.perbezaan.

Standard

Pada suatu titik dalam suatu hubungan, semenyenangkan dan senyaman ataupun secocok apapun, mungkin ada saatnya kita melihat bahwa pasangan kita pun memiliki perbedaanperbedaan sama kita.

Mungkin ada saatnya kita bisa menggila, ketawatiwi penuh inside jokes. Atau bisa ngabisin waktu literally berjamjam hanya untuk ngobrolngobrol doang ngebahas hal paling penting sampe paling random.

Tapi mungkin juga ada saatsaat dimana pengen ngejerit ketika bertemu halhal yang berbeda. Misalnya dia sukanya makan Mie Instaaaaaan terus, sementara kita pecandu hidup sehat. Atau dia sukanya ke moooooooool mulu, sementara kita di rumah DVD marathon juga udah gembira.

Perbedaanperbedaan printil yang gak prinsipil tapi sebenernya berasa juga.

Terus kadang pengen, “eh gw suka ke museum atau nonton acara anehaneh nih.. lo juga dong yukssss… biar pacaran kita gak bosen ke situsitu aja.” atau bisa aja pengen secara impulsif di hari Minggu pagi, “ke Taman Suropati yuks, nonton chamber“. Tapi kegiatannya belom tentu terwujud karena belom tentu dia suka dan menikmati.

Akhirnya pusing sendiri. Karena pengen ngajak dia hepihepi, tapi gak yakin kalo dia gak enjoy dia bakalan hepi. Terus jadi bete karena merasa ketinggalan acaraacara yang gw-banget, hanya karena gak ada temennya.

Huhuhu. Sounds familiar?

Kalo menurut gw sih, mari menganut paham meet me halfway. Kompromi saja. Kadangkadang ikutin maunya dia dan lain waktu dia ikutin mau kita. Apapun itu, buka pikirannya – dan berusaha menerima halhal baru supaya hidup kita lebih berwarna juga. Selama positif, pasti bakalan menyenangkan juga kan? Kalau pada satu titik, duaduanya gak mau melakukan kegiatan yang beda minat itu samasama, ya lakukanlah sendirisendiri dulu. Toh duludulu juga bisa ngelakuin itu sendirian atau sama temen yang seminat.

Pokoknya, sebisa mungkin jangan berantem karena perbedaan printil yang gak prinsipil.  Terus jangan juga fokus dengan perbedaan yang dimiliki, melainkan dengan persamaan yang kita miliki saja!

Kita dan dia mungkin udah ngelewatin ratusan jam melakukan halhal yang samasama kita sukai. Terus, mau melepaskan itu semua hanya karena merasa ada perbedaan? I don’t think so.

Perbedaan itu, apalagi yang gak prinsipil, gak perlu ditakuti. Gak perlu juga dipaksain biar sama. Biar aja kita menjadi sepasang manusia yang unik dan gak seragam. Lampu aja bisa terang karena ada kutub plus dan minus kok. Gitu juga hidup. Perbedaan itu memperkaya. Ya kan?

Untuk perbedaanperbedaan printil ini, berpegangan saja sama persamaan yang sudah dimiliki. Sebab, konyol kalo kita mesti melepaskan berbagai persamaan dan kenyamanan hanya karena beberapa perbedaan yang gak segitu pentingnya. 

Kalo gw sih akan berpikir berulaaaaang kali dan pada akhirnya enggak mau melepaskan apa yang sudah gw miliki. Karena enggak worth it untuk sekedar mencari persamaan atas aspekaspek yang printil itu, sementara belom tentu sama dalam hal yang lebih signifikan. Ya gak?

Jadi… temanteman, mari kita menganut paham yang diajarkan si Dals sama saya. 

Meet me halfway…. and together we’ll go along the way. 

Shall we?😉

7 responses »

  1. shall darling🙂
    hehehe….
    iyaaaaaaaa ih.
    laki gua tuh ya, hobby nya nonton DVD ataw HBO ataw ya yang serupa2 begitu deh. sementara gue ga suka nonton.
    jadi yaa, meet me halfway nya, dia nonton, dan gue tidur2an sebelah dia sambil baca buku🙂
    lagian kalo punya pasangan trus hobby nya sama persis, BOSEN banget kali yaaaa

  2. klo terlalu sama juga bosan kan yak, gak ada tantangan…
    i like the idea..
    meet me half way..

    ini gak nyambung ya, tapi pernah ada komik ttg tikus dan kura2..
    trus kura2nya bilang
    mrytle (nama si tikus, kurasa sih), im a turtle, my home is on my back
    but i feel the most at home when our road merged and travelled together

    baca sekali, aku gak pernah lupain kalimat si kura2 itu..
    menurutku, its sooooo romantic

    i hope you already find your home, sis…
    no matter how many the small differences is, the heart know its home..

  3. jadi maksudnya Dals, kalo dia lagi pengen ngeband sama temen2 sma nya elu ke musium Gajah aja. kira kira gitu ya? oh baiklah.

    kalo menurut gue, ada hal yang kita nggak tau (bukan nggak suka) bikin dia keliatan seksi gitu. misalin disaat dia ketumpukan 8 babon saat rebutan bola rugby. kalo nggak bisa/suka ikut/nonton aktivitasnya, ya biarin aja. itung itung punya waktu nyalon sendiri, toh ntar juga ketemu di rumah. lagian mendingan dia tertarik sama sesuatu yang beda daripada nggak tertarik ngapa2in.😀

  4. duh, night sky and fire cracker, yah emang beda banget dongggggg….tapi saling melengkapi toh? kayak panci sama tutupnya? *kenapa musti panci? apakah karena dekat dengan makanan?* ahahahaha…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s