dan kiblat gue dalam membaca. Bukubuku yang dia rekomen hampir selalu sepaham sama gue. Jadi, aku pun tertarik sama buku ini.

Buku ini akhirnya gue dapet sebagai hadiah ultah dari The Nyinyirs buat gue. Tapi, dasar pemalas, gue baru baca buku ini kirakira bulan lalu.

Dan, betapa menyesalnya!

Karena ceritanya begitu baguuuuussss, sampe gue labil mau buruburu nyelesaiin apa enggak. Di satu sisi pengen cepet selesai biar tau akhirnya, di sisi lain kalo udah selesai nggak bakalan “ketemu” Eleanor & Park lagi. The fact that I can no longer read their story breaks my heart. Lebay? Coba tanya ke mayoritas orang yang udah baca. They’ll tell you the same thing.

Ini cerita settingan tahun 86an, dimana mayoritas dunia belum kenal internet, henpon, atau pejer. Tentang cowok dan cewek, satu sekolah, sukasukaan. Premisnya sederhana banget. Dan walopun mungkin ada gap usia sama kita yang baca, tapi satu hal yang juara banget menurut gue adalah bagaimana Rainbow Rowell, penulisnya, menggambarkan perasaan orang sukasukaan dengan begitu rinci.

Gimana di satu sisi bisa sukaaaaaaa banget sama seseorang, di sisi lain parno kenapa dia nggak bisa sedikit lagi memenuhi ekspektasi kita atau malah gimana kita parno kalo kita gak sesuai ekspektasi dia. Gimana degdegannya pengen pegangan tangan, tapi di sisi lain nggak pengen ketauan sama temen lain. Gimana degdegannya nelfon ke rumah gebetan, ngumpetngumpet pake telfon rumah, gak tau mau ngomong apa lagi tapi juga gak kepengen udahan. Jadi cuma senyumsenyum sambil pegang gagang telfon.

Tentu saja gue nggak bisa menjabarkannya seperti Rainbow Rowell. Tapi gremetgremetnya kerasaaaaa banget.

Dan, seperti halnya gue jatuh cinta sama Bodhi, Elektra dan Zarahnya Supernova, sama seperti gue jatuh cinta sama Luke Brandonnya Shopaholic, kali ini gue jatuh cinta sampe mrintil sama Eleanor, maupun sama Park.

Saking cintanya, akhirnya memutuskan untuk bacanya pelanpelan banget. Sambil baca bukunya, sambil browsing artikelartikel maupun review-nya di Internet.

As for myself, the story reminds me how it feels to be young and raw and reckless and purely in love. It gives you the sensation of  butterflies in your tummy and, at the same time,  heartache for longing for somebody so much.

I still remember these characters long after I finished the book. Totally hoping for a sequel.

This is a fanart about E&P that is closest to my imagination. I love it so much I might consider a tattoo (kidding).

image

So, seriously. Eleanor and Park. A must read.

๐Ÿ™‚

6 responses »

  1. Pingback: Eleanor & Park : Love It To Bits! | Joeyz14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s