.workload.

Standard

Edan. Ini edan.

Kerjaan gw NUMPUK seanjenganjeeeeng, dan gw sampe eneg secara harafiah. Eneg yang mual dan pusing, rasanya udah kaya masuk ke dalem taksi yang wangiwangiannya sama kaya wangiwangian toko kain di Mayestik. Oh, percayalah, gw pernah banget naik taksi yang baunya kaya gitu dan gw harus bertahan sepenuh hati untuk gak pingsan.

Itu, persis rasanya dengan apa yang gw alami hari ini. Dengan kerjaan gw, bukan dengan taksi.

Coba ceritakan lagi gimana awalnya sampe seorang sarjana psikologi manis macam gw ini menjadi seorang purchasing engineer? Sepertinya gw tidur pas cerita itu disampaikan, dan bangunbangun gw disodorin bertumpuktumpuk quotation. I almost quit on those quotations. Every. Single. Day.

Gimana orang gak lamalama bisa dengan kerjaannya kalo ini tuh awalnya kaya dicemplungin ke kolam renang dulu abis itu baru kecipakcipuk bentar langsung didorong ke laut?! Gw dari HRD ke Purchasing itu ibaratnya kaya puisi AADC, ku lari ke hutan terus ke pantai gitu.. Jauh kagak nyambung.

Heuh.

*jambakjambak rambut*

*ngegelesot di lantai*

*osekosekin kaki dengan muka stress*

Edan. Ini edan.

Okeh, sisi baiknya adalah: gw banyak belajar. Tapi ya namanya tadinya kosong sama sekali, ya gw butuh waktu banget buat belajar. Dan selain itu, gw jadi produktif kerja, mau gak mau, ya kan? Meskipun itu berarti jarang duduk dan meskipun itu artinya tautau udah mo jam istirahat aja dan tautau udah mo jam pulang aja.

Ya tapi sisi buruknya ya itu tadi:

1. Gw jadi panik kalo waktu udah mo abis kerjaan masih banyak.

2. Gw jadi pengen bolos mulu.

3. Kalo gak bolos, jadinya eneg secara harafiah macam ni.

Sekali lagi……. edan. Ini edan.

HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHH!!!!!!!!!

 

6 responses »

  1. sedang berada di situasi yang hampir sama sih, dan somehow mengerti. Bedanya itu seharusnya memang bidang yang sesuai dengan jurusan saya, sayangnya dari awal salah jurusan, jadi ga begitu betah ^^;

    Sabar dan semangat!!!

  2. kenapa mesti “Kulari ke hutan terus ke pantai” siiiikkkkkk?
    kan tadinya udah dramatis gw bacanya, jadi ngakak deh!!!
    sudah pecahkan saja gelasnya biar ramain, mengaduh sampai gaduh😀

    hang in there, smitty, when you can pass this… you will have the ear to ear grin and very proud of yourself, bisa kookkkk kamu, aku yakin😉 masalahnya SAP ya? sini aku privat di mol :p

  3. Smitten, beberapa waktu yg lalu situasi dan kondisi gue setelah masuk divisi baru, sama persis ciri-cirinya kayak lo: pengen bolos, deg-degan tiap mau ngantor,dan lain-lain…

    apalagi, yang harus gue tanganin JAUH dan bertolak belakang banget sama ilmu yang gue pelajari dan bukan termasuk minat gue. Semuanya bener-bener dimulai dari nol Tapi sekarang, gue mulai bisa adaptasi, walau tetep ada saat-saat dimana gue masih suka keringet dingin dan mikir “aduh-bisa-nggak-ya-gue-menyelesaikan-dengan-baik?”

    sabar ya, neng…gue percaya kok lo pasti bisa bertahan. Semua cuma masalah waktu, karena kita memang butuh waktu untuk belajar ilmu-ilmu baru itu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s