.chitty-chatty too.

Standard

Makin gede, makin macemmacem ocehannya. Ini beberapa contoh yang masih terngiangngiang sampe sekarang.๐Ÿ˜›

Keadaan Lalu Lintas

Garagara baca flapbook Matthew Wolf yang kehidupan di kota (atau apalah judulnya), sekarang Sabia mulai awas dengan keadaan di jalanan. Jadilah kalo kita jalanjalan sering terdengar seperti ini:

“Kok motol palkil di jalan? Di buku ngga boleh!”

Tapi yang paling sering sampe zzzzzzzzzzz… adalah tiap lewat lampu merah:

AYAH! KALO LAMPU IJO BOLEH! LAMPU MELAH NGGA BOLEH!!!!!!

“Kalo lampu kuning?”

PELANPELAN!!!

๐Ÿ˜†

ย Hujan sepanjang hari.

Gw baru pulang kantor di suatu hari hujan yang ujannya udah dari kemaren malem. Sabia buka pintu dan bilang,

“Babem, ujan telus nih. Abia pusing. Di lumah aja. Gak bisa main.”

ย Bengong sejenak sebelom ngakak.

Gembul.

Nonton Fast Food Mania, episode Dunkin Donut.

WOOOOOW… DONAAAT! Mana yang sukaan Iyak? Itu sukaan sapa yang di tivi? Mana sukaan Iyak? Yok, beli donat yok!”

๐Ÿ˜†

Main Bisikbisikan.

Gw suka pengen sok romantis dong ya, main bisikbisikan sama anak – serasa keluarga bahagia di iklan susu batita. Jadilah aku sok manis bisikin Sabia…

Babem sayang Sabia.

Bocil cekikikan, udah kaya anak kecil di iklan susu batita. Lalu bisik balik…

Besok makan Kentaki..

GUBRAK!!!

๐Ÿ˜†

Bawel, berisik, bikin pengen pulang๐Ÿ˜›

Amifyunonattt…๐Ÿ˜›

9 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s