.boys and balls.

Standard

Ada suatu koneksi tak terpahamkan antara cowok (boys) dan(and) bola (balls). Bola yang gw maksud di sini tentu saja permainan bola deehh.. Apakah itu sepak bola, basket, rugby atau apalah. Barangkali koneksi tak terpahamkan ini juga terjadi pada mainanmainan masa kecil atau komikkomik superhero yang diangkat jadi filem. Tapi hal itu gak akan dibahas di sini..😛

Di sini, dan kali ini, gw akan mempersempit dengan membahas koneksi tak terpahamkan antara cowok dan sepak bola. Karena sebagian besar cowok itu mayoritas doyan nonton bola, dan barangkali sebagian dari mayoritas itu enggak hanya nonton tapi juga main bola.

Nah. Dari kelompok cowok yang doyan nonton dan/atau main bola itu, biasanya mereka punya klub bola favorit dan/atau negara jagoan. Seperti si Dals, misalnya, dia doyannya MU dan Intermilan. Tapi suka MU udah dari jaman SMP, katanya.. Khususnya Ryan Giggs.

Kalo masuk ke kamar Dals itu benerbener kamar cowok. Penuh dengan posterposter. Nah posterposter paling mendominasi adalah si MU tersebut dan Ryan Giggs. Baru deh ada si Intermilan, Beatles dan lain-lain.

Di sinilah gw mulai bertanyatanya. Maksudnya tuh, kan karena gw gak pernah punya fanatisme seperti ini terhadap hal sejenis. Dan MU itu kan klub, yang mana orangorangnya bisa pindahpindah. Gw juga waktu itu nanya, kalo misalnya Giggs pindah ke klub lain, dia bakalan suka MU atau enggak. Dan jawabannya, tetep suka MU. Jadi, lebih seperti punya koneksi terhadap klubnya daripada orangorang di dalamnya. Padahal, kalo di kepala gw, bukankah si pemainpemain yang menjadikan klubnya seperti itu? Atau mungkin, ada filosofi klub itu yang gw gak tau apaan, tapi klik aja di hati para pendukungnya.

Nah (kayanya gw akan menggunakan banyak ‘nah’ dalam tulisan kali ini), ke-klik-an inilah yang akhirnya membentuk suatu koneksi yang kami, cewekcewek, gak pahami. Dan ketika gw nyebut ‘cewekcewek’ itu yang gw maksud adalah cewekcewek-yang-kebetulan-gak-ngerti-bola atau yang seperti gw, mendukung klub dan/atau negara apa ajalah yang disukai sumami… Karena gak ngerti bola, dan kalo mereka menang, sumami senang. Udah.

Kalo lo adalah bagian dari cewekcewek seperti gw (yang mendukung MU atas nama mendukung sumami) dan koneksi pasangan lo terhadap si klub bola tertentu itu udah beyond your comprehension, saran saya sebaiknya jangan pernah mendukung lawan tandingnya si klub/negara jagoan. Kenapa?

  1. Lo gak ngertingerti banget juga.
  2. Kalo klub yang lo dukung kalah, dia bakalan ngatangatain klub lo terus lo jadi kesel gak penting, padahal….. (balik ke nomer 1).
  3. Kalo klub yang lo dukung menang dan lo sok jumawa di depan cowok lo dan ngeledekledekin klub dia yang kalah, NISCAYA dia bakal maraaaaaah banget dan lo jadi kesel juga lamalama dan jadi berantem, padahal sebenernya….. (balik ke nomer 1).

Seorang teman pernah mengalami hal di atas. Tidak akan kubilang siapa, tapi dia pasti tau.. Hihihi.

Koneksi tak terpahamkan antara suatu klub/negara bola jagoan dengan pendukungnya ini emang….. yah, tak terpahamkan. Jadi kalo gak prinsipprinsip banget, gak usah dijadiin masalah. Kecuali kalo prinsip seperti ketika ada bencana apaaaa gitu dan klub bola tertentu gak jadi dateng dan lo muak dengan komen atau lelucon orang yang sedih karena klub bola dari luar negeri itu gak jadi dateng, baru deh boleh lo marah banget.

Gak hanya sama klub dan gak hanya pasangan doang. Pernah terjadi sama gw, waktu Piala Dunia 2002. Kan siangsiang tuh. Suatu siang, gw baru pulang ke rumah dan pengen nanya sesuatu sama temen gw. Gw telfonlah dia. Manalah aku tau pada saat itu Argentina sudah kalah. Jadi aja gw disambut dengan suara beteeeeeee, sebetebetenya, seolaholah karena gw telfonlah Argentina kalah.

Gw: Haloooooooooo!

Dia: Hlo.

Gw: Dih, kenapa lo?

Dia: Gpp.

Gw: Lah, kok suara gini?

Dia: Argentina kalah. Udah ya!

klik.

DUENG.

Gw pun mencoba nelfon temen gw yang lain, dan telfonnya diangkat tapi gak ada suara apaapa (selain kaya orang nyedot ingus). Gw mulai belajar bersimpati.

Gw: Halo?

Dia: Ya.

Gw: Ummm… Argentina kalah ya? <<< padahal mo nanyain hal lain.

Dia: Iya (suara sedot ingus)

Gw: Umm.. sebenernya gw pengen ada yang ditanyain tapi nanti aja deh gw telfon lagi.

Dia: Oke.

Klik.

It’s like you just can’t complain! And even if you do, it’s obvious that they just won’t listen, because to them….. it’s a ‘you-just-don’t-know-how-I-feel’ kinda thing. And, at that time, nothing is more important. Jadi, siapa bilang cowok gak bisa drama?

Dan sebagai cewek yang fanatisme pertama dan terakhirnya adalah sebuah boysband awal tahun 90-an yang apabila mereka dikatakatain itu gw bisa marah besar, yaitu New Kids On The Block, jelas saja gw gak ngertiiiiii..

Yang gw ngerti sekarang hanyalah kalo MU menang, dia senang. Kalo pas Liga Eropa kemaren, Spanyol menang, gw ditraktir. Makanya nanti kalo Piala Dunia, gw sudah pasti dukung negara yang dia dukung ajah. Soalnya gw juga gak ngerti bola. Kalo mau nonton dengan alasan yang gantengganteng doang juga gak manjur, karena segitu banyaknya orang larilari, suka lupa mana yang tadi ganteng. Hehehe..

Maka, biarkan aja kalo ada  yang bilang, ih gak punya pendirian, dukung itu cuma garagara suaminya doang.. Nanti gw akan bilang bahwa itu salah satu caranya susah dan seneng samasama *halah* Hihihi.. Yah, setidaknya kalo yang didukung lagi gak beruntung, kita bisa hibur sambil ajak makan es krim (walo pasti gak mau juga sih.. karena udah gak mood ngapangapain)😛 Sedangkan kalo menang, bisa ikut seneng karena liat dia seneng, dan karenanya pasti dapet kalo minta dibeliin es krim. Hihihi.

Barangkali, suatu hari nanti, kalo ada yang bisa menjelaskan dengan bahasa yang bisa gw pahami, mungkin gw akan mengerti apa di balik koneksi-tak-terpahamkan ini…

… until then, let the boys and balls phenomenon remains.

The End.

6 responses »

  1. Oh smitunita. Gw jatuh cinta sama lu untuk kesekian kalinya. Ini sungguh mewakili perasaanku yang biar kata katanya pada cakep2 juga, kalo keringetan ya ga keliatan juga cakepnya. Nah untungnya suamiku bukan penggemar bolaa🙂

  2. Koreksi sedikit:
    Kalo pas Liga Eropa kemaren, Spanyol menang, gw ditraktir.
    Yg bener adalah Piala Eropa bukan Liga Eropa..
    Hehehe..
    :-*

  3. ..dan pacarku adalah pecinta juve. memaksa aku ikutan milis juventini. oh no, big no! dia pun bisa jadi anteng bahkan super anteng sampe cuekin aku kalo ada bola, huhh..

    ada dengan pria dan bola?😀

  4. Pingback: .cowok vs payung. « . love . laugh . life .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s