.”…mereka hanya menjadi anak kecil satu kali saja.”.

Standard

Ini adalah suatu artikel doa yang gw dapet dan baca dari Warta Matius, yaitu selebaran mingguan gereja gw. Pas selesai baca, langsung mencelossss banget hati gw karena isinya baguuuuuuuuus banget, dan karena itu mau gw bagi di sini. Gw melakukan edit sedikit, sematamata supaya sebutan Tuhan bisa lebih universal bagi yang membaca.

Buat sesama orangtua, baru maupun lama, mudahmudahan doa/artikel ini bisa menjadi reminder bahwa waktu terus berjalan. Dan jika kita tidak memiliki kemampuan untuk mengabadikan waktu, maka semoga kita bisa memanfaatkannya sebaik mungkin…

Apapun itu, semoga tulisan di bawah ini bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan🙂

.Doa Mulia Orangtua Muda.

Tuhan, mereka hanya menjadi anak kecil satu kali saja. Oleh karenanya, ya Tuhan, berilah aku kebijaksanaan untuk membimbing mereka ke jalan yang harus mereka ambil. Sebab aku tahu bahwa mereka tidak pernah bisa kembali dan berjalan ke jalan itu dengan aku lagi.

Tuhan, berilah aku kebijaksanaan untuk membimbing kaki mereka sehingga suatu hari nanti mereka akan bisa berjalan sendiri.

Tuhan, mereka hanya menjadi anak kecil satu kali saja. Karenanya ya Tuhan, beri aku waktu menikmati hari-hari yang ada kini bersama mereka. Sebab aku tahu bahwa setelah mereka dewasa, aku tidak akan pernah memiliki kesempatan lain untuk membacakan sebuah buku cerita seperti yang aku lakukan sekarang ke mereka.

Aku tahu, Tuhan, bahwa aku takkan pernah lagi memiliki kesempatan untuk menonton mereka di sebuah drama sekolah atau bernyanyi di gereja, atau melihat mereka menangkap ikan untuk pertama kalinya atau bahkan memukul home run mereka yang pertama.

Tuhan, ingatkan aku bahwa dalam waktu sibukku, aku dapat meluangkan waktu untuk bersenang-senang dengan anak-anakku.

Tuhan, mereka hanya menjadi anak kecil satu kali saja. Oleh karenanya, biarkan aku menjadi orangtua yang penuh kasih. Jadikanku orangtua pengkoreksi dan bukan penghukum, pemberi penjelasan dan bukan pemarah. Biarkan aku tahu kapan untuk memperbaiki tingkah laku mereka dan mengarahkan mereka untuk melihat ke berbagai arah.

Tuhan, ajar aku bersabar dan jadikan tanganku lembut untuk membentuk mereka menjadi orang yang lebih baik.

Tuhan, mereka hanya menjadi anak kecil satu kali saja. Oleh karenanya ya Tuhan, ajarlah aku menjadi guru dan teladan yang baik.

Taruhkan di mulutku kata-kata dan perbuatan yang benar untuk mengajar mereka.

Tuhan, mereka hanya menjadi anak kecil satu kali saja. Oleh karenanya, ajarkan aku untuk melakukan yang terbaik bagi mereka selagi aku masih memiliki kesempatan.

Inilah doaku kepada-Mu ya Tuhan. Di dalam nama-Mu, aku berdoa dan mengucap syukur.

Amin.

11 responses »

  1. Pingback: .”…mereka hanya menjadi anak kecil satu kali saja.”. (via . love . laugh . life .) | anandaism

  2. Pingback: .m e l l o w w e e k e e n d. « . love . laugh . life .

  3. Dear mbak poppies, masuk ke blog mbak, nemu post yang ini eventhough kita berbeda agama, tapi jujur doanya bagus sekali, jadi berkaca-kaca pengen cepet pulang ketemu my baby boy Fabian. thanks for shaing 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s