.update tentang Pak Raden.

Standard

Udah lama kelewat, tapi gw baru inget kalo gw belom cerita tentang waktu gw dateng ke acara @_PakRaden_ beberapa waktu yang lalu, yaitu #PakRadenNgamen.

Sebenernya sejak cerita gw ngobrol di telepon dengan Pak Raden waktu itu, gw sama si Dals juga sering kepikiran tentang beliau. Karena itu, begitu tau acara ngamen itu terjadi di Sabtu sore dan waktunya memungkinkan, pergilah gw, Dals dan Sabia ke rumah Pak Raden.

Sebelumnya memang udah banyak pihak yang ngumumin acara itu di Twitter, jadi memang gw pikir akan banyak orang yang datang ke sana. Meskipun demikian, tetep kaget dan melongo banget ketika sampe di lokasi melihat begitu banyak mobil dari stasiun TV. Belum lagi, ketika sampe di rumahnya. Acaranya jam empat sore. Kami datang jam empat kurang, tapi rumahnya udah begitu penuh sesak sampe susah gerak.🙂

.rame banget!.

 

Berhubung keadaannya penuh sesak, si Dals bilang, gw aja yang masuk ke dalem supaya bisa ketemu Mas Chusnato dan (syukursyukur) Pak Radennya langsung – sementara dia dan Sabia tunggu di luar. Akhirnya dengan usaha nyempilnyempil, gw pun berhasil masuk ke rumahnya Pak Raden, di antara sekian banyak orang lainnya.

Di dalam rumah, banyaknya orang dan lampulampu sorot membuat suasana jadi panas banget. Sambil nunggununggu celah supaya bisa deket dan salaman sama si Bapak, gw pun liatliat sekeliling. Gw sempet ngintipngintip ke studio lukisnya, dan juga ke jajaran bonekaboneka karakter film Unyil di meja. AAAAAAAKKKKKKK~~~~~😀

Pada akhirnya sih, gw berhasil salaman sama Pak Raden. Horeeeeeeeh! Tapi agak menyesal gak sempet ajak Dals dan Sabia salaman, karena acaranya keburu dimulai.

Pasca acara itu, gw masih sering berkomunikasi sama Mas Chusnato. Lebih ke berbagi seneng karena sekarang tentang Pak Raden ini agak terangkat dan banyak orang yang begitu baik bersedia ikut ambil bagian dalam usahanya mendapatkan hak cipta Unyil.

Dari hasil ngobrolngobrol itu, terus jadi inget sama bonekaboneka karakter Unyil yang gw liat di rumah Pak Raden. Terus yaaaaaaaaaa, masa kata Mas Chusnato, bonekaboneka itu bisa dibuatkan duplikasinya dan bisa kita beli! WHOAAAA!!!! Old skool alert…!!!

.ini loh, hand-made!!.

Kata Mas Chusnato, boneka ini bisa dibuatkan sesuai pesanan dan edisi terbatas. Jadi, misalnya ada yang berminat, Pak Raden bisa dibikinin boneka karakter Unyil apa aja yang kamu mau. Misalnya Usro, Kinoy, Ableh apa yang Orang Gila apa Bu Bariah juga boleh kali ya.. Hihihihi.. *aduh jadi kangen mereka..*

Tapi, ya berhubung dibuat secara manual alias hand-made, tentunya untuk pembuatan bonekaboneka ini perlu waktu…🙂

Terus, selain bonekaboneka, bukubuku dan lukisanlukisan seperti yang sudah gw ceritakan sebelumnya, sekarang kita juga bisa berkontribusi dengan membeli kaoskaos ini…..

 

 

Keren yah!!!!😀

Yang berminat (sama boneka karakter Unyil dan kaos Pak Raden) bisa loh, langsung pesan ke Mas Chusnato a.k.a @labulucu atau kirim email ke chusnato.sastra@gmail.com .

Hihihi. Gw jadi inget, Si Sabia punya kaos Pak Raden kecil untuk anakanak. Sayang, gak ada fotonya di sini. Ntar deh kapankapan kasih liat. Yang jelas idung gw kembangkempis jumawa bener waktu si Mbaknya nanya, “Bu, emang itu kaosnya beneran langsung dari Pak Raden yang dulu sering gambar di TV itu?

Jawaban gw: “IYA DOOOOOOOOOOOONG!”😆

Hihihihihihihi..

Eniwey, satu hal yang gw kagumi dari para aktivis yang gak capek memperjuangkan hak cipta Unyil buat Pak Raden adalah………. ya, itu, gak kenal capek. Hehehe. Dan cerita yang gw dengar adalah mereka terusmenerus menyemangati Pak Raden untuk terus berkarya, bahkan sampai seusianya yang sekarang. Mereka membuat gw menyadari bahwa segala hal yang kita lakukan dengan cinta gak selalu bisa dinilai dengan uang, tapi akan memberi kepuasan tak ternilai pada hati – dan mungkin memberi manfaat bagi orang lain tanpa kita sadari.

🙂

Saya gak bisa banyak berkontribusi dalam gerakan dan perjuangan mereka. Yang bisa gw lakukan hanya ceritacerita seperti ini, dalam blog ini. Mudahmudahan untuk sementara cukup, walaupun saya tau masih jauuuuuuh banget dari cukup.

Semangat terus ya, Pak Raden, Mas Chusnato dan semua timnya🙂 Semoga kisah “Bapak Gepeto dari Petamburan” ini memiliki ujung yang manis. Amin.

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s