.paduan suara.

Standard

Gw itu diberkahi kemampuan mengingat halhal gak penting sampe lamaaaa banget. Dan meskipun gak sertamerta langsung inget, tapi ada halhal yang lagi bengongbengong tibatiba.. “TING!” inget.

Kemaren, lagi bengongbengong, tibatiba gw inget cerita gw waktu kelas 5 SD. Jadi anggota paduan suara di sekolahan. Unlike the legendary Rama, this is a true story.

Jadi, dulu waktu SD sempet ada guru kesenian baru. Dia bersemangat membawa pembaruan di sekolah gw, dan akhirnya membentuk paduan suara cewekcewek dari (kalo gak salah) kelas tiga – kelas enam SD. Kenapa cewek doang ya yang dipilih? Hmm.. mungkin kalo milih cowokcowok takut suaranya ada yang lagi pecah.

Eniho, seleksinya cukup ketat (nggak juga sih, biar drama ajah..). Disuruh nyanyi dan ngetes suara kita bisa sampe berapa oktaf.. Pendek kata, yang suaranya bagusbagus aja yang bisa masuk. Termasuk, *uhuk*, yours truly. 😀

Latihan paduan suara itu sering dilakukan di beberapa jam pelajaran terakhir atau pulang sekolah. Dilatih sama orangorang yang kayanya cukup kredibel pada jamannya. Pokoknya seru deh, berasa penting. Kemudian, kita diikutin lomba. Di lomba perdana ini, paduan suara ini juara harapan 1.

(Jadi ya, kalo jaman dulu, ada juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1 alias peringkat 4, harapan 2 alias peringkat 5 dan harapan 3 alias peringkat 6)

(…. yang sebenernya mungkin tujuannya nyenengnyenengin aja yah?)

(Eh, gw pernah dong jadi juara harapan 1 lomba berenang, tapi pesertanya cuma lima orang.. HAHAHAH.. –> but that’s another story.)

Gw masih inget lirik lagu yang membuat kita menang waktu itu. Judulnya Rumah yang Manis. Lagu itu bercerita tentang keluarga yang seneng pindah rumah dan berharap kedamaian selalu menyelimuti rumah itu. Ini liriknya:

Selamat datang, Kebahagiaan / Saat ini aku menerima / Sesuatu yang lama kunanti / Kini datang / Menyentuh jiwa….

T’lah kucoba / Untuk mencari / Rasa damai yang dulu tiada / …. (trus lupa)

Reff: Rumah yang manis / Rumah yang manis / Damai, damailah di dalamnya….

dsb

It’s quite….. an unknown song, actually. 😛

Eniwey, prestasi menjadi juara harapan satu di lomba pertama ini tentu membuat tim paduan suara ini menjadi kebanggaan sekolah. Ibarat kate, diasah dikit lagi nih bisa jadi juara 3, 2 atau bahkan 1.. Uwoh!

Maka, saking bangganya, tim paduan suara ini jadi sering dipamerin. Berhubung belom ada lomba lagi dalam waktu dekat, akhirnya dipamerin kapan saja. Pas upacara, pas penilik datang, dan sebagainya.

Suatu hari, sekolah gw akan kedatangan ketua yayasan gitu. Sudah tentu ini kesempatan yang baik untuk menampilkan tim paduan suara kebanggaan. Supaya cangcing, kita latihan rutin itu lagu andalan. Sampai tibatiba di hari H, ketika satu tim udah siap dengan kostum manggung, berhembuslah rumor bahwasanya………

……. kedatangan ketua yayasan tersebut ke sekolah gw saat itu adalah kunjungan terakhir karena dia mau pindah dan digantiin.

Sertamerta semua pengasuh tim paduan suara panik. KARENA APAH!??!?!

…….. sayupsayup terngiang di telinga kami semua, lirik lagu kebanggaan. Dan kirakira apa reaksi sang ketua yayasan YANG MAU PINDAH DAN DIGANTIKAN ORANG LAIN SAAT MENDENGAR LIRIK INI….

Selamat datang, Kebahagiaan / Saat ini aku menerima / Sesuatu yang lama kunanti / Kini datang / Menyentuh jiwa….

T’lah kucoba / Untuk mencari / Rasa damai yang dulu tiada / ….

Semua.

Langsung.

Lemes.

Tapi, karena enggak ada waktu lagi dan gak mungkin latihan lagu lain, akhirnya semua pengasuh (dengan wajah cemas) mencoba meyakinkan kami, para serdadu yang maju ke medan perang, untuk tetap semangat.

“Udah, nanti yang penting, pas bagian reff-nya, kalian ekstra ceria, supaya mereka tau ini lagunya tentang apa!”

Oh well.

Dan diputuskan untuk nambahin satu lagu lagi (yang kita semua udah default bisa juga) setelah lagu itu, supaya kesan terakhir yang ditinggalkan bagi ketua yayasan yang mau pindah itu bukan si Selamat-Datang-Kebahagiaan tersebut.

Ketika kita mulai nyanyi, kayanya semua mukanya tegang. Entah perasaan gw doang atau enggak, yang jelas mereka sempet bingung juga sama lagunya, dan mukanya baru senyum pas bagian reff. Mungkin karena tau bahwa kebahagiaan itu datang karena pindah rumah bukan karena ketua yayasan digantiii..😆

HAIHAIHAIHAIAHIAHIAHIAHIA.

Benerbener yah, idup gw adaada aja!

Yah, demikianlah kisah pagi hari mengenai pengalamanku jadi anggota paduan suara. Semuanya dapet salam dari piala yang ada di kamar gw.. HAHAHAHAHA..

Have a nice day!😀

4 responses »

  1. HAHAHAHHAHAHAHAHAH untung ketua yayasan lo bukan gue, kalo gue pasti udah RATU BANGET dan nangis sesenggukan di tempat karena tersinggung tingkat tinggi =))))))))

    KENAPA SIK LO SELALU NYERITAIN YANG BEGINI BEGINIAN???? GUE KAN JADI KEPANCING AH!

    • HEH. Yang ada juga lo dalam hati bersyukur karena lo jadi bisa nyalahin gw kalo lo ngeluarin aibaib lo yang banyak itu.. HAIHAIHAIHAIHAIA.. *lempar tutu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s