jalanjalan · lopelope · mikirmikir · senangsenang

.menghilangkan stress.

File : Oct 05, 2006

Belakangan ini gw lagi amat sangat stressed-out dan eneg dengan yang namanya work overload. Dan, karena segala jenis multitasking siyalan itu membuat pala gw cenatcenut, maka akhirnya gw memutuskan bahwa sudah saatnya untuk melakukan Me-Time yang berkualitas tinggi.

Dan quality me-time itu gw lakukan hari Sabtu kmaren. Namanya juga me-time, maka jelas saja semuanya gw lakukan sendirian. Pagipagi gw bangun j 1/2 9 pagi dan kemudian setelah mandi, gw memakai pakaian yang bisa mendongkrak mood gw. Terus, jalanlah aku menuju pangkalan jeko yang salah satu punggawanya akan mengantarkan gw ke perhentian pertama gw.

First stop : Salon (iyaalaaah.. apa lagee!).

Maka dengan suksesnya gw menghabiskan setengah hari dengan kepala dan punggung dibejekbejek. Selain creambath, gw juga Pedicure… Uhhh… seru bangeeeet! Endang banget. Salon tuh pasti memang salah satu surga kecil yang merupakan wilayah percontohan surga besar deh. Yah, meskipun mungkin setelah pedicure, tinggi gw berkurang 1 senti setelah kaki gw diperhalus.. Wahahaha, emangnya kuli banget ampe kapalannya satu senti sendiri? Yah, eniwey, akhirnya j12 lewat dikit gw sudah (merasa) kinclong dengan rambut wangi dan tertata dan kaki yang nampaknya bagaikan kaki kalangan ningrat. Dengan demikian, misi pertama sudah berhasil dilakukan, mari kita lanjut ke perhentian berikutnya.

Next stop : PIM (lagilagi : iyalaaah… apa lageee… ini kan rumah kedua gw!)

Sampainya di PIM gw langsung ngibrit ke 21 karena gw pengen banget nonton The Devil Wears Prada yang di banyak bioskop udah turun. Gw dapet tiketnya paspasaaan banget ama pintu dibuka. Dan filmnya keren bangeeeett… I soooo love this movie. Meskipun gw rada terganggu dengan anak kecil di belakang gw yang malah loncat2 sambil megangin kursi hingga akhirnya kursi sederetan gw goyang smuwah… dan kalow saja gw tega merusak waktu pribadi gw, pasti tu anak udah gw bentak sekalian ama maknya yang gak tau adat mengenai bagaimana harus menjaga perilaku anaknya yang sok lucu dan gengges itu di ruang publik. Hhhh… Tapi karena gw gak mo hari gw rusak, akhirnya gw memakai pedoman ‘yang waras ngalah’ dan pindah kursi aja deh.

Balik lagi ke filmnya, tentu saja setelah semua hari yang amat menjemukan dan berat, gw sangat amat terhibur dengan ngeliat ce-ce yang berdandan keren yang bekerja di majalah mode. Tapi, di atas semua itu, gw menangkap pesan dari film itu. Yaitu… kita selalu punya pilihan tentang bagaimana menjalankan hidup kita. Bahkan ketika kita menjerit “gw gak punya pilihan!”, saat itu pun kita sudah membuat pilihan.

Dan hidup itu ternyata bisa bener ada di tangan kita. Jadi, jangan pernah menyerah pada keadaan karena halhal gak penting, seperti gak enak atau utang budi, kalau memang itu akan menghalangi mimpi lo.

Dari situ pikiran gw melayang kemanamana. Salah satunya adalah ke Vera Tan. Dia ini adalah temen gw di Cat Singapore. To tell u the truth, she’s like a sister to me. Waktu gw mo masuk Cat, Vera termasuk yang wawancara gw lewat telepon. Terus, klow gw misalnya lagi dapet kerjaan di sana, kita bisa kerja bareng dan abis itu jalanjalan dan dinner bareng. Vera adalah satusatunya orang Cat yang pernah gw ceritain apa yang jadi mimpi gw dalam hidup. Dan gw belajar banyak dari dia. Dia itu single, hepi, dengan jabatan yang amat bagus yang diraih hanya dalam sekitar satu tahun bekerja di sana. Tapi, September lalu, dia bilang sama gw klow dia udah resigned. Gw sumpah shock banget waktu itu, tapi kemudiannya gw mencoba mengerti satu hal yang selalu ditanamkan Louie di otak gw, “Semua orang punya alasannya masingmasing.”. Terus, gw nanya sama Vera, kenapa dia keluar, apa karena ada tawaran lain. Dan jawabannya sangat simple, “No. I just want to take a break.” Das!

Gw tau bahwa dengan jabatannya itu memang memungkinkan dia bisa liburan ke mana pun. Tapi, ketika dia memutuskan untuk berhenti bekerja untuk ‘take a break’, bagi gw itu adalah pilihan. Untuk melakukan sesuatu yang mungkin sudah pernah dimimpikannya selama ini. Dan, siapapun di sekelilingnya dia harus bisa menghargai impian itu. Karena itu hidupnya dia. We really shouldn’t interfere other ppl’s hope, dreams or ideal goals, should we?

Dan akhirnya, dari film itu dan Vera, gw belajar bahwa gw selalu punya pilihan untuk menentukan ke mana hidup gw akan berjalan. Menjauhi atau mendekati mimpi, itu semua ada dalam pilihan gw. Dan gw menjadi sedikit tidak takut untuk membuat keputusan apabila gw harus melepaskan sesuatu yang gw miliki sekarang untuk mengejar impian gw sejak kecil.

See, a little me-time can bring me to walk side by side again with the long lost contemplative me!

Dari 21, gw baru nyadar klow gw belom makan dari pagi. Akhirnya gw ke Chopstix dan pesen lumpia sama es teh. Rasanya nyantey banget, makan sendirian sambil baca Area (ya, ya.. yang ternyata ada Davidnya. PUAS!?). Terus, gw melakukan satu hal yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh orangorang yang lagi stressed-out, yaitu…

… memborong Fortune Cookies.

Hahahahahahahaha… Tell me how desperate can you be? Kayanya gw memang lagi desperately in need for miracles. Tapi, tau gak sih, salah satu dari isi kertas dalam kue itu isinya adalah : ” You can be whichever you decide “.

Biasanya sih, klow gw dapet kertas yang kaya gitu, gw akan langsung lempar sambil bilang, “Nyeeeettt… gitu doang mah gw dah tau!”. Tapi, karena gw abis mikirmikir tentang pilihan itu, maka gw jadi makin ngerasa kuat…

Wow.

Berguna banget kan hari Sabtu kemaren buat kesehatan mental gw? Hehehehe…

 

Mungkin, memang sebenernya hanya semudah itu untuk mendapatkan hari yang indah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s