.#Day8: The Nyinyirs.

Standard

Di antara begitu banyak masukan topik, harus gw akui bahwa topik dari Ita ini adalah salah satu topik yang paling bikin gw merasa tertekan. Tertekan bukan karena Ita-nya, tapi karena topik ini membuat gw diteror oleh orangorang yang termasuk dalam topik ini. Ya, tapi karena TEROR udah menjadi bagian dalam pertemanan ini, terpaksalah semua itu kutelan bulatbulat tanpa ada yang memahami *halah*..😛

Tadinya sempet pengen iseng, jadiin topik ini topik ke-30, tapi daripada gw gak selamat ya udahlah.. Mari kita selesaikan dan menjadikan gw berada dalam titik aman pertama. Hahahaha..😆

Seperti udah pernah diceritakan di posting #Day 2, awal perkenalan kita dimulai dari saling mengunjungi blog masingmasing. Kemudian ketemuan. Terus temenan sampe sekarang. Selesai. *kemudian di-remove selamanya dari WA group*😛

Oke, sekarang serius.

Ini mungkin akan menjadi tulisan yang panjang, bisa juga enggak (tergantung mood dan sogokan.. hihihi..), jadi bear with me yaaa…🙂

Kheuseus buat para Nyinyirs, kalo ada yang rada skip, tolong diperbaiki di komen, jangan judesjudes, kasianilah ibu hamil!😛

Jadi, awal perkenalan kita dimulai dari saling mengunjungi blog masingmasing. Dari situ mulailah ada wacana untuk ketemuan. Gw sendiri pertama kali ketemu sama Dee, Teppy dan Sandy. Gw inget malam sebelum ketemuan berempat ini, kita saling ribet SMS-an besok mau pake baju apa, soalnya takut dicela diamdiam di belakang setelahnya. Hahahaha..

Ternyata salah satu keuntungan ketemuan sama temen blog adalah kita udah tau cerita tentang mereka. Jadi, pertemuan itu gak blind date-blind date amat. Entah siapa yang memulai, tapi hari itu mulai tercetus kata The Nyinyirs untuk menyebut diri kita. Karena dari beberapa jam bareng aja, udah keliatan kalo kita berempat itu samasama, uhm, suka mengamati keadaan sekitar untuk kemudian dianalisa. Intinya, BAWEL berjamaah ajah..😛

.noh, muncul lagi..

.noh, muncul lagi..

(Buat Dee, Teps, San, dapet salam dari mbakmbak yang berantem sama cowoknya, terus ninggalin naik eskalator tapi gak dikejar…)

Pendeknya, pertemuan pertama itu mengesankan dan mendekatkan kita lebih jauh lagi. Dari pertemuan pertama yang cuma berempat itu, pertemuan berikutnya menghimpun lebih banyak orang lagi. Ketemuannya di Pancious, kalo gak salah di SenCi juga.

Waktu itu, kalo gak salah gw abis tes mek-ap buat kawinan, jadi sampe sekarang kalo mengingat ketemuan itu, mereka nyebutnya gw ke SenCi pake PAES. Udin giling kali, yang ada gw disangka Minnie Mouse jalanjalan…

Di sini gw ketemu Dee, Tep dan San lagi terus juga ditambah dengan Miund, Joji. Di sini juga pertama kalinya gw ketemu sama Passy, Ibeth (blognya udah er-ha-es) dan Mas Agus.

.harusnya ada Sandy + Dals juga, tapi yastralah gak gerak cepet sih... *padahal yang motoin* :P

.harusnya ada Sandy + Dals juga, tapi yastralah gak gerak cepet sih… *padahal yang motoin*😛

Setelah hari itu, ketemuan berikutnya adalah di pesta kejutan ulang tahun Teppy.

.maap ya, Tep, elonya malah gak keliatan :P

.maap ya, Tep, elonya malah gak keliatan😛

Selanjutnya biarkan fotofoto yang bercerita ya, karena gw udah lupa abis itu ketemuan apa aja. Hihihihi.

.lahiran Sabiaaa... aku terhura deh! :D

.lahiran Sabiaaa… aku terhura deh!😀

.home session @ Konda's.

.home session @ Konda’s.

.Koffie Huis.

.Koffie Huis.

.homses.

.homses.

.play date.

.play date.

.piknik.

.piknik.

.Christmas Dinner 2011.

.Christmas Dinner 2011.

.tour de negeri kabut.

.tour de negeri kabut.

inu's bday

inu’s bday

.borongan ultah @ miund's.

.borongan ultah @ miund’s.

.makanmakan setiap saat.

.makanmakan setiap saat.

.beresberes banjir @ nanita's.

.beresberes banjir @ nanita’s.

.Christmas Din-din 2013.

.Christmas Din-din 2013.

Hosh… hosh…😛

Sebenernya masih banyak banget foto ketemuan dan seseruan lainnya.. Tapi cari sendiri aja ya, di blogblog terkait, seperti punya Nad atau youtubenya Adit (cari aditdanvideo).

Waktu gw melihat ulang lagi fotofoto ini, satu hal yang gw sadari adalah betapa yang dulunya cuma bersedikit menjadi berkembang terusmenerus menjadi pertemanan yang semakin lama semakin besar. Ini karena seringkali siapa ngajak temennya, kemudian temennya jadi main juga sama kita. Ada juga yang ngajak pacarnya, dan otomatis diterima dengan tangan terbuka. Ada juga yang tadinya bawa pacar, ternyata ketika si pacar udah putus, masih main sama kita juga. Jadi itulah kenapa kita jadi rame banget sekarang ini😆

Bagaimana pun caranya, seiring waktu, gw menyadari bahwa pertemanan yang ramai ini pelanpelan bertransformasi menjadi keluarga besar. Benar bahwa kita seriiiiiing banget membicarakan hal gak penting atau sering banget kesannya hurahura dan senangsenang doang, tapi seperti layaknya keluarga, gw dengan bangga bisa bilang bahwa, di The Nyinyirs, ada saatnya juga kami saling mendengarkan dan berusaha saling berkontribusi saat salah satu kenapakenapa.

Dalam keluarga ini, kita juga belajar memahami bahwa kita gak harus melulu ada secara fisik untuk bisa saling ada satu sama lain. Passy di Bandung, Pito di Jambi, Maina di Jogja. Tapi semua saling tau dan semua rasanya juga selalu berharap agar semoga semua selalu ada🙂

Layaknya pertemanan besar pada umumnya, mungkin sulit untuk menjadi dekat secara personal sama setiap orang di dalamnya. Biasanya juga ada clique lagi di dalamnya. Ya wajar saja toh.. Paling kadang sindirsindir dikit kalo ada yang bikin arisan sebelum jalanjalan bareng *lirik Inu*😆

Di The Nyinyirs, ada banyak macemmacem jenis orang. Nyari yang kaya apa?

Kakak tertua yang sering menjadi orang pertama yang dihubungi ‘adikadik’nya untuk minta nasihat walo mulutnya suka minta dicabein, ada. Cicicici cantik yang punya selera cowok kurang umum (dan sering dicela garagara itu), ada. Cewek (yang kelihatannya) manis tapi ribut dan makannya banyak dan hobi belanja terus belanjaannya diumpetin di kebon biar gak dimarahin Eyangnya, ada. Penyiar kondyang yang sering punya gosip yang mengezutkan (dan males dibayangin) secara visual, hyuk. Perempuan kece yang hobinya sapu bersih semua makanan, sampe loyangnya dipangku biar gak ada yang minta, ada. Mau yang suka mewek tapi hobi jeritjerit dan disayang semuanya, ada tuh di Jogja. Juragan saos keju dari surga yang sekaligus kakak iparku, tuh dia orangnya. Perawan sunthi yang beda tipis sama Raisa – si adek semua orang, adin ceu. Duta gadget nasional yang tastasnya selalu membuatku ngeces, ada dong. Cicipo yang pernah naksir Drakula pun kadang ikutan ngobrol di sini.

Walopun mereka yang di atas aja udah gaduh, tapi kalo gak ada yang di bawah ini, rasanya hambar juga sih… Siapa maksudnya?

Seseorang yang selalu niat anehaneh dalam hal dresscode, baik pake baju marinir untuk dreskod hejo, maupun nyangkutin kecap dalam dreskod black & gold. Seseorang yang  tetap disayang walaupun pernah bilang, “kowe ki wedhok opo asu?” – sematamata karena menganut ‘makin kasar panggilannya makin sayang‘. Seseorang yang gak hanya jagoan dan terdepan soal fashion ‘pakupaku’ tapi juga selalu bisa ditelfon kalo mau nanya masalah mobil. Seseorang yang, mendingan kalo kita tau dia dateng, kita pake baju yang jangan mengundang cela deh, daripada abis cipikacipiki langsung ngedrop. Seseorang yang merupakan cikal bakal pejabat teras berhati mulia dan semoga bersih selalu. Seseorang yang manis, partner mimik manisku sampe nunggu ada yang marahin. Seseorang om Amerikah yang kurang paham Bahasa Indonesia dan alihalih dikasitau yang bener malah disasarin. Seorang saudara sedarah yang suka sebar aib adiknya sendiri. Seorang suami yang hobi amat ngomong jorok sama lakilaki yang disebut pertama kali dan sebelum ini. Seorang yang potensial jadi suster infal bagi anakanak kami dan calon warga negara Thailand. Seseorang yang tidak suka nonton infotainment dan bingung kalo kita paham.

Banyak? Udah? Eits.. Masih belom semuanya itu… Karena kadangkadang kami pun kedatangan temanteman kesayangan yang lain. Antara lain, masmas mbois yang doyan nonton konser, sumami-eystri pemilik restoran bistik dan lobster yang sohor, sumami-eystri pemilik restoran ayam, si cantik yang suka bagibagi voucher grup restoran tempat dia bekerja… INI KENAPA MAKANAN SEMUAH?😆

Sejujurnya gw udah lupa kita berteman sudah berapa lama. Tapi, untuk mencapai seperti sekarang, kayanya lumayan lama sih..🙂

Yang jelas, gw bersyukur banget bisa dipertemukan dengan orangorang yang sebaik ini. Takjub juga karena………… sebagian besar dari mereka, dulunya adalah strangers yang bertemu di Internet.

Besar banget harapan gw bahwa pertemanan ini akan bertahan sampai nanti. Karena ‘teman adalah keluarga yang kita pilih untuk diri kita sendiri‘, dan mengutip prinsip ‘Ohana‘, keluarga tidak saling meninggalkan.

Terima kasih ya, The Nyinyirs, sudah menjadi bagian dan memperkaya hidup saya. I know that somehow it won’t be the same without you all. Semoga kita bisa selalu berteman samasama sampai lama🙂

21 responses »

  1. Hahahahha… Wuff you! Bersyukur menjadi bagian keluarga ini, apalagi sebagai anak rantau yang sering kangen keluarga di kampung. Meskipun kita sering digosipkan eksklusip, susah menerima orang baru. Member panti pijet ples-ples kali ah eksklusip! Hahahaha. *tebar-tebar formulir pendaftaran The Nyinyirs* *ok, internal joke*

  2. Oh iya, satu lagi yg priceless dan buat gue kaya ketemuan keluarga daripada temenan, nggak pernah ada rasa canggung bawa anak kalo kita ketemuan, karena diantara kita otomatis mikirin jam yg pas, tempat yg nyaman, dan yg anak kecil bisa makan. Nyinyirs Jr. is on its way😀

    • sebagai emak emak trendy gw setuju sama Ibeth. Tiap bawa anak ga pernah canggung takut anak gw ngerepotin yang laen. Yang ada malahan tau2 digendong Om Pito liat ikan, atau disuapin Om Agus yang keblablasan nyuapin pake sambel (love you Gus), dan anehnya anak kita ga pernah saling berantem sama sekali padahal umurnya ga beda beda jauh.

  3. Reblogged this on Teppy & Her Other Sides and commented:
    Salah satu teman tersayang di The Nyinyirs, neng PetitePoppies, lagi melakukan #30DaysWritingChallenge di mana pembaca dan teman-teman terdekatanya ngasih 30 topik yang berbeda untuk ditulisnya setiap hari. Nah, kali ini Smita nulis tentang sejarah terbentuknya Nyinyirs. Ada banyak jokes internal di sini yang mungkin kalian nggak akan ngerti kalau kalian baca, tapi kami ingin berbagi aja… Ternyata keluarga itu bisa terbentuk tanpa harus lahir dari rahim yang sama. Keluarga ketemu gede ya kayak kami ini. Dan yang random banget adalah level kebrengsekan otak dan jokes-jokes internal kami yang satu frekuensi semua. Asliklah setiap hari group Whatsapp kami udah kayak supply lawak sepanjang hari sehingga walaupun kami nggak semuanya tinggal di satu kota, kami selalu merasa dekat.

    Semoga kalian dan sahabat-sahabat pun bisa terus sama-sama, ya😀

  4. Om amerika suaminya penyiar ya? Sekarang udh pandai bahasa indonesah loh. Udah bisa bedain gapura sama pigura… :)))))

    *peluk semuanyaaaa*

  5. oooooh fotonya rame2 tooooh, AKU KIRAIN MAU PAKE FOTO CLOSE UP MASING-MASING! *aslik, gue tadinya mau ngirim foto gue yang anglenya bagus ke elo*😀

    Kamu menjatuhkan harapanku untuk ngeceng diblog orang. Tegaaaaa!

    aiwufolofyu, Nyinyirs tersayang. Sungguh pertemanan ini sangat komplit…bisa dapat sosok kakak-adik-sahabat-ayah-partner gosip-partner makan-partner belanja-sampai ke bahan celaan setiap saat *zoom in zoom out ke whatsapp group*

    Hatiku hangat baca ini, terima kasih ya sayang udah mau didonder nulis tentang kita. Itu kayaknya masih ada hari yang kosong, nggak mau diisi pakai postingan foto close up masing-masing dari Nyinyirs? :p

  6. aku terharu drakulanya dapet panggung di sini. semoga persahabatan berlanjut sampe nyinyirs junior ya. i love you all. :*

  7. Andai Alm. Aaron Spelling masih ada, mungkin beliau tertarik memproduseri film tentang The Nyinyirs..
    Dijamin, rating2 yg pernah dicapai Beverly Hills 90210, Melrose Place, Models Inc., dll, pasti………….tetep lebih tinggi.. xixixi wkwkwk..
    Tapi produser yang pasti udah jiper duluan adl produsernya Man vs Food.. wiwiwi xkxkxk..
    Seinget gw sih pertemuan Pancious PP (bukan SenCi) ketika penulis bermakeup tebal (lebih kokoh drpd muka Sharon Stone waktu jd musuhnya Halle Berry di Catwoman, kikiki wxwxwx) terjadi sekitar Mei-Juni 2009..
    Jadi yah gampang itungnya udah lebih dr 4 taun..
    Angka 4, ibarat kaki meja, artinya udah kuat n tangguh..
    Semoga terus tambah yg positip2 yah di masa yg akan datang..
    Salam kompak selalu..

    PS: ga ada omongan yg jorok kan pada tulisan di atas..?
    Jadi tuduhan penulis terhadap saya tidaklah terbuktitit..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s