.ketika The Rookie Mama bertemu The Urban Mama.

Standard

Pertama kali mengenal The Urban Mama itu kira-kira waktu usia kehamilan saya mulai mendekati tujuh bulanan. Awalnya, semua berasal dari excitement yang muncul karena sebentar lagi udah mulai boleh belanja barang-barang bayi. Dari hasil googling sana-sini, terdamparlah saya di forumnya.

Sebenernya kalo gak salah, waktu itu saya cuma lagi nyari info tentang stroller mana yang harganya terjangkau tapi bikin semua pihak bahagia. Tapi, akhirnya yang ada setelah kelar baca-baca Stroller Story, saya malah menghabiskan berjam-jam lagi untuk ngebacain topik-topik lainnya😛

Sejak itu, The Urban Mama udah kaya kitab buat saya. Dari breast pump sampe cooler bag, dari bottle sterilizer sampe clodi, selalu saya cari dulu reviewnya di situ sebelum memutuskan mana yang paling tepat untuk dibeli. Kebiasaan ini pun menular ke si Dals, suamiku. Sehingga gak jarang ya, walaupun udah di tokonya dan kandidat barang yang mau dibeli udah di depan mata, kita sempetin bisik-bisik dulu,

“Kalo kata The Urban Mama gimana?”

….. dilanjutkan dengan browsing dari HP, saat itu juga!

Hihihihi.. Maklummm.. Rookie parents! 😉

Seiring jalannya waktu, ketertarikan saya sama The Urban Mama gak cuma sebatas di forum aja. Karena di dalamnya juga banyak artikel-artikel seru yang akhirnya nambah pengetahuan. Dari yang ngajak bayi kecilnya nonton konser, info bahwa bau ASI bisa membantu bikin anak kita lebih tenang, sampai hal-hal mendasar seperti bagaimana melakukan manajemen ASI sebagai ibu bekerja, juga mempersiapkan makanan pendamping ASI kelak.

Tapi di atas semuanya itu, yang membuat saya selalu kembali bukabuka The Urban Mama adalah karena website itu membuat saya merasa tidak sendirian.

Selalu ada ibu-ibu baru di berbagai kota besar, yang mengalami hal-hal yang juga saya alami saat ini. Selalu ada ibu-ibu yang lebih dulu mengalami hal-hal yang saya alami saat ini, yang tidak keberatan untuk berbagi pengalamannya supaya saya (dan sekian banyak ibu-ibu baru lainnya) dapat belajar dan memberikan yang terbaik untuk anaknya masing-masing. Dan semuanya saling menyemangati satu sama lain, tanpa kesan menggurui. Sehingga bahkan silent reader seperti saya pun merasa seperti punya support group yang bisa diandalkan untuk menjawab berbagai pertanyaan dan meredakan berbagai kekhawatiran yang ada di kepala.

Ada kutipan dari Musdalifa Anas, salah satu featured urban mama, yang bener-bener menginspirasi buat saya. Dia bilang begini,

Bagi saya, menjadi full time mom atau working mom adalah suatu pilihan. Tapi menjadi ibu, bukan lagi pilihan, tapi tanggung jawab.

Dan atas nama tanggung jawab itulah saya selalu kembali dan kembali lagi ke The Urban Mama, untuk mencari dan mendapatkan informasi terbaik untuk anakku. Dengan harapan sederhana, supaya kelak The Rookie Mama ini pelan-pelan bisa jadi The Not-So Rookie Mama dalam upayanya menjadi ibu yang baik untuk Sabia..🙂

Selamat ulang tahun, The Urban Mama! 

Terima kasih atas kehadirannya selama ini dan semoga tidak pernah lelah untuk berjalan bersama kami :)

8 responses »

  1. semoga kamu menang kontes menulis ini ya mama😀 you’re an amazing mom! *hugs*

    buat website TUM, gue juga udah sering ngintip loh haahahahaha tapi belom jadi mamaaaa😀 gapapa yak!

  2. @ miund: hihihih amiiiiiiiin… makasih sayaaang.. kamu pun akan menjadi the coolest mom evah! :*

    @ mrs.arrazaq: iyaaaa.. ayo dong ikutan juga biar barengbareng.. hehehe.. memang ya emakemak baru seperti kita perlu banyak contekan😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s