.manyun.

Standard

Kenapa bungabunga gak bisa tumbuh di tempat yang gak ada kerikilnya?

Hari ini lagi jalan enakenak, tibatiba kesandung kerikil, mental, kena muka, lecet… terus langsung kesel. Padahal mah mungkin enggak ada yang sengaja bikin sebel siapa pun.

Jadi gak tau mo marah ama siapa. Apa perlu juga untuk marah? Sebenernya sih enggak. Karena ngapain keki untuk satu kerikil kalo dibandingin sekarang lagi di suatu padang bunga yang buesaaaaar sekali, dan layak untuk dilihat dan dinikmati semuanya.

In the end, biasanya cuma bakalan nyalahin diri sendiri. Karena gak bisa nyetel kepalanya untuk lebih rasional.

I just want to curl up and cry. Meskipun gak perlu. UUUUUUUUURRRRRRRRRRRRRRGHHHHHHH… I don’t need this drama! I really don’t.

Not today. Not tomorrow. Not ever.

*this post is ANOTHER proof that works stress is the f#*^ing root of all evils. *

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s