.untuk seorang teman.

Standard

Dear Kamu,

Bagi gw, sungguh merupakan berita yang mengejutkan di hari Jumat kemarin itu, waktu kamu bilang kalian udah gak samasama lagi. Dan atas sebuah masalah klasik, bernama Perbedaan, gw benerbener gak tau harus bilang apa.

Bukan karena gw gak tau apa rasanya, karena gw tau banget. Bukan karena gw gak punya katakata untuk disampaikan, karena gw punya banyak banget. Tapi lebih karena saat ini bukan itu semua yang lo perlukan.

Yang mau gw bilang cuma… perpisahan apa pun bentuknya, bagaimana pun caranya, mungkin meninggalkan bekas rasa. Bekas itu akan membuat lo menjadi orang yang baru lagi dari kemarin, karena lo belajar mengerti lebih lagi dari sebelumnya. Dan meskipun klise dan terdengar basi, barangkali — meskipun rasanya gak menyenangkan, ini adalah jalan yang terbaik buat semua pihak.

Sebelum ini, barangkali lo juga udah pernah mengalami lebih dari sekali patah hati. Tapi lihat dirimu sekarang… Still in one piece, more mature. And that’s all that matters, actually.

Barangkali, pada saatnya nanti lo akan bertemu lagi dengan orang yang tepat. Bisa jadi orang baru, bisa juga tidak. Tapi yang jelas, lo akan bisa menengok ke belakang, berterimakasih sama semua orang yang pernah memberi lo pembelajaran bermakna seperti ini. Karena hanya dengan pengalaman dari mereka, lo bisa menjadi orang yang benerbener matang dan siap untuk menjalani perjalanan yang benarbenar baru di depannya nanti.

So, I’m not gonna say stuff like “sabar yaa..” dan semacamnya. Kamu butuh katakata yang lebih baik dari itu, dan sesungguhnya cuma diri kamu sendiri yang bisa memberikan katakata penghiburan paling tepat buat diri lo sendiri.

Jadi, gw hanya bisa bilang, semoga masa ini bisa dilalui dengan baik dengan jujur sejujurnya terhadap diri lo sendiri. Lepasin semua rasa tanpa penyangkalan. Nangis kalo mau nangis, ketawa saat butuh ketawa. Karena gak ada orang yang lebih bisa menjaga dan melindungi diri kita, selain kita sendiri.

Dan, pada suatu hari nanti, tersenyumlah bersama mentari pagi, ketika sesak itu telah pergi. Ketika itu terjadi, semoga saat itu juga kamu sadari bahwa perjalanan barumu telah menanti.

Be strong and be happy, SiBebi…

Kisses,

-me-

13 responses »

  1. Jeng Smita, saya yakin, teman kamu senang sekali membaca post ini. Saya setuju bahwa orang-orang di sekitar kita -dan pengalaman2 kita bersama mereka- adalah guru2 yang membentuk diri kita untuk suatu saat menjadi utuh.
    Dan saya yakin, meskipun mungkin sekarang teman kamu sedang mengalami masa-masa berat, tapi dengan kamu sebagai salah satu ‘guru’nya dia pasti akan menjadi orang yang lebih ‘kuat’ dan lebih baik🙂🙂🙂
    Doa saya untuk teman kamu yah…

  2. “teman”mu itu bruntung punya “teman” sepertimu yang gak perlu banyak omong macam guru pada muridnya tapi cukup jadi pendengar yang setia *padahal sebenernya pengen muntah* hieheiheieheiehie….. lup yu darling :-*

  3. mbak.. kok kebenaran bgt ma apa yg sedang aku alami skrg ya??
    makasi mbak…
    walopun ini buat temennya mbak, tapi kok ngerasa ini tulisan khusus buatku doank ya??

  4. @ and.i.try : pasti temen saya itu juga senang mendengar doa kamu, ndied… dan semoga dia tau bahwa barangkali di masa depan, pengalaman ini bisa menjadikannya “guru” juga buat orang lain lagi. tidak ada yang siasia di dunia ini🙂

    @ chai : gw gak pernah capek mendengarkan apalagi pengen muntah.. hanya saja kadangkadang gw gak tau mesti ngomong apa karena gw gak pengen malah nyinggung jadinya.. love you too, darling. and miss you much!

    @ teppy : terima kasih tessy sayang.. kalo dia tau ada yang doain lagi dia pasti seneng..🙂

    @ ana : *pelukkkkkk* hehehe makasih yaaaa..😛

    @ yglgsedih : hai kamu yang lagi sedih, terima kasih banyak udah baca postingan ini. walopun awalnya tulisan ini memang untuk temen aku, tapi kalo ternyata berguna juga bagi orang lain, aku pun senang. dan gw juga akan mendoakan semoga segala hal yang gak nyaman dan gak enak saat ini bisa segera dilalui dengan baik yaa… percayalah ini semua untuk yang terbaik *peluk*🙂

  5. Tuh kan..
    Aku sering bgt bilang klo blog kamu itu inspiring n bguna bagi yg baca..
    Makanya, urungkanlah niatmu utk merambah dunia tarik suara..
    Suara kamu itu cuma bagus buat lagu2 yg nada dasarnya do = h..
    Huahaha..
    Tetaplah menjadi seorang penulis..
    Keep up the good work..

  6. iya deeeeh yang suaranya MASUK BANGET buat jadi suara dua.. Aku bangga tau karena kamu jago suara dua, kadang bahkan suara tiga, meskipun gak ada lagu dan cuma kamu penyanyi satusatunya..
    Tetaplah menjadi seorang drummer (saja) hehuehuehuehuehue..😛

  7. kamu ini cocoknya memang jadi psikolog, trus kenapa merambah jadi Bob The Builder sih?
    pokoknya kalo aku nanti susah hati, curhatnya ke Smita ah, hehe….

  8. Br aja ngalamin hal itu, nyesekin dada bgt, bengkain mata.. hehe.. tp bner smua yg mbk blg, toh aku ttp baekbaek aja walaupun kjadian itu ningglin trauma tp kjadian tu jg buat ak jd lbh hatihati dlm menjtuhkan hati,
    *pelukk*🙂

  9. Pingback: .no more Zilla, just a beautiful bride. « . love . laugh . life .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s