.pissed.

Standard

Jadi ibu itu adalah pekerjaan yang gak selalu mudah.

Jadi ibu di era Internet adalah hal yang lebih kompleks lagi. Bukan hanya karena tantangannya dalam membesarkan anak jadi lebih banyak, tapi juga karena……… persaingan antar ibuibu yang kayanya diadaadain dan #rauwisuwis. Segala macem dijadiin perbandingan, dari masalah lahiran cesar vs normal, ASIX vs sufor, Ibu Rumah Tangga vs Ibu Bekerja, dan masih ada 1001 hal lain yang sebenernya gak penting tapi selalu ada kubukubunya.

Menurut gw, jadi ibu itu gak perlu didramatisir karena emang udah banyak dramanya. Apalagi kalo emang dasarnya udah Drama Queen kaya gw. Jadi, alihalih nanggepin yang gak perluperlu, sejak pertama kali punya anak, gw memilih untuk mendengarkan masukan dari temanteman (baca: ibuibu) yang realistis dan membuat gw merasa nyaman (dalam artian gak terlalu dihakimi walau pertanyaan gw setolol apapun).

Terkadang, kalo yang membuka front adalah perempuan, sesama ibu, gw masih bisa maklum. Bahkan bila apa yang dia omongin bertentangan dengan apa yang gw yakini.

Tapi, kalo yang beraniberani komen soal ‘menjadi ibu’ adalah anak kecil, belom kawin, kebanyakan teori dan harapan mengenai hidup ideal dan/atau apalagi bapakbapak, kayanya menurut gw menjadi agak kelewatan. Sederhana aja alasannya: mereka nggak pernah ngalamin, nggak ngerti, dan nggak berhak untuk bicara selama belum pernah berada dalam posisi yang dikritik – dalam hal ini ‘menjadi ibu‘.

Kenapa sih kadang susah banget untuk paham bahwa semua orang punya pergulatannya sendirisendiri? Semua orang punya alasan sendiri dalam melakukan apa yang dia pikir terbaik untuk saat ini. Dan semua orang memiliki pengorbanannya masingmasing. Dan gak semua orang harus tau apa alasan dan pengorbanannya.

Apa yang terbaik buat satu orang, belum tentu baik buat orang berikutnya. Kenapa sih harus menghakimi orang lain hanya karena dia gak menjalani sesuatu yang menurut lo sungguh baik untuk dijalani?

Jadi, pemicu gw nulis ini adalah karena tadi pagi super kesel karena sesuatu yang berhubungan dengan komentar orang (yang menurut gw kurang ajar sih) mengenai ibu bekerja.

Untungnya, karena gw berteman dengan orangorang yang baik, gw selalu mendapatkan penyeimbang. Salah satu temen baik gw mengirimkan ini:

To the mum who’s breastfeeding: Way to go! It really is an amazing gift to give your baby, for any amount of time that you can manage! You’re a good mum.

To the mum who’s formula feeding: Isn’t science amazing? To think there was a time when a baby with a mother who couldn’t produce enough would suffer, but now? Better living through chemistry! You’re a good mum.

To the cloth nappy mum: Fluffy bums are the cutest, and so friendly on the bank account. You’re a good mum.

To the disposable nappy mum: Damn those things hold a lot, and it’s excellent to not worry about leakage and laundry! You’re a good mum.

To the mum who stays home: I can imagine it isn’t easy doing what you do, but to spend those precious years with your babies must be amazing. You’re a good mom.

To the mum who works: It’s wonderful that you’re sticking to your career, you’re a positive role model for your children in so many ways, it’s fantastic. You’re a good mum.

To the mum who had to feed her kids from the drive thru all week because you’re too worn out to cook or go grocery shopping: You’re feeding your kids, and hey, I bet they aren’t complaining! Sometimes sanity can indeed be found in a red box with a big yellow M on it. You’re a good mum.

To the mum who gave her kids a homecooked breakfast lunch and dinner for the past week: Excellent! Good nutrition is important, and they’re learning to enjoy healthy foods at an early age, a boon for the rest of their lives. You’re a good mum.

To the mum with the kids who are sitting quietly and using their manners in the fancy restaurant: Kudos, it takes a lot to maintain order with children in a place where they can’t run around. You’re a good mum.

To the mum with the toddler having a meltdown in the cereal aisle: they always seem to pick the most embarrassing places to lose their minds don’t they? We’ve all been through it. You’re a good mum.

Sometimes we all need to hear this, and stop Judging each other.

Please share this with all the mummies you know, they may need to hear these words!

Terlihat seperti pembenaran? Terserah. Sebab kadang hanya halhal kaya gini yang bisa meredamkan hati ibu yang lagi pengen makan orang.

I know I may not always be a good mum. But I know I’m a real mum. 

And in real life, one of the things that matter most is respect.

So, the next time you THINK you have a say on other people’s decision/situation/condition, please try to respect the fact that there could be many reasons behind it. Otherwise, you can just shut the fuck up.

One response

  1. Pingback: Being Judged | icharizha