.’pelajaran’ akhir minggu.

Standard

.Pelajaran #1.

Jumat malem, hasil dari ngobrolngobrol sama seorang temen yang sekarang baru pindah kerja – dan waktu kerjanya nampak menggila, gw belajar tentang sesuatu.

Jadi nih ya, si teman ini nih asal muasalnya memang kan temennya si Dals. Sebut sajalah namanya dia A1. Dia udah nikah sama A2. Dan mereka berdua udah punya anak cowok kecil bernama A3😛

Nah, si A1 ini baru pindah kerja di mana karena kantornya itu baru banget, dan dia, sebagai salah satu prajurit pertama harus ikut set-up kantor itu, maka pernah bekerja 7 hari seminggu selama DUA MINGGU berturutturut. Dang!

Ketika masih lajang, barangkali hal kaya gitu bukan masalah besar. Gw pun pernah masuk di suatu libur lebaran, karena pada saat itu harus set-up sistem tertentu, tapi itu gak menjadi masalah sama sekali karena seluruh waktu adalah punya gw. Ketika sudah menikah, apalagi sudah berkeluarga, seperti A1, ini pasti memerlukan usaha yang lebih besar agar hal itu gak menjadi masalah buat orangorang di sekitarnya dan juga buat dirinya sendiri.

Di mata gw, A1 dan A2 itu adalah pasangan yang menyenangkan. Gw tau bahwa mereka pasti banyak tertawa dalam hubungan dan kehidupan sehariharinya. Tapi, ketika kita lagi ngumpul barengbareng, gw juga sering banget melihat bahwa A1 masih bisa membuat A2 ketawa dengan halhal yang baru dia denger atau lihat saat itu – bersama dengan kita yang kebetulan ada di situ juga sama mereka. Dan mendengar ceritacerita mereka saat membesarkan A3 itu membuat gw juga seneng dan optimis bahwa orangorang seusia kami bisa membangun satu keluarga yang barangkali gak selalu mudah tapi bisa tetap menyenangkan.

Kemaren, waktu nganterin gw dan Dals pulang dari nengokin A2 yang lagi sakit, A1 sempet cerita bagaimana ribetnya dia harus mengatur waktu kerjanya yang menggila dan bagaimana dia juga harus menjaga perannya sebagai Suami dan Ayah dan Anggota Keluarga lainnya di rumah serta sebagai Teman. Gimana kadangkadang dia harus membagi akhir minggunya dia dengan kerja, dengan merhatiin keluarga intinya, dengan ikut aktif kalo ada acara keluarga lainnya, dengan kumpulkumpul sama tementemennya — untuk membuat hidupnya seimbang.

Dan gw kagum berat.

Gw kagum bukan hanya karena bagaimana dia mengelola waktunya untuk menjalankan semua perannya dia. Tapi di atas semua itu gw juga kagum bahwa dia MAU melakukan semua itu, barangkali dengan kesadaran bahwa semua hal itu PERLU dilakukan untuk membuat hidupnya seimbang.

Barangkali A1 juga mengkonfirmasi teori gw sendiri yang bilang, ‘Kalo mau, pasti bisa‘. Dan meskipun ketika ‘mau‘ pun bisa jadi sebenernya rada ogahogahan, tapi barangkali memang gak selalu gampang untuk menyeimbangkan hidup kita. Dan barangkali dampaknya memang enggak dirancang untuk dinikmati sekarang, tapi jangka panjang.

Meskipun gw selalu menerima wejangan bahwa berumahtangga itu tidak mudah dan perlu kerjasama, gw melihat contohnya dari A1 dan A2. Dan gw belajar banyak juga dari mendengarkan cerita mereka… dan juga tementemen gw yang lain yang sudah lebih lama memulai hidup berumah tangganya.

Semoga gw dan Dals juga benerbener segera bisa melakukan peran kita dalam rumah tangga dengan sebaikbaiknya yah..😀 Amin.

.Pelajaran #2.

Sodara gw menikah Sabtu kemaren. Dan dari testimoni yang diceritain, awalnya sodara gw pernah titip salam ke cewek yang dia suka ini pada tahun 2001 dan gak pernah dapet tanggapan. Tahun 2006 atau 2007 mereka ketemu lagi di Friendster dan akhirnya mulai pacaran sekitar 2007 dan menikah akhir minggu kemaren.

Ini membawa gw ke dua pikiran. Pikiran yang pertama, ini seperti mengkonfirmasi sesuatu yang gw yakini… barangkali, hati memang selalu tau.

Klise abis? Yep. Gw tau. Seklise ucapan yang, ‘Kalo lo ketemu orang yang tepat, lo akan tau‘. Tau dari maneeeeeeeeee?! Kenal aja belom. Hihi. Tapi, melihat dan mengalami halhal semacam ini, gw cuma bisa bilang bahwa, barangkali hati selalu tau — hanya saja mungkin lo gak langsung tau saat itu juga. Dan itu semua akan terungkap bertahuntahun mendatang. Ketika lo merasa ada di situasi yang tepat, dan ketika lo kilas balik ke belakang, ada satu detail kecil terlintas – yang selama ini gak pernah terpikirkan.

Potongan puzzle yang selama ini luput dari penglihatan. Dan di situlah kita akan sadar bahwa barangkali, hati selalu tau. 🙂

Dan karena itu, pikiran kedua gw adalah….. jika benar bahwa hati selalu tau, biarkanlah dia bekerja mencari jalannya sendiri. Biarkanlah dia memerintahkan untuk berhenti dari hubungan yang terlalu rumit, terlalu sering membuat menangis, yang membuat terpaksa membohongi banyak orang — dan bahkan diri sendiri, yang membuat terpaksa menyakiti banyak hati — termasuk hati sendiri.

Jadi, kalo sedang berada dalam hubungan yang bikin nangis, bikin kesel terus, banyakan nelangsanya daripada senengnya, dengarkan saja kata hati… Siapa tau bisa lebih bahagia..😛

Karena, katanya, hidup itu terlalu singkat untuk bete terus. Dan kalau kebahagiaan itu adalah tanggung jawab masingmasing, maka semua tergantung juga sama sejauh mana kita mengijinkan diri kita bahagia. Ya kan?

Selama mau, pasti bisa. Dan pasti bisa karena hati selalu tau.

Itu yang gw pelajari akhir minggu kemarin. Bener atau enggaknya? Entahlah.. Tapi mudahmudahan bisa jadi inspirasi, setidaknya untuk gw sendiri, untuk lebih memaknai halhal yang selama ini barangkali sekedar lewat begitu saja di depan mataku..🙂

Sampai jumpa!😀

4 responses »

  1. hwaa mungkin kalo yang pelajaran #1 masih terlalu jauh yaa dari bayangan aku, tapi, pelajaran #2 nya bener banget smita (seneng deh bacanya. btw, pasti sedikit banyak terinspirasi sama Keenan dan Kugy deh?😀

  2. ehehe.. thanks Inn… kalo inspirasi malah kebetulan gak inget Keenan dan Kugy samsek.. hehe.. terinspirasi dari ceritacerita sehariharinya orangorang terdekat dan pengalaman pribadi.. hihihihi..😛

  3. hi smita, dah lama sebenarnya aq ngikuti blog m,seruuu abizzzz..
    tp baru kali ini say hi..pelajaran #2 wow..bicara aq banget..apa yg aq rasa saat ini..pada akhirnya hati selalu tau…thx smita n salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s