.#Day30: Surat Untuk Masa Lalu.

Standard

Hai Kamu,

Salah satu hal yang paling sering aku khayalkan ketika aku lagi pusing, takut, khawatir akan sesuatu adalah ada seseorang atau sesuatu yang datang dari masa depan yang bisa memberi bocoran mengenai apa saja yang akan terjadi — atau sekedar mengatakan bahwa semua akan baikbaik saja. Pernah nggak kamu merasakan hal yang sama?

Sepertinya pernah ya?

Dan kalau memang suatu hari di masa depan sudah ada teknologi dimana kita bisa mengirim surat ke masa lalu, seharusnya kamu menerima surat ini pada tahun 1997.

Saat itu, kamu umur 16 tahun. Aku udah lupa apa saja yang jadi sumber kebingungan dan pertanyaan di masa itu. Tapi, sepertinya lumayan pusing. Karena itulah aku menulis surat ini. Sebab, aku pengen kamu tau bahwa seiring perjalanan hidupmu, akan lebih banyak lagi hal yang bikin pusing. Hahahahaha!Tunggu! Jangan dibuang dulu suratnya!

Sebelumnya, aku harus bilang bahwa tujuanku menulis surat ini bukan untuk nakutnakutin apalagi ngenyek. Melainkan lebih ke mempersiapkan kamu untuk tau apa yang bakalan kamu alami, dan seandainya bisa, memberi kamu bahan pikiran mengenai apa yang pengen kamu ubah (gak bisa juga sih, but one can always dream πŸ˜› )

Kamu akan mengalami banyak banget hal yang akan mempengaruhi hidupmu. You will fight and make up with significant people. Orangtua, kakak dan orangorang yang selalu kamu junjung tinggitinggi saat ini; sahabatsahabatmu sendiri. Kamu bakal mengalami patah hati. Kamu bakal melihat orangorang datang dan pergi dalam hidupmu. Seiring waktu juga kamu akan belajar bahwa dunia itu enggak cuma tentang kamu doang. Akan ada beberapa insiden yang mungkin gak berhubungan langsung tentang kamu. Halhal yang terjadi sama pemerintahan saat ini dan dampaknya yang kamu lihat di TV. Gak pernah nyangka bahwa itu akan mempengaruhi cara pandangmu kan? Yet, it will.

Melalui semua yang kamu alami, saksikan, dengar itulah kamu akan belajar untuk tau apa dan siapa saja yang layak dipertahankan.

Knowing you, aku tau bahwa kamu bakalan bertanyatanya, apakah ada caracara menghindari halhal yang kamu gak mau terjadi? Gimana caranya ngehindarin patah hati, gimana caranya biar bisa terus sahabatan sama si ini anu. Kalo aku boleh ngasih tau, bisa aja sih bilang, “jangan sama si X, nantinya dia bakal begini..” Dan sejujurnya di awal surat tadi udah sempet kepikir, bahwa kalo gw bisa mencegah kamu agar jangan sampai melakukan halhal yang menyakitkan, mungkin kamu bisa mengalami happier teenage years.

Tapi, setelah dipikir lagi, kayanya gak ada gunanya juga karena (1) I know you just won’t listen. Kamu itu harus kepentok sendiri dulu baru ngerti. . (2) suatu hari kamu akan paham bahwa masa lalu adalah apa yang membentuk dirimu di masa depan. Tanpa masa lalu, kamu juga gak bakal punya perbandingan untuk menentukan apa yang kamu butuhkan di masa depan.

Satu bocoran aja yah… Sebagian besar orang yang ada di masa depanmu adalah tementemen lamamu juga, sebagian lagi adalah tementemen baru (yang sekarang udah menjadi gak-terlalu-baru lagi). Selain itu, juga kamu akan ada dalam lingkup keluarga besar yang mudah dicintai, sehingga pada akhirnya gabungan dari semua orang itu akan membuat kamu percaya bahwa barangkali semua akan baikbaik aja.

Jadi, kurang lebih, terlepas dari yang udah ditulis di atas, ini yang juga akan terjadi:

  • Semua berantemberantem sama keluarga, saat SMA, karena kamu doyan bener main di luar rumah, akan berakhir ketika kamu udah naik ke kelas tiga.
  • Kamu akan lulus SMA di tahun ketiga. Jadi, silakan tenangtenang aja menjelang raportan, gak usah sibuk itungitung nilai dan sok manis padahal panik takut gak naik. Kamu akan LOLOS.
  • Kuliah Psikologi mungkin gak pernah jadi tujuan sebelumnya. But, you will have the time of your life there. Hatihati sama mata kuliah yang berhubungan sama itungitungan — seperti Statistik dan Psikometri. Belajar yang bener, kalo gak bener yaaaaaa… kemungkinan kamu akan membuat aku mengulang berkalikali (which I did).
  • Saatsaat jomblo, ada yang ngeramalin kalo kamu bakalan end up sama temen yang udah temenan dari sekarang. Bukan berarti yaaaa, abis itu terus mikirmikir “siape yeeee..” .Β πŸ˜†
  • Kelar wisuda, duit bulanan langsung distop loh, sama nyokap! BURUAN CARI KERJA!!!!!
  • Kerjaan tetap kamu akan menjadi comfort zone sampai tahunan ke depan. Y a s u d a h l a h … *pasrah*
  • Yet, it gives you the opportunity to learn from people around the world and also the chance to go to new places.. πŸ˜€
  • Beberapa tahun setelah diramal sama si temen di atas, silakan kaget karena ramalannya ndilalah bener.πŸ˜†
  • You will be a wife.
  • You will be a mom.
  • You’ll soon-to-be a mother of two.

Lumayan gak?Β 

Tergantung sih, dari caramu bersyukur..πŸ˜› Buat aku, saat ini, semua itu dan keluarga besar serta temanteman sehat udah sangat amat cukup…πŸ™‚

Dan, karena itu, aku datang dari masa depanmu, dua windu mendatang, untuk bilang, thank you and don’t change a thingπŸ™‚

Soalnya, karena kamulah aku bisa menjadi seperti ini sekarang. Mungkin, kalo kamu lebih baik dari sekarang, ceritanya akan beda lagi. Kalo kamu lebih nyantai dari sekarang, juga beda lagi. Still, it doesn’t matter. I’m happy now. πŸ™‚

Mari kita berharap, beberapa tahun ke depan, kita akan menerima surat yang bilang bahwa:

  • Orangtua, suami, anakanak, seluruh saudara dan kerabat serta temanteman sehat semua tidak kurang sesuatu apapun.
  • Kamu juga punya usaha sendiri dari rumah dengan pendapatan lebih dari cukup, investasi berjalan lancar, bisa beli rumah gedegede, punya koskosan, punya TIKI JNE, punya pom bensin…
  • Pernikahan langgeng dan kalian sedang bersiapsiap liburan keliling Eropa.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!

=========================

Topik terakhir adalah dari gw sendiri. Terinspirasi dari obrolan dengan seorang teman.

Hope you all enjoyed the project.. Thank youuuuuuuu all!πŸ˜€

 

 

 

 

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s