.abis nonton.

Standard

Abis nonton (500) Days of Summer  itu membuat gw banyak berpikir. Dan bagi gw film yang bagus itu adalah filmfilm yang setelah lo nonton, dia menetap di hati dan pikiran menuntut untuk membuat lo jadi kontemplatif dengan pengalaman hidup lo sendiri, meskipun tidak berarti harus membuat lo jadi setuju dengan moral cerita film itu sendiri.

Beberapa pernyataan dalam film itu gak sesuai sama apa yang gw pegang di sini. Gw gak bakalan cerita tentang film ini, jadi gak usah kuatirkuatir amat sik.. Cuma yaaa.. ada beberapa yang mau gw ceritain ajah..😛

Jadi ada halhal yang gw gak setuju sama film ini, ada halhal yang menkonfirmasi apa yang udah gw pegang selama ini, dan ada yang gw syukuri juga.

Yang gw gak setuju adalah, kalo di film ini katanya gak ada yang namanya takdir. Adanya cuma kebetulankebetulan. Kalo buat gw, gak ada yang namanya kebetulan di dunia ini, sebab kebetulan itu bagian dari takdir.

Ada banyak hal yang nampak kebetulan di hidup gw. Tapi kalo gw nggak milih atau melakukan A waktu itu, pasti kelanjutannya bukan B.

Gimana kalo gak pernah nemu Meebo, gimana kalo pasca liburan lebaran waktu itu gak keundang YM! conference sama tementemen kul? Pasti gak pernah ketemu lagi sama Dals. Ya kan?

Buat gw, selain kebetulan itu bagian dari takdir, semua hal terjadi untuk satu alasan.

Selain itu, di film ini dibahas juga mengenai perlu gak sih ‘label’ bahwa kita pacaran gitu?

Haha. Bagi gw mah PERLU bener. Selain banci status di Facebook dan Twitter, gw juga banci status di segala macam hal. Mo dari ‘karyawan kontrak‘ ke ‘karyawan permanen’ kek, mau dari ‘gebetan‘ jadi ‘pacar‘ kek, semua gw urus. Dua hal itu, kalo kelamaan gak jelas dan gw gerah sendiri, gw tanya aja langsung ‘ini apaan?’ Hahaha. Gw gak mau rempong di ketidakpastian. Gw gak suka sama kalimat, it’s complicated. Dan gw paling gak suka bangun pagipagi mesti merasa gantung karena ketidakjelasan status. Dan gw gak mau sengsara atas nama gengsi.

Tapi itu gw lohh.. Dan gw tetep menghormati orangorang yang saat ini lagi berada dalam situasi membingungkan, karena.. semua orang punya perjuangannya sendiri dan alasannya sendirisendiri untuk menentukan kebahagiaannya. Ya kan?

Terussss…

Dari film ini juga mengkonfirm pegangan gw bahwa memang kebahagiaan itu adalah tanggung jawab kita sendiri. Jadi kita boleh bersenangsenang, tapiiiiiii jangan egois dan jangan sampe kesenangan kita itu menyakiti orang lain.

Ya kan yaaaa?

Nothing new. Just a reminder for me. 🙂

I looooove this movie.

2 responses »

  1. menurutku sih film ini bener, hidup adalah kumpulan dari pilihan dan kebetulan. bisa berhasil bisa juga gagal, bisa beruntung bisa juga apes.
    tapi ini menurutku lhooo

  2. Kebetulan, untung, sial, apes, disengaja, ngga disengaja, itu semua akan selalu ada..
    Hidup adalah kumpulan dari iru semua..
    Hidup ibarat suatu buku yg udah ditulis ama Tuhan..
    Bahwa rebo ini bakal ada miting itu, kamis miting ditunda, dll..
    Tuhan udah nulis itu semua..
    Dia bahkan udah tau klo aku bakal nulis ini..
    Masalahnya, ups, uniknya adalah kita gak akan pernah tau apa yg Dia tulis sampai kita mengalami..
    Sebisa2nya kita berusaha (dan berdoa) tetep Dia yg nentuin..
    Tapi, pnyataan paling klise di dunia ini adalah, “…yah balik lg ke masing2 orang…”
    Bagaimana dengan anda…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s