.kisah S dan L.

Standard

Alkisah, lebih dari satu dekade silam, tersebutlah sepasang sahabat bernama S dan L. Keduanya pertama kali mengenal ketika duduk di bangku SMA, dan kemudian sejak itu selalu bersamasama sampai waktu yang lama.

Meskipun bersahabat, bukan berarti S dan L gak punya temen lain. Mereka tetep punya cliques, dan juga bisa main sama anakanak lainnya. Tetapi, pada jaman itu, sepertinya meskipun pergaulan S dan L gak terbatas, tapi mereka punya dunia sendiri yang orang lain gak ngerti.

Lepas SMA, L melanjutkan sekolah di kota lain dan S terdampar di sebuah kampus di jalan S *apa sih*. Selama kurang lebih 4 tahun, persahabatan jarak jauh S dan L itu diakomodir oleh macemmacem fasilitas komunikasi, dari Internet sampe telefon dan sms. Karena namanya sahabat itu pasti pernah berantem, bahkan berantemnya pun menggunakan fasilitas itu. Tapi satu hal yang pantas diacungi jempol adalah, meskipun mereka saling berjauhan, S dan L selalu bersahabat. Semua orang tetep tau mereka sahabatan. Persahabatan S dan L itu, pendeknya, bisa dibilang udah teruji ruang dan waktu.

Beberapa tahun kemudian, L kembali ke kota J *gw jadi berasa nulis artikel Oh Mama, Oh Papa deh. Hahahaha..😛 * . Di sini dua sahabat itu kembali bersamasama. Sampai suatu saat, S merasa L mulai beda. L mulai susah diajakin pergipergi, susah ditelfon, dan sebagainya.

Sebagai orang yang ngerasa deket abis, S tentu saja bete dengan perubahannya si L. Makin bete karena L makin susah dihubungi dan makin ribet diajakin ketemu. Semuanya tibatiba jadi beda banget. S jadi sedih dan uringuringan karena merasa kehilangan L.

Ternyata perubahan L ini enggak hanya dirasakan oleh S, tapi juga oleh tementemen L yang lain. Hal ini bikin S makin penasaran kenapa L berubah. Makin penasaran si S, makin seringlah dia berusaha mengembalikan L ke sosok L yang dulu dia kenal. Makin sering dia berusaha deket lagi sama L, kok malah berasa bahwa L makin menjauh.

Akhirnya, capek sendiri uringuringan, S memutuskan untuk cuekin aja. Ngambek, ceritanya. Tapi di tengahtengah kengambekannya itu, lamalama S jadi nyadar, bahwa, as time flies, mungkin L memang punya dunia sendiri yang lagi asikasiknya dia jalanin. Di situ S jadi mikir, bahwa sebenernya haknya si L juga untuk menjauh dan gak main lagi sama S. Dan S berpikir untuk ‘melepaskan’ sahabatnya, karena dia pernah dapet pencerahan dari temennya yang lain, yang bilang…..

Ada saatnya di mana kita harus berperan dalam hidup orang lain, dan orang lain itu berperan dalam hidup kita. Dan kita gak harus saling berperan dalam kehidupan masingmasing itu setiap saat. Ketika kita lagi gak punya peran dalam hidup dia, mungkin kita akan terasa grow apart. Ketika suatu saat, sahabat kita rasanya menjauh, anggap aja saat itu baik kita maupun sahabat kita itu lagi gak punya peran dalam hidup masingmasing. Gak usah dipaksain, karena kalo emang belum waktunya, mau lo jungkir balik gimana juga gak akan terjadi seperti yang lo mau. Ketika sudah waktunya, mungkin lo akan berperan lagi dalam hidup dia, atau sebaliknya. Dan kalian bisa deket lagi.

Berpegangan dengan katakata itu, S pun move on. S menyibukkan diri dengan tementemen lain dan membiarkan L dalam dunianya sendiri, sambil sesekali mereka masih berhubungan – meskipun cuma untuk selamat ulang tahun, selamat natal, dsb yang dulunya gak pernah kebayang kalo mereka berdua bakalan cuma ‘gitugitu doang’.

Waktu berlalu lagi. Dan kemudian entah gimana ceritanya, L dan S kembali sering berhubungan. Sering ngobrolngobrol, mulai ketemuan, dan ternyata meskipun sempet kepisah berapa lama, masingmasing tetep merasa nyaman dengan keberadaan satu sama lain. Akhirnya mereka pun temenan lagi (meski enggak pernah juga ada dalam fase ‘enggak berteman lagi’ sih.. ).

Pelanpelan mereka mulai ceritacerita lagi tentang hidupnya masingmasing. Tapi duaduanya nyadar bahwa keadaan sudah sedikit berubah. Kalo dulunya mereka enggak pernah kehabisan bahan pembicaraan dan gak pernah ada awkward moments, barubaru ini mereka menyadari kalo kadangkadang berasa canggung – dan mesti mikir mo ngomong apa.

Hal ini tentunya menyedihkan.

Suatu hari, pas mereka lagi chattingchattingan ceritacerita, sambil becanda S bilang, “Ih, kita belakangan ini kurang romantis deeeeh.. Hahaha..“.

Ternyata cue itu ditanggapi oleh L dan akhirnya sisa chatting itu dihabiskan oleh S dan L untuk membahas bagaimana mereka saling nyadar kalo persahabatan mereka sempat berbeda. Dan akhirnya masingmasing ngakuin kalo “meskipun saat ini mungkin lo bukan lagi orang pertama yang tau ceritacerita penting dalam hidup gw, tapi lo akan tetep tau tentang semuanya dan gw masih menganggap lo sahabat gw”.

Pada akhir chatting itu, L juga bilang kalo dia lega akhirnya bisa ngomongin SEMUANYA secara gamblang seperti itu. Dan S juga seneng karena semua mengalir tanpa direncanakan. S dan L malah ngerasa lebih deket setelah ngomongin itu. Dan berikutberikutnya, S dan L mulai balik kaya dulu lagi… meskipun mereka sadar semua itu butuh proses dan gak pernah instan. Tapi mereka lebih optimis dan selalu berharap persahabatan mereka bisa bertahan selamanya.

……………………………………………………………………………………….

Cerita ini gw tulis untuk sekedar berbagi sama tementemen lain, yang mungkin ngerasa saat ini lagi jauh sama sahabatnya. Menurut gw, persahabatan adalah salah satu hal yang terjadi secara natural. Jadi, biarkanlah dia mengalir dengan sendirinya.

Mungkin setelah bertahuntahun, ada saatnya sahabat lo butuh space atau mungkin lo sendiri pengen menjauh karena ’emang pengen aja’. No particular reasons. Dan gak ada yang bisa atau perlu dijelaskan. Suatu saat, kelak, ketika sudah waktunya kalian berperan dalam hidup masingmasing, semuanya pasti akan kembali normal.

Sahabat itu gak perlu ada secara fisik buat lo 24/7. Bahkan ada tementemen gw yang jenisnya ‘no news is good news’ artinya selama lo gak ngabarin, dia juga mengartikan lo dan hubungan kalian baikbaik saja. Dan konsep seseorang tentang persahabatan bisa jadi berubah seiring waktu. Bisa aja dari yang tadinya harus 24/7 tibatiba menjadi ‘no news is good news’ kind of friend. Tapi gak pernah ada yang salah. Karena gak pernah ada definisi yang pasti tentang persahabatan.

Sahabat adalah seseorang yang akan selalu menjadi tempat kita pulang. Seseorang yang selalu mengerti, meskipun mungkin kita harus berantem dulu, ngambekngambekan, nangisnangisan dulu untuk menemukannya. Karena itu, ketika udah nemu, jangan digenggam ajah. Biarkan dia juga nikmatin dunianya sendiri, biarkan kalian teruji ruang dan waktu.

Dan biarkan kita, suatu saat nanti, menjadi tempat dia selalu pulang.

14 responses »

  1. Walaupun beneran awalnya berasa baca Oh Mama, oh Papa… tapi “isi” posting ini bagus deh, apalagi quote terakhir: dan biarkan kita, suatu saat nanti, menjadi tempat dia selalu pulang.

    Persahabatan memang tulus harusnya ya🙂

    • @ Ibeth: Thanks ya Ibeth.. iya berasa oh mama oh papa dikiiittt nih…😛 Moga semua persahabatan menjadi langgeng yaaah..

      @ F.X.M.E.Putra: Hahahahaaa.. udah nyangkaaaaaaa bakalan ada yang refer ke lagu itu.. dan ternyata KAMU. hih. hehehe.. mahap yeh, akika gak doyan.. ihihihi..

  2. hehe postingan yg bagus,..selamat ya nona S di kota J..haha *berasa baca konsultasi di tabloid nova*

    dari awal gw dah nunggu quizz nya neh.. tapi kok ga ada sih?? hehehe bikin dong,..misalnya, siapakah S dan siapakah L..? atw dimana S dan L sekolah? ato mungkin apa yg membuat S dan L jauh tapi dekat (kaya naek angkot aja)?😛

  3. MOCKYYYYYYYYYYYY… kenapa eh kenapa lo bisa TAMPIL di sini? aku sungguh takjubbb.. hahahahahahahahahaah… SILAKAN DITEBAK. Tebak tebak buah manggis, siapa dia si cewek manis..

    Di manakah S dan L sekolah? Dan pertanyaan berikutnya adalah BAGAIMANAKAH SAUDARA M MENCAPAI KE SEKOLAH TERSEBUT TANPA MENGGUNAKAN KACAMATA? HAIHAIAHIHAIHAIHAIHAIHAI…

    Makasih Mockyyyyyy udah mampir, baca dan komen.. WALOPUN gw sungguh SHOCK dan khawatir rontok kejaimanku.. hahahahaha.. tapi kemudian gw sadari, gak penting juga ya jaim sama lo. HAihaihaihaihahaia…

  4. pipiess… eh poppies….. gw bisa jawab nih……

    S dan L bersekolah di sekolah macan… secara lambang sekolahnya banyak macannya….dan deket dengan ragunan tempat seorang teman bernama E tinggal… dan dimana para anak macan itu suka bermain…

    Saudara M mencapai sekolah itu dibantu dengan pawang macan yg setiap hari mondar-mandir di depan sekolah dengan KIJANG nya yg bernomor seperti nomor ukuran bra…hahahahahaha
    tapi kasian saudara M sering salah menebak nomor-nomor bra itu..
    hahahahaha

    smita janganlah kamu menghancurkan diriku di blogmu…cukup aku hancur di blog ku saja.. huek..huekkkk hhehehe *awas kamuh*

    tertanda..

    blognya
    penyuka smita

  5. hehehhe gw berasa de ja vu baca nya deh neng, ada yang bilang sama gw, persahabatan juga kaya roda, kadang diatas kadang di bawah, tapi basi banget deh perumpamaan itu, meskipun karena gw beda perumpamaan roda bisa berubah menjadi

    ” persahabatan itu kaya roda, kalo lo pernah di masa senang, di atas, suatu saat roda itu berputar dan menempatkan kita di bawah, berpisah… ga perlu takut karena kita akan kembali bersama (meski entah kapan)”

    tapi kalo gw merasa saat kita di atas, BOLEH GA rodanya dikempesin biar ga berputar ?????😀

    cheers!!!

  6. sampe tu cerita keluar di blog lu… hmmm secangkir *eitsss salah ga cuma secangkir soalnya…* seteko coklat panas bakal gw kirim ke meja lu tentunya tanpa gula tapi dengan sedikit jampi2 sebagai pengganti gula supaya taksi berikutnya menurunkan lu di kubangan lainnya… hahahahaha

  7. Pingback: .libur bersama temans. « . love . laugh . life .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s