.bacabaca.

Standard

Sakit lima hari gini, yang mayoritas dihabiskan di tempat tidur dan hanya keluar rumah untuk hal yang pentingpenting doang gini, lamalama membuat gw kreatif. Tapi kalo kelamaan kayanya membuat gw gilak juga, karena udah ada tandatandanya.

Kreatif, karena saking bosennya tidur dan bacabaca doang, akhirnya gw berhasil mengetahui caranya untuk maen internet dari henpon *telat abis*. Jadi aja fesbukan sepanjang mampus. Jadi aja ceting terus. Yang mana akhirnya PUSINGNYA malah nambah karena mata si sakit diharuskan menatap layar yang lumayan kecil.

Setelah bosan juga maen internet (ENEG, lebih tepatnya), gw mo sok pose menikmati-jelang-akhir-tahun, dengan cara soksok manis ketika siang hari bisa di bawah selimut ketika di luar sana hujan. Tapi namanya lagi sakit, ya pose itu gagal karena ketiduran beneran.

Terus akhirnya tentunya melanjutkan bacabaca bukubuku dan majalah yang belom gw baca sampe habis. Sehingga gw baca The Rules of The Game – nya Neil Strauss, terus Rolling Stone, terus The Boy In The Striped Pyjamas, dan sekarang lagi baca bukunya The Life & Soul of The Party-nya Mike Gayle.

The Rules of The  Game tetep seruseru aja, secara pas baca buku pertamanya juga gw langsung menobatkan si Neil Strauss sebagai one of the coolest writers in the planet. Jadi tentu saja gw sukasuka aja dan cenderung subyektif sih.. Jadi kalo di buku pertamanya, The Game, dia bercerita tentang dirinya sebagai salah satu Pick-Up Artist paling sohor di jagad maya, di buku ini dia ngasih tau tipstipsnya gimana caranya jadi Pick-Up Artist.

Tau gak apa yang dimaksud dengan Pick-Up Artist? Uhm, gini, ketika lo di suatu tempat dan tibatiba ada orang yang negur lo, dia kan pasti akan menggunakan pick-up lines tertentu kan… Nah, ternyata di Internet itu ada gitu komunitas orangorang seperti ini yang bahkan berbagi cara menggunakan pick up lines apa yang paling efektif untuk mendapatkan kenalan baru. Komunitas itu menamakan diri mereka Pick-Up Artists. Adaada saja kan? Coba deh, googling nama Neil Strauss. Nanti kan lo bisa baca sendiri dari situ. Seru ajah. Dan gw seneng baca yang anehaneh gini, menambah pengetahuan.. hehehe.

Kedua, gw baca Rolling Stone edisi Immortals. Jadi, di edisi ini, 25 legenda musisi Indonesia dibuatkan artikel oleh para musisimusisi lainnya. Nah. Membaca RSI edisi ini, gw itu diselimuti perasaan iri campur takjub dan kagum sama musisimusisi kita yah. Terutama mereka yang menulis artikel tentang para legenda itu.

Gw adalah seorang yang suka menulis. Dan gw juga suka musik. Tapi gw pastinya gagap tuh kalo disuruh menulis musik. Tapi, tidak seperti para pemusik yang menulis artikel itu. Tidak saja mereka merupakan pelaku dalam bermusik tapi ternyata mereka juga bisa membuat tulisan yang sungguh enak dibaca mengenai musik.

Iriiiiiiiiiiiiii.. hehehehe.. Secara yah, gw selalu terkagumkagum dengan orangorang yang bisa bermusik. Sampesampe punya kecenderungan untuk selalu have a thing for anak band.. *halah, di luar konteks!*. Hehehe. Enggak, tapi serius. Bagi gw mah orangorang bermusik itu hebat, euy. Sini mah gak bisabisa padahal pengeeeeeeen banget bisa nulis lagu.

Makanya selalu maumau aja dan malahan tersanjung kalo ada yang mau bikinin lagu untuk puisipuisinya. Hehehe..

The Boy In The Striped Pyjamas, yang udah berkalikali ambil-taro-ambil-taro di Gramed, akhirnya gw beli juga untuk amunisi bacaan selama sakit ini. Dan… I couldn’t put it down! Huhuhuhuhu. Brilian abis. BRILIAN ABIS. Bahkan buku ini gak mau kasih deskripsi singkat di cover belakangnya karena khawatir akan merusak semuanya.

Penulisnya menganggap pembacanya pintar dan dia benerbener mengajak pembaca berpikir sendiri dengan narasinya. Tidak semua diceritakan dengan gamblang tapi justru itu kerennya. Ending-nya kuat abis. Pas gw baca sampe mencelos ke hati. Sampe sekarang loh. Ini adalah salah satu buku terkuat yang gw pernah baca.

The Life & Soul Of The Party. Nah. Sebenernya sih gw memang belakangan ini agaks males membaca bukunya Mike Gayle, meskipun dia adalah salah satu penulis yang tiap ada buku baru gw pasti beli. Bukan karena enggak bagus, tapi justru karena bagus banget. Terlalu bagus. Terlalu reflektif. Terlalu membumi. Terlalu bisa-aja-sih-hal-ini-terjadi-dalam-kehidupan-kita-sendiri. Sehingga jadi parno. Jadi ikut sedih. Jadi mewekmewek juga.. Huhuhuhu..

Yang gw perhatikan dari bukubukunya Mike Gayle adalah kayanya dia menulis berdasarkan perkembangan usianya sendiri kali ya.. *analisa sok tau*. Jadi, kayanya bukubuku awalnya itu sebelom usia 30, kemudian ada bukubuku yang dia tulis menjelang 30, kemudian semakin ke sini karakterkarakternya juga usianya udah 30 something gitu. Buku yang sebelum ini (Wish You Were Here), sebagian karakternya usianya 30-31an. Nah yang di buku ini, ratarata 35.

Keren aja sik. Kalo emang dia nulisnya berdasarkan sequence usianya dia sendiri. Karena kan kita gak akan pernah tau apa yang kita hadapi di usia sekian kalo belom ngerasain. Tapi bagian paling kerennya menurut gw, dia bertumbuh dengan karyanya. Dan dia menyadari bahwa pembacanya bertumbuh juga bersama dia.

Buku terakhir ini masih gw baca sampe skarang. Cuma berhenti kalo ngantuk. Atau terlalu mellow. Atau mo soksok refleksi ke diri sendiri.

Huhuhuhuhuhuhuhuhuhhhhhhhh….. Nah garagara itu jadinya gw bisa menggila lamalama. Karena bosen, mellow, dan akhirnya jadi merajuk mulu dan ngerepotin. Hehehe.

Ya udah ah. Mo baca lagi.. Dah bokkS!

3 responses »

  1. hehehehe.. tapi tetep gaptek karena kalo ngirim suka 2 kali..huhauhua makanya pake ebuddy mobile…

    cepat sembuh yah neng malih! semoga bisa berkumpul bersama lagi.. amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s