.terapi jalan kaki.

Standard

Selain nangis, satu hal yang juga gw anggap sebagai terapi adalah jalan kaki. Tanya sama tementemen SMA gw, niscaya mereka akan dengan bahagia membongkar aib kalo gw pernah jalan kaki sepanjang Fatmawati waktu gw patah hati *yikes!*.

Jalan kaki sendirian memberi gw ketenangan batin. Karena selama jalan kaki itu, gw bisa membebaskan otak, penglihatan dan hati gw untuk bereksplorasi sesukanya. Dari situ gw bisa mendapatkan rasionalisasi akan halhal yang sedang memberatkan pikiran dan hati gw, dan hasilnya hampir selalu bisa mendapatkan banyak pencerahan yang bikin lebih tenang.

Tapi, terlepas dari kegiatan-itu-diidentikkan-oleh-tementemen-gw-sebagai-usaha-gw-nyembuhin-patah-hati, gw selalu merasa terapi jalan kaki itu bagai sambil menyelam minum air. Jadi, udah bikin hati tenang, dia juga bikin badan gw lebih sehat dong seharusnya. Ya kan?

Eniwey, semalem, gw melihat temen gw nge-ReTweet temennya yang bilang bahwa resolusinya tahun 2012 adalah mau jalan kaki setiap pagi. Melihat tweet itu, gw langsung terhenyak.

Terhenyak karena sekarang ini, gw tidak lagi melakukan terapi jalan kaki yang pernah gw banggabanggain itu. Terhenyak karena menyadari bahwa justru sebenernya makin ke sini, gw semakin perlu menjaga kesehatan tulangtulang gw, apalagi mengingat sekarang ini dia makin sering angkat beban (baca: gendong anak😛 ). Terhenyak karena bahaya osteoporosis bisa mengintai siapa saja (khususnya perempuan!), datang tibatiba dan merusak mimpimimpi siapa saja. Tapi terutama terhenyak karena….. hal simpel, seperti jalan kaki demi menjaga kesehatan tulang aja, sebenernya butuh komitmen yang tinggi.

Gw jadi mikir deh. Kenapa lama banget untuk nyadar bahwa badan kita ditopang tulangtulang yang selama ini bekerja keras dan karenanya perlu dipelihara? Kenapa kalo olahraga tuh pikirannya cuma fokus ke perut rata melulu.. :P Padahal demi tampil makin ciamik kadang perlu didukung oleh sepatu hak tinggi, dan kalau udah pake hak tinggi itu artinya….. tulang kaki bekerja ekstra pula buat menopang badan kita.. (apalagi kalo pake sepatu hak tinggi sambil gendong anak *tetep*)😛

Garagara itu, gw jadi browsing seputar kesehatan tulang. Dari situ, gw menemukan bahwa ada suatu gerakan namanya #IndonesiaMelangkah , dari susu Anlene, yang udah ada sejak tahun 2007. Ini adalah gerakan yang mengajak masyarakat jalan sepuluh ribu langkah secara massal. Begitu tau tentang hal itu, jadi seneng karena… heeeey, berarti terapi jalan kaki yang gw banggakan itu udah sejalan dong dengan kegiatan memelihara tulang?!😀

 

 
Garagara lihat foto itu, tumbuh lagilah semangat gw untuk kembali mengaplikasikan si terapi jalan kaki. Bukan hanya saat sedih, tapi….. kapan saja bisa. Dan gak lagi sendirian (terus identik sama patah hati – cih!), tapi bisa juga ajak anak dan suami! Ihiyy!
 
Maka, kembali ke ReTweet-an temen tentang jalan kaki setiap pagi itu. Mungkin gw gak akan plekplekan mencontek resolusi 2012nya, karena setiap tahun resolusi saya cuma satu: memberi yang terbaik yang bisa saya berikan.
 
Tahun depan, saya mau nambahin untuk memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan….. ke diri saya sendiri dan ke orang lain. Karenanya, sebagai langkah awal, buat tementemen yang juga berminat, nih saya bagi link www.tulangsendisehat.com untuk dilihatlihat sebagai upaya hidup sehat.
 
Orang bijak pernah bilang, “sepuluh ribu langkah dimulai dengan satu langkah.” Pun halnya dengan masa depan indah. Karenanya, mari kita mulai satu langkah kita menuju hidup sehat dan bahagia…..
 
…..hari ini juga🙂
 
 

3 responses »

  1. iihh..samaaa..rasanya klw stres itu bisa ilang klw jalan kaki…walo gw ga addict2 banget sama jalan kaki, tpi tiap kepala pusing, mikirnya pasti harus jalan kaki supaya sakitnya ilang…hihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s