.Earth Hour 2010.

Standard

Karena tahun lalu kita lagi sibuk urusurus kawinan dan akhirnya menghabiskan Earth Hour di Warung Pasta, tahun ini si pasangan cinta bumi berusaha ikutan berpartisipasi ikut matiin lampu. Oleh karena itu, minggu lalu, kita pulangpulang langsung tertib mandi dan sikat gigi, terus masuk ke kamar Dals setelah si Dals matimatiin lampulampu di kamarnya.

Gelap deh.

Krik.. krikk..

Layaknya lagu Slank, Si Dals pun ambil gitar dan mulai memainkan lagu lama yang biasa kita nyanyikan* (*adalah teksnya Terlalu Manis). Udah gelapgelap, genjrenggenjreng gitar, gw berasa pengen keluar rumah dan nyanyi Lir-Ilir.. Hahaha.

Lima menit berlalu, dasar gw rada eror, gw pun mulai mainan Twitter. Meskipun bertanyatanya, kalo Earth Hour maenan henpon sebenernya “aci” gak sih?😛 Tapi ya sudahlah, yang penting gak make listrik.

Maka mulailah gw melakukan live-tweet kegiatan MudaMudi yang lagi gelapgelapan itu. Sambil sesekali terdengar pembicaraan dodol seperti ini:

“Dir, kenapa ya aku kalo gitaran terus nyanyi tuh pasti nada pertamanya suka off-tune.”

“Coba!”

Dan sumami saya pun menyanyi. Oke, nada pertamanya agak selip sih.. Tapi sebagai estri yang manis, aku pun mencoba mendengarkan nada kedua, nada ketiga hingga Reff-nya.

Uhhhhhhhm……

*_*

… kemudian dalam hati mencatat, bahwa sebenernya pilihan sumami untuk jadi pemain drum kalo nge-band itu sudah keputusan yang amat tepat!

HAAHAHAHAAAA.. Becanda deeeng! Bagus kok, bagus! :*

Percakapan selanjutnya:

“Dar, kamu tuh jangan gunjranggunjreng gitar secara bonyok udah tidur..”

“Kalo gitu aku main jembe aja gimana?”

“Gilak kali kamu mau main gendang malemmalem? Mestinya tuh pas Earth Hour gini, kita tuh membersihkan diri juga, meditasi selama satu jam.”

“Gak bisa. Aku pasti ketiduran.”

……………..

Abis itu mulailah kita nyanyinyanyi kecil kaya lagi kemping.

“Dar, kita nyanyi Kemesraan yuk!”

“OGAH!”

Maka lanjutlah gw nyanyinyanyi kecil sambil main Twitter. Terus yaaa… dasar namanya orang HAMDUN itu PELUPA ABIS.. Lagi seruserunya gelapgelapan, gw dalam hati sempetsempetnya (dan BISABISANYA) mikir:

“Ini listriknya kapan nyalanya yah!?”

Ciiiiiiiiiiiiiin, Earth Hour kaleeeeee.. Emang mati lampu?! Huehehe.. Pas gw ceritain ke si Dals, dia cuma bisa memandang gw dengan tatapan yang belakangan ini SERING SEKALI ditujukan ke gw tiap gw lupa atau gak nyambung akan sesuatu.. Hihihihi.. Maaaapp..😛

Setelah detikdetik berlalu dan lagulagu sudah dimainkan, akhirnya udah jam setengah sepuluh. Tapi si Dals gak mau nyalanyalain lampu.

“Dals, nyalain lampu teras dulu deh.. Nanti kalo ada orang jahat disangka ga ada orang loh rumahnya..”

“Enggaklah, kan dia dari luar bisa denger ada suara gitar enak kaya gini..” >> sambil lanjut main.

Hmmmmmmmmmmm…

Demikianlah kisah Earth Hour 2010 ini. Semoga tahun depan, sesuai harapan emak gw, kami sekeluarga besar bisa beneran ngerasain Nyepi di Bali.

Amiiiiiiiiin😀

One response »

  1. earth hour gue dihabiskan stuck di jalan tol karena ada tawuran suporter sepak bola. guess they had nothing to do at home.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s