.”berlayar”.

Standard

Karena gw itu suka mengamati dan sering mendengar ceritacerita orang, belakangan ini gw mengamati dan mendengar bahwa beberapa orang teman gw kebetulan saat ini ada dalam pekerjaan tertentu harus keluar dari zona nyamannya untuk bekerja di tempat yang lebihlebih jauh dari sebelumnya.

Pada saat yang berdekatan, kapan itu, gw gak sengaja menemukan tulisantulisan dan puisipuisi gw circa 2006-2007. Dan gw sungguh terkejut melihat betapa gelap dan pahitnya tulisantulisan gw pada masa itu. Ketika gw baca tulisantulisan itu sekarang, rasanya gw pengen balik dan mengguncangkan gw-yang-waktu-itu. Untuk menjadi segitu gelap dan putus asanya terhadap hidup. Tapi gw pikir lagi, 2006-2007 adalah tahuntahun yang berat buat gw dan tanpa latar belakang itu, tulisantulisan pahit itu dan gw-yang-sekarang gak akan ada.

Bagi gw pribadi, ada korelasi antara “keluar dari zona nyaman” dan “tahuntahun yang berat”. Pada tahun 2006-2007, gw benerbener gak tau hidup gw mau kemana. Gw pernah jadi ABG Labil, seperti semua orang. Tapi puncak kelabilan gw di usia 20-an nampaknya terjadi di tahuntahun itu.

Waktu itu, gw gak tau arah hidup gw mau kemana. Ketika ingin menjadi idealis, pada usia segitu udah gak bisa sepemberontak “itu”. Gw tau bahwa gw suka sekali menulis karena itu membuat blog dan ikut milis puisi. Tapi untuk menjadikannya mata pencaharian gw pada saat itu, udah jelas belom mungkin. Kehidupan personal dan sosial gw mungkin terlihat baikbaik saja. Tapi, kalo gw kilas balik sekarang, entah bagaimana gw terlihat senang saat itu, tetep aja ada yang sebenernya gw tidak puas.

Labil, gak tau mau kemana, gw melarikan diri ke satusatunya media gw saat itu. Kerjaan. Meski secara sosial-personal mungkin gw gak puas, tapi 2006-2007 adalah rangkaian tahun di mana gw kinclong banget di pekerjaan gw. Suatu masa yang gw harap akan gw temui lagi, kalo gw udah benerbener bisa menguasai lagi apa yang gw kerjakan sekarang😛 (amiiiiin).

Sehingga, di masamasa itu pulalah gw memutuskan bahwa gw-bakalan-ngapain-aja-untuk-kerjaan, gw mulai serius ngelobilobi dan ngelamarlamar posisi serupa posisi gw saat itu. Karena merasa gak ada apa pun yang menahan gw untuk tetep tinggal di zona nyaman gw, di Jakarta. Bagian terberatnya hanya meninggalkan bonyok ajah. Meskipun mereka sangat mendukung gw cari kerjaan dengan sejuta rasa takut dan puluhan juta… uhm, American Singaporean Dreams. Hahaha.

Stop sampe di situ dulu. Kita percepat ke 2008.

Di tahun 2008, hidup gw udah mulai mengerucut. Mimpi kerja di Singapur gw sudah kandas, karena meskipun ada rekomendasi, tapi bos gw saat itu (si Ibun) gak mau ngelepas ke sana. Kemudian, karena lewat tengah tahun 2007 kehidupan sosial gw makin berwarnawarni: kakak gw menikah, istrinya hamil, gw banyak berhubungan kembali dengan tementemen lama dan tementemen baru, gw jadi punya banyak alasan untuk tetap tinggal di Jakarta saja.

Karena itu, ketika suatu hari gw diwawancara HR Regional dan ditanya apakah mau direlokasi atau enggak, gw benerbener gak bisa jawab secara instan. Gw cuma bisa diem sejenak dan bilang, “Singapore would be okay.” Dia tanya kenapa. Dan gw bilang, karena cuma 1.5 jam perjalanan dari rumah. Seandainya dia tanya itu di tahun 2006-2007, gw yakin gw gak akan mikir apapun, dan saat itu juga gw akan bilang, iya. Bahkan meskipun itu artinya gw harus pindah ke India sekali pun. Tapi ketika dia menanyakan itu hanya setengah tahun setelah masamasa berat gw, jawabannya sudah lain. Dan pada saat itu, gw juga udah gak terlalu ambil pusing apakah dia menganggap jawaban gw kekanakan atau gak profesional atau apa. Karena gw cuma jujur sama diri gw sendiri ajah.

Ketika gw sudah akan menikah, di tahun 2009, dan gw harus mengisi suatu formulir tahunan, untuk pertama kalinya setelah bertahuntahun kerja di Negeri Kabut, gw menjawab No pada pertanyaan Willing to relocate? Karena, lagilagi, prioritasnya sudah berbeda lagi daripada tahun 2008.

Jadi…

… balik ke paragrafparagraf awal. Di tulisan ini, gw sama sekali gak bermaksud bilang bahwa merekamereka yang kebetulan sedang “berlayar” di luar zona nyamannya itu karena mereka sedang “kenapakenapa”. Kalo di kasus gw, seandainya itu terjadi, alasannya memang lagi kenapakenapa, tapi kalo di orang lain kan mungkin alasannya lain lagi.

Yang gw mau bilang adalah, apapun alasannya, kalo memang saat ini lo single dan mendapat kesempatan bagus untuk berkembang secara profesional, ambillah kesempatan itu. Kenapa? Sebab, waktu berubah dan hidup berjalan terus. Dan semakin lama lo menunda, akan semakin banyak hal yang menahan lo di tempat yang sama.

Gw tidak menyesal sama sekali bahwa kesempatan yang gw harapkan di tahun 2006-2007 itu tidak datang, karena gw mendapatkan begitu banyak hal lain yang juga membuat hidup gw indah bener sekarang.

Tapi yang jelas, jangan pernah takut untuk berkembang. Dan, jangan semua hal diukur dengan uang (khususnya ketika lo single – kenapa gw menekankan ini, soalnya ketika lo udah gak lajang, akan lebih banyak lagi pertimbangannya), karena lo gak akan tau pengalaman berharga macam apa yang menunggu di tempat baru dan orangorang seperti apa yang akan mengisi hidupmu di situ.

Maka melompatlah ke dalam perahu, berlayarlah bersamanya sampai kelak kau temui tempat berlabuh….. semoga semua kelak akan memperkaya hidup dan hatimu.🙂

6 responses »

  1. Ababil disini likes this! makasih smita, sangat encouraging. gue lagi bingung sama masa depan, pengennya punya bola kristal aja biar gw bisa liat masa depan gue dan dimana gue kelak akan berlabuh.

    Tapi setelah baca ini, gue jd semangat lagi untuk (setidaknya) mencoba meraih apa yang gue (dulu) pernah cita-citakan. Oh ya, dan satu lagi : mumpung gue masih single *awas iklan* hwahahhahaa

  2. like this! couldn’t agree more😀
    Tambah kesini, tulisan lo tambah “padet” walopun tetep manis dan suka gengges dikit… membanggakan sekali Bu Rendang🙂 *smooch*

  3. @ iin: terima kasih ya in, udah baca dan berbagi secara lebih dalam lagi offline. gw doain semoga berhasil. pokoknya yakin aja bahwa ketika lo udah nyoba semaksimal mungkin, apapun hasilnya, itu adalah yang terbaik buat lo saat ini.. amin..🙂

    @ ibetha: hahahahaha genggesnya mah udah trademark kali yah.. hehehee.. makaciii ibu Sosis..😛

    @ DwD: terima kasih kembali.. coba kalo waktu itu gw ke Singapur kita pasti akan jadi temen rumpi yah.. hehehe.. i miss you so much, Tiiii… gw udah liatliat tumblr lo.. pengen tau apa sih tumblr itu lebih lanjut..

    @ F.X.M.E.Putra: aww, terima kasih sayaang.. aku pun selalu bangga sama kamu.. :* >:D<

  4. “Maka melompatlah ke dalam perahu, berlayarlah bersamanya sampai kelak kau temui tempat berlabuh….. semoga semua kelak akan memperkaya hidup dan hatimu”

    aaawwwwwwww🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s