.lovetweets.

Standard

Pada suatu hari, Mel, sahabat saya yang satu itu lagi kumat giat menulis dan dia menulis tentang pernikahan dan cinta di twitternya.

Tiga yang saya favoritin berbunyi begini:

towwwaaaa

Suatu hr, ada yg bertanya sama saya, tipe cowok saya itu spt apa. Saya bilang, enggak ada. I just know it when I met the right one

towwwaaaa

Marry your bestfriend, not your idol. Marry someone that can be your partner to face all the problems in the marriage world.

towwwaaaa

Menikahlah dengan orang memang kita cinta. Jadikan mereka sahabat, karena sahabat sejati tidak akan saling menyakiti.

Masih banyak sih tulisannya.. Cuma yang tiga itu membuat gw berpikir lebih dalem lagi.

“I just know it when I met the right one”

“Kriiiikkk…” kata sebagian orang.

Enggak banyak yang percaya sama kalimat super klise ini. Tapi kalo dipikir lagi, mungkin gak bisa diterjemahkan seliteral itu. Barangkali “I just know it when I met the right one” memang gak seinstan itu. Mungkin bukan dengan cara seperti di film, di mana sekali tataptatapan lo berdua samasama langsung tau bahwa, “ini dia nih jodoh gw!”.

Mungkin kita jadi “merasa” bahwa orang ini adalah The One, justru karena setelah dijalanin, kita merasa segala hal dimudahkan. Pintupintu kesempatan dibukakan dan semua lebih terasa lancar dibanding hubunganhubungan sebelumnya sehingga kita gak punya alasan untuk gak bersama orang itu seumur hidup.

Dari pertandapertanda itulah kita jadi “tau” dan percaya bahwa kita sudah bertemu orangnya.

Marry your bestfriend, not your idol.

“Menikahlah dengan orang memang kita cinta. Jadikan mereka sahabat, karena sahabat sejati tidak akan saling menyakiti.”

Ini yang barangkali orang udah bosen baca di blog gw. Karena gw sering banget bilang bahwa kita harus bisa membedakan apakah beneran “sayang” atau cuma “kagum”.

Dengan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, kita bisa menjadi diri kita sendiri. Kita gak perlu jaim, gak perlu takut terlihat bodoh, kita bisa merasa setara. Kita melakukan berbagai hal atas dasar ingin membuat satu sama lain samasama senang.

Sedangkan dengan orang yang kita kagumi, hubungan itu gak setara. Kita menempatkan orang itu di atas kita, kita memaklumi kalau dia gak memperlakukan kita dengan baik – sematamata karena biasanya idola gak pernah salah. Kita berusaha keras supaya kita gak malumaluin buat dia dan karena itu mungkin kita gak menjadi diri kita sendiri lagi.

Sebelum gw sama Dals pacaran, dia bukan sahabat gw. Kita memang udah lama kenal, tapi menyebut dia “sahabat” gw dari dulu adalah berlebihan. Kita cuma berteman baik ajah.

Pada awal pacaran pun gw sempet jaim tapi kemudian inget bahwa dulunya kita temenan jadi gak guna juga jaim. Dan sebenernya kan mayoritas orang jadian kan gitu, awalnya pasti temenan dulu.. Jadi sebenernya ya gak usah terlalu jaimjaim amat kali yaa…

Karena, seperti kata Mel bilang, menikahlah dengan orang yang bisa menjadi teman kita. Sebab, selain mampu membuat kita kagum dengan caranya sendiri, mereka juga akan mampu membuat kita ketawa lepas, gak merasa sendirian, dan percaya bahwa segalanya bisa dijalani samasama.

Barangkali memang kita sebaiknya memilih orang yang bisa membuat kita merasa cukup nyaman untuk menatap mata mereka dan ketawa samasama. Karena, seperti ada yang bilang, at the end of the day, all you need is someone who can make you laugh….. ๐Ÿ™‚

Satu hal yang kemudian gw diskusikan sama Mel juga mengenai lopelopean ini, dan kali ini ingin gw masukkan ke postingan ini supaya dibaca sama seseorang yang gak usah gw sebut nama tapi konon sedang bimbang dan ragu masalah lopelopean๐Ÿ˜›

Cut the Bullcrap: Pastikan bahwa pasangan kita tau harapan kita mengenai tujuan hubungan itu.

Kalo emang tujuannya hepihepi dan senengseneng pacaran aja, pastikan bahwa dia juga pengennya gitu. Kalo pengennya nikah, ya pastikan bahwa dia juga mempertimbangkan kita sebagai partner seumur hidupnya. Kenapa? Ya supaya gak ada satu pihak yang merasa dirugikan, ngerasa digantungin atau dipaksa melakukan sesuatu yang dia gak mau.

Akan lebih mudah dan hemat waktu kalo tujuan sudah sama. Karena artinya tinggal mencari jalan dan jalan samasama untuk mencapai tujuan itu. Artinya kalo belom orientasi nikah, bisa polpolan untuk cari jalan supaya bisa ngelakuin apapun yang kalian mau samasama. Sedangkan yang udah orientasi nikah, bisa cari jalan untuk mulai nyiapin ke arah sana juga. Ketika tujuan kita sudah sama, kita gak akan menghabiskan waktu untuk “menyamakan persepsi tujuan” lagi karena sudah sampai tahap “menyamakan langkah untuk jalan samasama”.

Dan satu lagi, kalo kita udah pengen membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih tinggi, sebisa mungkin jangan terlalu buta dengan “kita jalanin aja dulu..” Tetep harus dirasakan apakah “jalan”nya udah sejalan dengan harapan kita atau malah jalan di tempat aja?

Hehehehe..

Ini cuma serangkaian pemikiran yang muncul setelah baca lovetweets-nya sahabat saya. Tentunya diolah dengan hasil pemikiran dan pengalaman, baik pribadi maupun pengamatan ke tementemen yang lain. Masalah benar atau salahnya tentunya kembali ke masingmasing.

Semoga semua berjalan indah yaaa..๐Ÿ™‚

6 responses »

  1. i love you for writing this!

    thank you for voicing out what i’ve been thinking. and yes, gue agak ‘against’ perkataan: ‘ya kita jalanin dulu aja’. it’s like… menunda sesuatu yang ga jelas ujungnya. makanya gue lebih suka dengan ‘we’re working on it’, karena working on something takes patience, blood sweat and tears. buat gue, ‘jalanin aja’ itu sinonim sama ‘liat entar lah’ which is only appropriate when uttered by anak SMP yg baru mulai pacaran hahahaha…

    oh well, thanks for inspiring, gw jadi pengen bahas juga di blog๐Ÿ™‚

    Mwah!

  2. *diucapkan ala komentator pertandingan bola* “…Sekali lagi sodara sodara, sebuah tulisan yang rrrrruuuuaaaarrrrr biasa dari Neng Poppies…”
    Kasih PR ato tugas ah..
    Gimana pendapat Neng Poppies tentang kalimat ini: if you can’t be with the one you love, love the one you with..

  3. @ miund: hihihi.. mberrrr, emang kita anak SMP yaaa???

    @ F.X.M.E.Putra: if you canโ€™t be with the one you love, love the one you with.. itu ibaratnya aku gak bisa sama Owen Wilson, dapetnya kamuuuu.. hihihihi.. KECUP!!!

    @ marisantosa: they call me mister lopelopeeee.. bombastic semi fantastic!๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s