.in your head.

Standard

Kapan itu gue nonton Top Gear, kalo gak salah. Pokoknya acara mobilmobil itulah.

Intinya, ada orang yuang sejak kecil sukaaaaaa banget sama mobil merk X yang tipe Y. Suatu hari, dia dapet kesempatan untuk nyetir mobil itu, di acara itu. Begitu dikasihtau, senengnyaaaaa tak terhingga. Karena buat dia, itu kaya mimpi jadi nyata gitu.๐Ÿ™‚

Ketika dia akhirnya mulai nyobai mobil itu, perlahanlahan excitement-nya menurun. Karena selama ini dia udah selalu mikir mobil itu paling the best, tapi kenyataannya kok jauh banget dari bayangannya. Udah boros, parkir susah, de es be, de es be. Lamalama, dia kecewa, karena, “Lah… ternyata kok gini doang?”

Di akhir acara, kurang lebih dia bilang gini,

Never revisit your childhood heroes. Karena nanti lo kecewa kalo ternyata dia nggak sehebat yang lo pikir.”

I think, the same goes with old flame and unrequited love. In real life, s/he might not be that ideal.

Maybe it’s all only in your head.

Gimana, gimana?

๐Ÿ˜›

 

4 responses »

  1. nimbrung ah,

    itu teorinya hampir sama kayak yang diomongin Rahmi soal Nimo di novel/film Cintapuccino. Rahmi anggap Nimo itu paling perfect dibanding cowok2 lainnya yang pernah dia temuin, ya karena belum pernah bener2 kenal, gak tau jelek2nya, gak tau ngilfilinnya. That’s why old flame/unrequited love seringkali gak gampang dilupain.

    *lalu nyanyi Selamanya Cinta*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s