.mini but mine: dak jemur.

Standard

Apa kabar, Mini?

Tetep asoy.. , katanya.

Tetep asoy karena udah hampir kelar nih ruang belakangnya. Kurang asoynya adalah karena masih perlu perbaikan terutama di kamar mbak, yang masih ada bekas rembesan bocor. Pun halnya di beberapa bagian belakang yang baru direnovasi itu. Jadi masih perlu dibenerin lagi.

Lambret ya booookk… *keluh*😦

Melihat Sabia semangat dan gembira larilari sanasini kalo kita lagi main ke MiniButMine itu membuat gw nyesssssss…. Bawaannya pengen mulai pindah. Pengen pelanpelan ngisi, mulai nempatin misalnya pas wiken doang, mulai iniitu (tanpa mengindahkan kenyataan di tabungan😛 ).

Tapi kemudian si Mister Realistis kembali menyadarkan gw pada kenyataan.

Yaitu……………. rumah belakang yang tempelan sama kita lagi dibangun. Belom kelar aja gitu. Dan dibangunnya tingkat, yang berarti ada kemungkinan debudebunya bakalan jatoh ke bagian belakang rumah gw. Di mana jadinya potensial udara buruk buat penghuni rumah. Huuhuhuhuhuhuhu…

Akhirnya si Dals menawarkan pindahannya terpaksa ditunda sampe rumah belakang kelar, terus rumah kita dibersihin sama tukangtukang rumah belakang, baru deh pindahan.

Yang mana gak tao kapannn..😦

Tapi kalo kata temen gw sih, masuk akal.

(Tentu saja si Dals lebih sering masuk akal daripada gua..)

Yah, baiklah. Sekalian buying time buat belibeli isi rumah deh….. Hiks. Hiks.

Eniwey, ini dari tadi belom membahas bagian dak jemurnya ya, padahal judulnya itu😛

Jadi, dak jemurnya udah jadi, dan sudah diberi canopy. Yang lebih mengharukan, canopynya dibuat panjaaaaang hampir menutupi seluruh bagian tangga, jadi supaya mesin cuci (yang rencananya di bawah tangga) gak bakalan kena tampias. Aaaaaaaaak, aku terharu deh dengan inisiatif Pak Asep Canopy yang canggih.

Dengan adanya canopy itu, ruang belakang jadi lebih adem sih. Lebih temaramtemaram gitu. Tapi seperti biasa gw jadi bingung masang lampu di tempat jemuran bagemana ya caranya. Kikikikkk..😛

Intinya… gw jatuh cinta sama si dak jemur ini…

 

.mendung nih.. hehe.

 
Seumur hidup gak pernah nyangka deh bakalan jatuh cinta sama dak jemur. Hampir aja gw kasih nama😆
 
Dengan adanya tangga di rumah gw, mulai sekarang, kalo ada yang bilang mau nginep gw bisa bilang,
 
“Boleh, nanti tidurnya di lantai dua ya… “
*kemudian ketiup angin*
 
Hehehehehehehehehe..
 
Demikianlah kisah dak jemurku. Semoga terus membuatku jatuh tjinta.
 
Mwah.

 

5 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s