.Launching Buku “Cerita di Balik Noda”.

Standard

Kirakira beberapa minggu yang lalu, tepatnya Kamis 31 Januari 2013, gw dateng ke undangan launching buku Cerita di Balik Noda karya Mbak Fira Basuki di Kembang Goela, Plaza Sentral.

Berhubung di undangannya tertulis dari jam 09.00 – 13.00, maka dari pagi gw udah sampai di lokasi. Masuk sama beberapa orang ibuibu lainnya, dan semuanya sedikit terkejut karena di dalam kita diminta untuk mencelupkan tangan di atas spons basah yang ada cat airnya. Hah?

Ternyata setelah tangan kita berlumuran cat, kita diminta untuk memberikan cap tangan dan boleh nulis apa aja di atas kanvas besar yang disiapkan untuk Mbak Fira.

IMG_2147[1]

Terus terang sih, pas cuci tangan lagi sempet senyumsenyum sendiri garagara inget pas pertama disuruh nyelupin tangan di atas cat langsung refleks males dan mikir: “Terus kotor dong?!” . Padahal setelah udah bikin cap tangan, begitu cuci tangan di air mengalir sambil gosokgosok dikit aja catnya langsung ilang. Hihihiih… :P

Acaranya dibuka dengan pembacaan salah satu cerpen dari buku Cerita di Balik Noda oleh Mas Sitok Srengenge. Aduh, suasananya langsung sendu banget deh.. Cerita yang dibacain itu tentang pasangan suami istri yang sudah lama menikah, lalu karena sesuatu hal hampir bercerai tapi enggak jadi garagara belajar dari ‘kebijaksanaan’ yang justru muncul dari anaknya. Pokoknya lumayan berkacakaca deh.. :P

Setelah pembacaan cerita selesai, baru muncul Mbak Fira Basuki beserta Mas Alvin Adam dan Mbak Sani B. Hermawan, sebagai psikolog keluarga. Sesi ini ngebahas tentang beberapa cerita di buku Cerita di Balik Noda dan inspirasi di belakang ceritacerita itu.

Pernah liat gak sih buku Cerita di Balik Noda ?

IMG_2146[1]

…..yang sampulnya kaya gini :D

Jadi, ternyata buku ini berisi 42 cerita yang 38 diantaranya adalah cerita kiriman dari ibuibu lain, yang kemudian diceritain lagi sama Mbak Fira Basuki itu. Sedangkan 4 cerita sisanya terinspirasi dari cerita hidupnya sendiri.

Salah satu dari kisah yang dibahas judulnya “Sarung Ayah“. Cerita ini tentang seorang lakilaki yang dulunya senang mainan sarung untuk ninja-ninjaan, tapi sekarang udah berpulang. Ketika dia meninggal, istrinya sedih luar biasa, sampesampe gak mau keluar kamar, bahkan untuk nemenin anaknya main atau tidur. Sampai suatu malam, gak sengaja dia denger suara anaknya nangis di dalam kamar. Ketika ditengok, ternyata anaknya, yang selama ini terlihat tetep ceria sepeninggal ayahnya, justru lagi nangis sambil memeluk sarung yang dulunya sering dipakai ayahnya main ninja-ninjaan. Di situ si ibu baru nyadar kalau bukan hanya dia orang yang paling sedih di dunia, tapi anaknya pun. Tapi selama ini anaknya berusaha menjadi kuat agar ibunya gak tambah sedih.

Asli. Ini denger ceritanya bikin gw mencelos banget. :(

Lebih mencelos lagi, ternyata itu adalah salah satu kisah yang terinspirasi sama cerita hidup Mbak Fira sendiri. Iya, itu adalah cerita tentang almarhum suaminya. :(

cdn

Tapi, yang juga menginspirasi adalah dengan adanya cerita itu, jadi membukakan mata bahwa kita bisa belajar dari anakanak kita. Di sesi ini, ada satu kalimat Mbak Fira yang lumayan “jleb” buat gw. Kalo gak salah katakatanya seperti ini,

“Sebagai orangtua, kadangkadang kita merasa sok lebih tau dibanding anakanak. Sok paling tau, sok paling ngerti gimana rasanya sedih, sok paling tau gimana rasanya seneng. Tapi sebenernya mereka juga punya perasaan itu dan seringkali kita lupa kalau mereka juga bisa merasakan semua itu sama seperti kita.”

BLAR.

Makanya itu melalui buku ini, kita seperti dibukakan matanya bahwa bukan berarti karena mereka jauh lebih muda dari kita terus kita gak bisa belajar dari anakanak. Kadangkadang justru karena kepolosan dan kesederhanaan mereka, mereka jadi lebih bijaksana menyikapi hidup ketimbang kita yang merasa udah makan asam garam sehingga lebih ribet ini. Hehehe.

Lebih jauh dari itu, Cerita di Balik Noda juga seperti punya visi untuk mengajak kita memberi kebebasan bagi anak untuk bereksplorasi dan membiarkan mereka ‘menjadi anakanak’ sebebasbebasnya. Meskipun eksplorasi itu kadang membuat emaknya pusing karena baju (dan rumah) jadi kotor…. :P

Ini “jleb” nomer dua deh buat gw. Langsung kepikiran kalo di rumah Sabia mau ngapain dikit, suka langsung dibatasi dengan katakata, “Jangan dong, nanti kotor!“. Padahal ternyata kotor pun ada hikmahnya. Mereka jadi punya pengalaman. Inderanya juga jadi bisa bedain tekstur bendabenda di sekitar. Dan bahkan, konon, sistem imunitas anak yang berani kotor pun bisa berkembang lebih baik daripada anak yang terlalu steril. Dengan catatan, abis itu ya jangan lupa mandi dan bebersih dong! :P

Intinya, walaupun cuma setengah hari, acara peluncuran buku ini memberi gw cukup banyak masukan dan membukakan mata dalam hal parenting. Sungguh di luar ekspektasi sih.. in a good way! :D

Pulang dari situ, dapat goodie bag yang isinya banyak banget:

IMG_2170[1]

All in all….. super senang! :D

Akhir kata buat Mbak Fira:

IMG_2300[1]

About these ads

7 responses »

  1. Ini gue jadi teringat sama masa kecil deh. Untungnya dulu jaman kecil gue bisa menikmati keseruan main hujan2an (yang identik dengan becek dan kotor), main tanah liat, main di lapangan nyeker ga pakai alas kaki. Intinya selama masih dalam batas kewajaran. Dulu mikirnya polos aja yang penting seneng dibolehin main, sekarang kalau dipikir lagi…ya itu sedikit banyak mengenalkan gue sama banyak hal. Belajar banyak hal baru diantaranya bahwa boleh main kotor-kotor tapi abis itu harus mandi bersih biar nggak ada kuman yang nempel lama2 di badan. Boleh main hujan-hujanan tapi setelahnya harus nurut minum teh hangat.

    Intinya kita bisa belajar dari banyak hal ya, Smiw. Bahwa nggak selamanya kotor itu jahat dan bersih itu baik (jadi teringat salah satu keponakan yang harus serba steril tp sayangnya malah jd gampang sakit :( ).

    Akik jadi penasaran sama buku ini…. Pengen beli ah nanti kl udah gajian. :D

    • Hihihihihi.. Iya yah, dulu kita seru yah bisa main kotorkotoran, ngumpulin biji saga, manjat pohon dan ternyata sekarang jadi banyak cerita. :D Kayanya gw mulai harus kunci mulut deh kalo Sabia mau kotorkotoran.. *abis itu sikat pake sikat kuda* :lol:

  2. Baru beres baca bukunya. Selama ini gw kira yang lucu sama pinter cuma anak kita aja Smit, eh ternyata anak orang lain juga lucu2 yak *ditabok*

    Eh serius ah. Cerita-ceritanya inspiratif, jadi pengen punya anak lagi #eh

  3. Pingback: .Mau Ikutan Lomba Cerita di Balik Noda 2!. | . love . laugh . life .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s