Category Archives: temanteman

.#Day11: Pet Names.

Standard

Gw adalah tipe orang yang sembarangan memberikan panggilan sayang ke orangorang yang gw rasa deket. Meskipun demikian, biasanya, gw jarang memanggil orang dengan nama panggilan dari temantemannya — kecuali mereka memperkenalkan diri dengan nama itu ketika pertama kali kenalan sama gw. Etapi enggak juga deng. Tergantung mood ajeh :P

Kita ambil Mel sebagai contoh.

Awal kuliah, semua orang udah memanggil Mel dengan sebutan Towa. Bukan karena dia berisik, tapi konon karena dia bisa niruin suara Toa Mesjid. *temanku, oh, temanku* Tapi, seinget gw, meski untuk beberapa saat mungkin gw pernah menyebutnya Towa, gw jarang banget menyebutnya Towa. Gw selalu manggil dia dengan nama aslinya, Melissa. Read the rest of this entry

.weekend highlight.

Standard

Wiken kemaren menyenangkan. Bukan hanya karena hari Sabtu bisa ketemu dan menghabiskan waktu bersama both sides of the family, tapi juga karena ada highlight di hari Minggu, yaitu:

Bestie + Lotus Brekkie = Happy Me.

Karenanya mari kita bahas satu persatu.

Bestie.

Sebenernya, gw udah lama pengen menulis tentang hal ini. Udah pernah ditulis juga, tapi kemudian WordPressnya ngadat dan gak kesimpen. Lalu gw ngambek. Hihihi. Read the rest of this entry

.#Day9: Fave Meal, Fave Song, Time Machine.

Standard

Topik ini dari Mawi. Tetep gak mau nge-link, ya Mar, weeekkk.. Hihihihi.. Betewe, Marisa ngasih dua topik, yang akan gw tulis di sini dan #Day 10.

Fave Meal : Tergampang di dunia – makaroni mamah.

Meskipun mungkin banyak sekali makaroni yang lebih enak daripada bikinan mamah gua, tapi buat gw, selamanya makaroni mamah yang jadi juaranya.

Bukan hanya soal rasa, bukan juga karena gw bisa minta keju berlimpah. Tapi makaroni mamah memiliki begitu banyak elemen emosional yang gak akan pernah gw dapatkan dari makanan serupa lainnya. Read the rest of this entry

.#Day8: The Nyinyirs.

Standard

Di antara begitu banyak masukan topik, harus gw akui bahwa topik dari Ita ini adalah salah satu topik yang paling bikin gw merasa tertekan. Tertekan bukan karena Ita-nya, tapi karena topik ini membuat gw diteror oleh orangorang yang termasuk dalam topik ini. Ya, tapi karena TEROR udah menjadi bagian dalam pertemanan ini, terpaksalah semua itu kutelan bulatbulat tanpa ada yang memahami *halah*.. :P

Tadinya sempet pengen iseng, jadiin topik ini topik ke-30, tapi daripada gw gak selamat ya udahlah.. Mari kita selesaikan dan menjadikan gw berada dalam titik aman pertama. Hahahaha.. :lol:

Seperti udah pernah diceritakan di posting #Day 2, awal perkenalan kita dimulai dari saling mengunjungi blog masingmasing. Kemudian ketemuan. Terus temenan sampe sekarang. Selesai. *kemudian di-remove selamanya dari WA group* :P Read the rest of this entry

.#Day2: Internet Friends.

Standard

Sampai sekarang (dan semoga selamanya), gw adalah salah satu orang yang beruntung jika dikaitkan dengan pertemanan dari Internet.

Waktu jaman mIRC, emang sih tujuan utamanya cari gebetan. Tapi, ternyata alihalih dapet gebetan, malah dapet temen yang bahkan masih temenan sampe sekarang. Padahal chatting sama mereka terakhir tahun 1999 dan 2001 loh. Lumayan… :P

Karena dari dulu suka nulis, gw kemudian sempet bikin semacam blog di opendiary.net (atau freeopendiary.net). Tapi waktu itu anonim deh, ceritanya juga cetek. Tapi ternyata ada yang nanggepin. Ketika Friendster hits dan menyediakan fasilitas blog, gw pun mulai menulis di situ.

Di suatu hari yang cerah (karena abis gajian) di tahun 2007, gw melihat ada buku judulnya Gokil! di Gramedia PIM. Yang membuat gw langsung beli bukunya adalah karena ditulis oleh Miund. Nama itu gak asing buat gw, karena dulu gw pernah baca tulisannya di Trolley, dan gw suka banget. Yang gw baru tau setelah gw baca buku itu adalah, ternyata Miund itu cewek. :P Read the rest of this entry

.#Day 1: Life Before vs After 30.

Standard

Mungkin gw pernah cerita bahwa di film 3 Hari Untuk Selamanya, ada dialog yang kurang lebih seperti ini:

“Pas lo umur 27, lo akan mengambil sebuah keputusan yang bakal ngerubah hidup lo.”

Gw gak tau apakah gw ngepaspasin doang atau kalimat itu benar atau gimana. Tapi, saat ini, mungkin bisa dibilang bahwa hidup gw dimulai pada umur 27.

Sebenernya, sebagai ratu drama, gw emang sering kebanyakan mikir dan soksok meresapi sesuatu. Apalagi di umur dua puluhan. Kayanya saat itu gw punya begitu banyak waktu untuk berpikir. Read the rest of this entry

.Blue String and Red Wine.

Standard

Satu hal yang gw suka dari Marisa a.k.a Malica a.k.a Mawis a.k.a Mawi adalah dia adalah tipe orang yang bagai kacang tak lupa kulit. Walaupun udah tahunan tinggal di Oz dan kerja macemmacem di sana, anak pinter ini gak kemudian menganggap Australia Tanah Air Beta. Dia masih merasa Indonesia banget. She’s like the living proof of you can take a girl out of Indonesia, but you cannot take Indonesia out of a girl.

(Pujipujian ini gak gratis loh, Mawi.. :P )

Ini harga yang harus dibayar.

Dan ketika gw bilang ‘ you cannot take Indonesia out of a girl’, yang gw bicarakan antara lain adalah Meggy Z. Kok Meggy Z? Nah ini dia penjelasannya.. :P

Read the rest of this entry

.”I Wrote This For You”.

Standard

Pertama kali gw tau blog ini dari Andied. Kemudian dibacabaca setiap lagi galau, yang mana malah bikin makin pengen gali tanah sih.. Hehehe.. Kemudian follow di Twitter dan jadi tau bahwa sekarang blog itu udah jadi buku dan dijual di Book Depository.

Kemarin malam, Anditry cc-in gw link terakhirnya si IWTFY. Panjaaaaang banget dan menjelaskan gimana project ini awalnya dibuat, dan bagaimana yang tadinya hanya kecilkecilan berubah menjadi sesuatu yang begitu besar dan menyentuh banyak orang. Bagaimana sesuatu yang tadinya mungkin gak segitunya kemudian berubah menjadi sesuatu yang amat penting dan berpengaruh bagi hidup pemiliknya dan bagaimana itu menjadi penting serta mempengaruhi hidup orang lain juga.

Wow. Read the rest of this entry

.{blast from the past} belagak SPONTAN.

Standard

Kalo ingetinget jaman kuliah, ada banyaaaaaaaaak banget kenangan lucu yang masih bikin ngakak kalo diinget lagi. Salah satu yang gak terlupakan adalah tugas kelas Psikologi Sosial.

Gw gak inget itu tepatnya semester berapa. Tapi gw inget itu bukan tugas kelas gw. Jadi, waktu itu, gw gak sekelas sama Mel, Ren, Vic, Jup dan Len. Kelas gw kebagian tugasnya biasabiasa aja, tapi kelas mereka kebagian tugas yang seru.

Tugasnya adalah (semacam) melakukan perbuatan menyimpang dari kebiasaan umum dan mencatat gimana perilaku orang yang melihat perbuatan itu. Kurang lebih gitulah.

Sebenernya, perbuatan menyimpang itu bisa sesimpel pake baju kebalik ke kampus. Lalu jalanjalan sepanjang kampus dengan tementemen kelompok yang lain jalan di belakang lo, sambil mengamati orangorang yang berpapasan dan nyadar kalo baju lo kebalik. Read the rest of this entry

.Sing Together.

Standard

Because I’m too lazy to write daily posts, maka semua cerita per hari dari liburan kami diceritakan dalam post ini. Sehingga jadi panjaaaang dan lamaaaaa (tapi mudahmudahan gak berat).. :P

Yuk, yak, yuk… :)

Selasa: Hari Pertama.

Subuhsubuh berangkat ke erpot dengan keadaan Nonat masih bobo tapi udah digantiin popok dan baju. Pas diangkat, sempet heboh karena “mau bobo di kamaaaaaaaall…” tapi akhirnya tidur juga di taksi. Read the rest of this entry