.The Good People of Jakarta.

Standard

Hola people!

Sudah lama tak menulis. Bukan hanya karena sibuk beraaaaat tapi juga karena belakangan ini tidak banyak topik terjadi di hidup gw. Kepala lagi mumeeeeet oleh hal yang ituitu saja – dan karena gw orangnya fixed freak, tentu saja jadi tambah ribet. Hehehe.

Udah berapa wiken ini, gw dan Dals menghabiskannya dengan keliling kota sampe tolol. Meski capek, samasama dodol atau gimana, tapi ya seneng juga sih setiap melihat kemajuan yang kita capai di akhir minggu itu.

Wiken panjang kemaren kami kelilingkeliling sampe gempor por por POL. Dari Jakarta ujung sanaaaaa sampe yang selatanselatan kita jalanin. Dari nyasarnyasar gak puguh (fenomena dua anak Selatan sejati jalan berdua doang ke Barat), badan pliket, muka letoy, dan mobil tambah berisik karena untuk pelepasan stress makin sering begobegoan gaduh. Tapi, seneng. At the end of the day, berasa bahwa ini semua akan menjadi memori yang menyenangkan (amin).

Tapi inti dari posting gw kali ini BUKAN itu sama sekali. Intinya adalah gw mo bilang bahwa….. sungguh, masih banyak orang baik hati di sekitar kita. Terserah mo pada bilang Jakarta itu tempatnya orang individual atau apalah, tapi orang baik hati itu masih banyak. Sumpah.

Bermingguminggu gw dan Dals ngiderngider, kita banyak banget dibantu oleh orangorang yang benerbener tulus banget. Meski itu mungkin bukan selalu kerjaan mereka.

Pertama gw menyadari fenomena ini adalah waktu kita pergi ke suatu gedung di mana pas itu pengelolanya lagi gak di tempat. Udah aja kita berdua celingukan, fotofoto seadanya dan mo pulang. Pas kita mo turun tangga dan pulang, tibatiba ada bapakbapak (bukan berarti jamak yah!) yang nanya, “Udah liat semua?“. Pas kita jawab belum, dia MEMBAWA KITA BERKELILING loh untuk ngeliatliat. Emang dia bukan pengelola gedung, tapi dia kerja di situ. Dan itu membantu banget. Hebat deh.

Terus, pas kemaren kita lagi berada di suatu pusat perbelanjaan yang sama sekali bukan comfort zone kita dan gak ngerti mesti nyari barang di mana, kita ketemu satpam. Satpamnya tuh tadinya arah berlawanan sama kita dan kita nyegat dia gitu. Tadinya dia kaya lagi buruburu ke suatu tempat, tapi pas abis kita tanya, dia bukannya sekedar memberi petunjuk jalan gitu tapi langsung balik badan dan minta kita ngikutin dia. Terus dia nganterin kita ke tempat yang dimaksud! Asli, cangcing abis. Baik hati dehhhh…..

Pulang dari situ, kita jalan ke suatu pasar yang lain lagi gitu. Nah, pas di pasar itu, kita salah masuk lewat pintu samping. Pas si Dals nanya tempat yang dituju ke tukang karcisnya, dia dengan baik hati memberi penjelasan panjang lebar bahwa kita salah masuk terus dianjurin lewat depan dan dikasih tau selukbeluknya kita harus masuk ke mana. Ih. Hebat.

Dari itu semua gw jadi mikir, ah masih banyak kok orang baik hati di Jakarta Raya ini. Yang masih mau nolongin orang lain tanpa diminta dan tulus gak pamrih apapun.

Atau, di sisi lain, janganjangan yang sering gak baik hati itu orangorang seperti kita? Yang suka snobbish dan sok penting dan sok sibuk, yang mo nolongin orang liatliat mood. Hiiiii… betapa congkaknya!

Yah, kalo setiap hari kita harus belajar sesuatu dan kalo kita bisa belajar dari setiap orang, mari yuks jadi orang yang lebih penolong buat orang lain. Kita kan pasti seneng kalo ditolongin orang, jadi kenapa kita enggak menjadi penolong sekalikali… itungitung tambah pahala. Dan betapa seneng dan teduhnya hati kalo suatu saat nanti kita masuk dalam klasifikasi the good people of Jakarta. Iya kan? Hehehehe..

Yawis ah, gitu dulu. Selamat berbuat baik! Sampai jumpa!

3 responses »

  1. Neng, itu namanya mixed blessings, karena mungkin situ pernah/sering buat baik atau nolong orang juga. Something small but when we got it at the moment we need it the most is always become precious.

    Mungkin bagi mas2-bapak2-ibu2-ladies and gentlemen anak gadis makan permen-dan handai taulan yang saat itu nolong elo it’s simply small favors, but for you and hunbun is greatly appreciated karena emang passsss aja momentnya.

    Sini sih percaya namanya what goes around, comes around, …jadi kalo pernah buat baik sama orang, apa nolongin orang dengan tulus, somehow, somewhere, someday, pasti dibaikin sama orang atau ditolongin orang juga, in unexpected ways…sama2 penganut nothing is coincidence kan?🙂

    Jadi buat gue sih, it’s always necessary just being nice. Gak gampang sih, tapi kalo udah kebiasaan, it ain’t that bad..

  2. @ miss lemontea: aaaaaaaaaaaww… i take this as a compliment, sweet. terima kasih. kamu juga baik hatii…😉

    @ F.X.M.E.Putra: karena kalo aku ceritakan ke khalayak ramai, mereka juga udah tau kalo kamu yang coba gandeng duluan .. hheiheihieheihei…😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s