.one of those days…..

Standard

Pagi ini bangun udah dengan mood yang gak jelas. Here comes the infamous Cancerian again. *sigh*. Saat ini, entah kenapa gw inget pernah nonton di filem apa tuh, kalo gak salah yang Elijah Wood dan Christina Ricci. Di mana ada kabel listrik putus dan menjuntai ke jalan terus nyamber apa pun yang ada di deketnya. Visualisasi adegan itu bikin gw merefleksikan ke diri gw sendiri, makanya gw berusaha banget diem aja supaya kelabilan emosi gw pagi ini gak nyamber kemanamana.

Tapi gak bisa bohong. Gloomy. Galau. Segala macem.

It’s one of those gloomy-for-no/too-many-reasons day. You really don’t have to read this.

Banyak banget yang gw inginkan sekarang ini. Detik ini. Dari sekedar yang kecilkecil gak perlu sampe halhal besar yang gak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan gw sedih karena harus menyusun semua keinginan itu berdasarkan prioritas. Dan gw sedih karena sekarang ini makin menyadari bahwa semakin banyak kuasa di luar diri gw yang bisa berperan dalam pencapaian halhal yang gw inginkan.

Kapan itu gw berpikir bahwa seumur hidup, bahkan sejak lahir pun, hidup itu bukan milik kita sendiri. Karena kita selalu memiliki tanggung jawab sesuai peran kita masingmasing. Sebagai anak, sebagai adik, sebagai kakak, sebagai teman, sebagai pacar, sebagai istri, sebagai suami, sebagai ayah, sebagai ibu, sebagai karyawan, sebagai anggota RT/RW, sebagai warga negara, dan seterusnya sampe titik terekstrim – biasanya disesuaikan dengan apa yang didiktekan sama budaya kita terhadap kita. Your life is never your own. Mine is not even mine.

Benar bahwa seseorang akan mencapai aktualisasi diri. Adalah hak setiap orang untuk punya keinginan dan nilainilai tertentu yang dia pegang. Tetapi itu semua sebaiknya dijalani paralel sama tanggung jawab perannya, ya kan? Itu seperti perihal hak-dan-kewajiban. Semua harus seimbang, karena kalo enggak, pasti ada pihak yang tersakiti. Kalo gak diri sendiri, pasti orang deket kita. Dan emangnya kita seneng kalo ada orang deket yang tersakiti? Kalo gw sih enggak. See? Ternyata gw butuh SEGINI lamanya untuk bisa mengerti makna kalimat ‘manusia adalah makhluk sosial’ yang selalu digemborgemborkan di pelajaran IPS/PMP/PPKN atau apalah namanya itu.

Mulai deh ngelantur…..😛

Gak enak juga galaugalau gak jelas apalagi kalo cuaca juga anget enggak, dingin juga kagak. Gak selalu enak kaya gitu. Makanya makin pengen meracau..😛 Boleh ye..

Sebenernya tadi banyak yang mau diomongin tapi setelah gw meluapkan apa yang di atas itu akhirnya jadi legaan dikit.😛

Kita akhiri saja dulu. May God have mercy on us. Amen.

One response »

  1. One of those days..
    One of those times..
    Optimalkanlah apa yg udah Tuhan berikan ke kamu..
    Kemaren seharian gloomy jg bentuk aktualisasi diri..
    Tapi malemnya dah gak gloomy lg kan..?
    Hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s