. :’) .

Standard

Setelah setengah harian keliling PI Mol sendirian dan menghasilkan tiga tentengan, gw pun memutuskan untuk mampir di salah satu salon di situ.

Baru pertama nyalon di  salon yang itu, begitu cuci rambut kan duduk gitu di kursi cucinya. Tibatiba sandaran kakinya naik terus getergeter… Dan tak berapa lama berasa gitu kalo kursinya adalah KURSI PIJET aja loh. Jadi sepanjang kepalanya dicuci, kursi pijet memijat punggung, leher dan pinggang. Sementara sandaran kaki getergeter untuk melancarkan peredaran darah.

Surga dunia abis. Gw hampir nangis terharu.

All in all, me-time yang menyenangkan sebelum malam Mingguan. Udah senang berbelanja, makan minum enak, dipijet getoh, blow-annya mayan kecek…..

Surga dunia abis. Gw hampir nangis terharu. *tae, diulang*😛

4 responses »

  1. gue juga berkaca-kaca baca cerita lo ini. asli. ini menggugah jiwa kesalonan gue untuk menyambangi salon bersangkutan. trus kalo pas lagi ada si empunya, gue pengen salim abis itu jalan sungkem dan jalan dodok.

    *menyeka mata, mengatur nafas, meredam emosi*

  2. @ F.X.M.E.Putra: jaim…. baru sekali nemu tuh sepanjang riwayat aku sebagai banci salon – uhm, maksud banci di sini mohon diterjemahkan sebagai “orang yang doyan sekali akan” – JANGAN HARAFIAH yah!😛

    @ pashatama: makanyaaaaaaa siniiii!

    @ miund: abisabisan kan nyet… gw juga pengen SALIM sama si empunya salon tersebut…. *menitikkan air mata – satu saja*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s