.#Day 19: Konsep Pernikahan.

Standard

Di antara semua topik yang disumbangkan oleh temanteman semua, yang paling bikin pusing adalah dari Rachmi Zen. Soalnya gini:

“Apa konsep pernikahan yang mbak jalanin sm suami? Giving? Taking? Or Take And Give?”

Ditanya gitu membuat gw berpikir, dan………………… terus terang, sampe sekarang gw gak nemu jawabannya😛 Dan karena gw juga kawin baru seumur jagung, gw juga gak berani banyak ngomong. Hehehe.

Jadi, kalo ditanya konsep, yaaaaa… kayanya kita gak pernah deh duduk serius untuk ngebahas itu. *cupu*

Standarstandar aja sih. Sebagai manusia, berusaha gak boong dan gak nyakitin satu sama lain, baik lewat perkataan maupun perilaku. Sebagai kepala rumah tangga-pengatur ekonomi, kalo satu terlalu hurahura banget dan pengen makan enak melulu, satu kudu ngerem (ayo tebak, siapa yang mana..😛 ). Sebagai bapak-ibu, berusaha seiya-sekata, mencoba meniadakan good-cop, bad cop. Jadi kalo lagi galak, galak semua.. (pukpuk Sabia dan future adek😛 ). Sebagai suami-istri, berusaha memaksimalkan waktu bareng — bisa pas berangkat maupun pulang bareng atau kadangkadang kencan (udah lama kagak nih, Dals.. *kode*)😛

Sisanya sih gitugitu aja, seperti pasangan pada umumnyalah. Samasama belajar pun dari tementemen yang udah lebih dulu menikah, dari sodarasodara, juga dari orangtua sendiri.🙂 Gak selalu semua berhasil dengan baik sih, trial-and-error gitu..😛

Tapi, mengenai pernikahan ini ada satu postingan Path yang menurut gw menarik untuk disimak:

IMG_2642[1]

Dari situ gw jadi mikir, walopun katanya setelah menikah itu, kita sudah dipersatukan, kayanya kita tetep mesti sadar bahwa kita adalah dua orang yang berbeda. Dengan kebutuhan dan mood yang gak selalu sejalan terus. Di balik masamasa ketawatiwi, pasti akan ada masanya berselisih paham, ngambek, kesel, emosi, sedih, kecewa.

But, still, seize the moment😀

Soalnya, dengan begitu, kita dan pasangan bisa sadar bahwa kita samasama gak sempurna. Mungkin gak otomatis menyempurnakan satu sama lain, tapi barangkali dengan barengbareng kita bisa saling belajar untuk menjadi orang yang lebih baik.

Mudahmudahan yaak..😀

4 responses »

  1. Thank you mbak buat tulisannya ^-^ i love the end of your quote “Soalnya, dengan begitu, kita dan pasangan bisa sadar bahwa kita samasama gak sempurna. Mungkin gak otomatis menyempurnakan satu sama lain, tapi barangkali dengan barengbareng kita bisa saling belajar untuk menjadi orang yang lebih baik”… Semoga pernikahan kita (kita lho maksudnya pernikahan saya-suami dan pernikahan mb sama mas Dals hehe) langgeng… Aamiin….

    nanti saya bikin link nya dari blog saya yaaaah…

  2. Ah, aku suka sekali kata2 di postingan Path itu. Jadi teguran juga untuk diri sendiri yang kadang masih suka menaruh ekspektasi tinggi terhadap pasangan. hehehehe.

    Tulisan yang bagus dan banyak pesannya, hehe. Thanks mba dan salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s