.*menjerit ke dalam bantal*.

Standard

Emang bener, bahkan sebelom Ibeth mengingatkan bahwa salah satu rencana gw tahun ini adalah ‘gak-lagi-jadi-Drama-Queen-dan-atau-Moody-Bastard’, gw juga udah menyadari bahwa makin gw berusaha gak betean, malah MAKIN banyak godaannya.

Entah karena lagi sensi atau apa, tiap hari bisa jadi ada aja printilprintil kecil yang bikin cemberut. Dan nahan diri banget untuk gak ngomelngomel di sini, karena MALULAH, udah terlanjur punya rencana dan woroworo ke orangorang kalo ingin berubah.

Cuma hari ini gak tahan ajah. Capek. Perlu katarsis. Jadi maafkan. Gak usah dibaca ke bawahbawah kalo gak mau liat orang ngomelngomel pundung gak jelas yaaa..😉

Sejak bertekad gak moody, malah justru banyak godaannya untuk makimaki tingkat tinggi. Ada aja yang cari perkara. Banyak aja yang ngomong gak dipikir. Gak peduli itu udah nyakitin orang apa enggak. Dan beberapa nyakitin. Ada aja yang drama dan gak mau bilang alasannya apa. Padahal, bilang aja kali, kan bisa dilurusin. Ada aja yang ini, yang itu.

Dan dengan modal berpegang teguh sama rencana gw itu, gw berusaha banget nahan diri. Untuk gak meledak. Untuk gak balas ngomong nyakitin kalo merasa disakitin. Untuk menyempatkan diri melihat akibat yang mungkin terjadi kalo gw asal nyeplos, dan akhirnya ketika melihat kemungkinannya, kemudian memilih untuk diam.

Sementara, diam-ketika-kesel-sampe-ubunubun itu sangat bukan gw banget. Tidak baik untuk kesehatan mental. Karena sebenernya gw gak suka mendem, supaya jangan jadi dendam.

Dan juga gw gak suka sama orangorang yang menganggap orangorang yang ‘diem’ aja itu bisa ditindas dan diinjekinjek. Dan gw juga gak suka ketika gw kesel dan harus ngerasain tenggorokan tercekat nahan nangis saking marahnya. Dan gw benci kalo gw mesti nangis karena marah (meskipun kadangkadang terjadi juga). Karena gw akan merasa kalah. Dan menurut katakata yang pernah gw denger di Joy Luck Club, “Crying will only feed other people’s happiness.

Lalu, akhirnya yang gw pegang sekarang cuma katakatanya Inyikakah aja,

“Jangan semuanya dimasukin hati. Mulai sekarang mesti bisa datardatar aja…..”

Oh God. Sebagai orang yang terlalu emosional, sungguh susah untuk menyelaraskan pikiran, perkataan, perbuatan dan hati. Semua harus berpulang ke pikiran. Masalahnya gak semua orang mikir. Gw mikirin orang lain. Orang lain emangnya mikirin gw?

So much for trying to be a better me di tahun 2009.

Setidaknya gw tidak hanya bisa bersembunyi di balik kalimat “emang gw orangnya gitu” dan meminta semua orang maklum dengan keadaan itu.

Setidaknya, gw MEMULAI untuk membuat perubahan untuk menjadi orang yang lebih baik. Meski susah. Dan butuh berkalikali nangis darah.  Dan butuh berkalikali jeritjerit kesel dalam bantal. Dan butuh berkalikali makimaki sendirian. Dan meski mungkin setelah semua itu gw tetep akan moody sampe akhir 2009.

Dan meskipun mungkin tidak menjadikan gw lebih baik dari orang lain, sekali lagi, setidaknya, gw mencoba memulai.

Dan usaha gw belum selesai.

One response »

  1. Tarik nafaaaaaassssss dalaaammmm. Been there and still not done, ha..ha..ha…

    Sama banget, gw tuh kalo gak bisa meledak, pasti mewek gak karuan, sialan ya!

    Princess Diana said: they say it is better to be poor and happy than rich and miserable, but how about a compromise, like moderately rich and just moody😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s