.#Day10: Life Q.

Standard

Ini masukan topik dari Mawi. Sebenernya yah, kan satu orang cuma boleh satu topik, tapi karena  banyak juga yang ngasih topik dikomakomain, jadi dalam satu kalimat ada banyak, jadi ya sutralah. Lagian juga kalo gak diturutin bisabisa topiknya gak nyampe 30 kan akik tengsin dong…😛

Topiknya pertanyaan dalam hidup. Aeh, berat.

Kalo nanyanya ke gw, pertanyaan hidup gw tuh banyak banget, Mar. Aslik. Apalagi ya semalem gw abis nonton The Vow, yang menyebabkan kumatnya separation anxiety yang udah mengakar dari jaman piyik. Jadi topiknya bisa banyak bener deh..

Tapi, karena cuma minta satu, maka yang kepikir sama gw adalah salah satu pertanyaan paling besar yang pernah (dan sebenernya) masih ada di pikiran gw sejak kurang lebih setahun yang lalu (sekarang udah denial). Apakah itu?

Jadi, pada suatu hari, gw melihat suatu tayangan demo sebuah produk. Di situ ada scene yang memamerkan ketangguhan si produk itu dalam membuka lahan. Keren sih visualnya, aslik.

Tapi, yang menjadi pikiran setelahnya adalah gw otomatis teringat bahwa kantor gw juga memproduksi barang yang serupa. Kalo gitu, mungkin kegiatan yang bisa dilakukan dan kekuatan yang bisa dihasilkan juga kurang lebih sama.

Dari situ gw mulai sedikit terusik. Karena kebayang terus bagaimana tayangan si produk X waktu membuka lahan. Terus, gw jadi kepikiran, gimana kalo selama ini, tanpa gw sadari, walopun gw di back office doang, tapi gw juga ada andil dalam merusak alam? Itu dosa gak sih?

Gw inget rasanya resah banget karena takut dan bingung. Karena gw tuh percaya gak ada sesuatu terjadi karena kebetulan. Jadi, ibaratnya, gw bisa mikir sampe situ itu pasti sebenernya udah ditunjukin. Dan kalo udah bisa mikir sampe situ, terus langkah selanjutnya apa?

It’s not that I’m a pure Earth defender juga sih. Gw sering pake tisu berlebihan, juga kadang gak hemat air atau listrik. Tapi, melihat visual penebangan pohon masal gitu ya terganggu juga.

Gw inget sampe terpikir untuk mengundurkan diri dari kantor garagara itu. Padahal tayangan yang gw liat, bukan produk kantor gw juga sih..😛 Lalu, karena gw merasa bingung banget, akhirnya mulai cerita ke beberapa orang terdekat dan mendapat masukan — yang kurang lebih sama walopun orangnya bedabeda.

Intinya, rangkuman dari kata mereka adalah, menjadi bagian dari industri apa pun memiliki kemungkinan untuk kita (secara langsung maupun gak langsung) terlibat dalam kegiatan penggunaan (atau sampai eksploitasi) kekayaan alam.

Mau kerja di perusahaan penerbitan, ya berhubungan dengan penggunaan kertas. Kertas darimana? Hutan. Mau kerja nyelametin ikan paus juga mungkin pas meninjau ke lokasinya, terpaksa gak sengaja mengotori laut dengan bahan bakar kapal yang kita pake. Gitugitu deh.

Terus, gw lupa ini yang ngomong si Dals apa bokap gw, yang jelas ada yang bilang bahwa saat bekerja, dalam industri apa pun, bekerja aja memaksimalkan potensi diri kita di pekerjaan. Supaya, siapa tau, akhirnya kita akan sampai ke posisi yang bisa membuat kita menyuarakan pendapat kita untuk minimalisasi eksploitasi alam. Soalnya, campur tangan dan singgungan kita dengan alam itu gak mungkin dihindari karena kita hidup berdampingan. Jadi kalau gak bisa dicegah, ya diminimalisasi.

Tapi, saat kita berdiri sebagai pribadi, berhubung sudah sampai pada kesadaran tentang alam itu, ya berusaha aja untuk maksimal juga dengan cara kita sendiri untuk menjaga alam semampu kita. Mungkin, sesimpel hemat air, hemat listrik, jangan boros tisu, buang sampah di tempatnya, dan halhal serupa lainnya.

Itu sih pertanyaan besar gw setahun kemarin. Belom kelar banget karena kadangkadang masih kepikiran. Mudahmudahan bisa jadi penghuni bumi yang lebih baik dari hari ke hari.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s