.{late post} Santa who?.

Standard

Berhubung beda umur cuma beda setahun, Sabia dan Caya bisa dibilang sebaya. Semakin ke sini, dua anak perempuan kecil ini jadi rukun banget, bisa anteng main atau ngobrol berdua. Suatu hal yang membuat Naga kadangkadang merasa tersisihkan karena gak ada temen. Hiks. *pukpuk mas Naga*

Suatu hari, sebelum Natal, gw melihat Sabia dan Caya duduk duaduaan dan ngobrol. Karena gw kepo pembicaraan anak kucrit, gw nguping dong. Ternyata seperti ini:

Caya: “Adek Sabia, Adek Bia takut gak sama Santa Claus?”

Sabia: “Nggak.”

Caya: “Tapi mau foto bareng gak sama Santa Claus?”

Sabia: “Nggak.”

Caya: “Oh ga apaapa. Aku juga gak mau foto bareng Santa Claus. Males.”

-___________________-

Ini pada sok asik amat sih bocil?😆

Gw gak tau sih Caya takut atau enggak sama Santa Claus. Tapi, sebenernya Sabia emang rada takut sih. Walopun udah “diperkenalkan” melalui DVD Barney edisi Natal, pernah ketika dia liat Santa Claus di PIM, dia yang terpaku gitu sambil megang tangan gw kenceng banget.

Makanya sebenernya gw agak takjub ketika dia dengan gagah berani bilang: “Nggak.”

Lalu, suatu hari, di acara keluarga besar, Sabia dan Caya lagi asik jalan barengbareng sambil nyanyinyanyi dan narinari, tibatiba terdengar suara bel, “klinting.. klinting..” dan suara “Ho.. ho.. ho!” disertai kemunculan Santa Claus (yang sebenernya adalah sepupu gw). Itu merupakan kejutan buat semua tamu. Tapi ternyata merupakan horor buat sebagian anak kecil… Oh, salah, buat Sabia dan Caya doang.

Sabia langsung mepeeeet banget ke gw dan pegangan super kenceng. Semakin Santa mendekat, semakin kenceng, sampe akhirnya terdengar suara…..

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK!!!!!!!!!!!!!!”

….. dan LONCAT dia ke gendongan!

Hati ini antara pengen pukpuk dan pengen ketawa sih..😛

Udah gitu bukannya membiarkan anak gw menenangkan diri, malah dipanggil pertama lagi!  Ya jelas aja makin histeria dia.. *jambak jenggot Santanya*

Akhirnya Sabia pun ‘diselamatkan’ oleh Ayah Putra dan dibawa agak jauhan dikit sehingga mau buka mata. Sepanjang gw gendong dan terima kado dari Santa, Sabia nempel di badan gw sambil merem! Kasiaaaaaaaaan….😛

Sampe sini gw masih menganggap cuma Sabia yang takut. Karena Naga dengan gagah berani ambil kado. Jadi asumsi gw, anakanak kakak gw gak takut Santa Claus.

Hingga tiba saatnya Caya dipanggil, lalu gak ada yang maju. Lalu ada suara:

“HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

….. dari anak nangis di pangkuan Bubu.

LAAAAAAAAAAAAHHH PIYE TOHHH!!😆

Ternyata kalian gak mau foto sama Santa Claus bukan karena “males” yaaah.. Tapi atuttt..😛

Besoknya, ketika buka kadonya, Sabia dibilangbilangin lagi kalo gak usah takut sama Santa Claus. Karena Santa Claus baik kasih kado. Tibatiba dia bilang,

“Adek Litu juga takut. Abia juga takut. Nda apaapa. Sama.”

Hihihihihihi, langsung inget foto Lituhayu-nya Nita yang histeris di depan Santa Claus.

Yawislah gak apaapa takut. Toh ntar gedenya tau kalo Santa Claus gak ada. Hihihihi.😆

3 responses »

  1. lucu banget deh Sabia & Caya. Tapi kayaknya emang banyak anak2 yang takut deh sama Santa, karena penampilannya yg ga umum kali ya:D Merry Christmas & Happy New Year yaaaa…daan si pembaca setia blog ini pun happy karena udh banyak update-an di sinih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s